Javascript must be enabled to continue!
Efektivitas Jarak Tanam dan Peletakan Posisi Akar Terhadap Produksi dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.)
View through CrossRef
Salah satu metode meningkatkan produksi dan mutu benih (Oryza sativa L.) yaitu dengan menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification) dengan menerapkan jarak tanam dan peletakan posisi akar. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan, mulai bulan Agustus sampai November 2015 di Jl Bungur, Darwo Timur, Gebang, Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam, terdiri dari 20cm x 20cm, 30cm x 30cm dan 40cm x 40cm. Faktor kedua adalah peletakan posisi akar terdiri dari posisi akar vertikal dan posisi akar horisontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata (*) terhadap panjang malai, dan jumlah benih permalai, serta berpengaruh sangat nyata (**) terhadap jumlah bibit produktif, jumlah bibit yang terisi, produksi padi per hektar dan hasil panen potensi. Jarak 30cm x 30cm menunjukkan hasil terbaik dalam produksi perhektar dan potensi hasil. Perlakuan peletakan posisi akar menunjukkan pengaruh sangat nyata (**) terhadap jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan daya kecambah benih. Posisi akar horizontal menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter. Selain itu, tidak ada interaksi antara jarak dan  peletakan posisi akar.
AGROPROSS, National Conference Proceedings of Agriculture
Title: Efektivitas Jarak Tanam dan Peletakan Posisi Akar Terhadap Produksi dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.)
Description:
Salah satu metode meningkatkan produksi dan mutu benih (Oryza sativa L.
) yaitu dengan menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification) dengan menerapkan jarak tanam dan peletakan posisi akar.
Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan, mulai bulan Agustus sampai November 2015 di Jl Bungur, Darwo Timur, Gebang, Jember.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan.
Faktor pertama adalah jarak tanam, terdiri dari 20cm x 20cm, 30cm x 30cm dan 40cm x 40cm.
Faktor kedua adalah peletakan posisi akar terdiri dari posisi akar vertikal dan posisi akar horisontal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata (*) terhadap panjang malai, dan jumlah benih permalai, serta berpengaruh sangat nyata (**) terhadap jumlah bibit produktif, jumlah bibit yang terisi, produksi padi per hektar dan hasil panen potensi.
Jarak 30cm x 30cm menunjukkan hasil terbaik dalam produksi perhektar dan potensi hasil.
Perlakuan peletakan posisi akar menunjukkan pengaruh sangat nyata (**) terhadap jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan daya kecambah benih.
Posisi akar horizontal menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter.
Selain itu, tidak ada interaksi antara jarak dan  peletakan posisi akar.
Related Results
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
Pembebasan kembali investasi asing melalui UU No. 11/2021 (UU No. 2/2022, UU No. 6/2023) tentang Cipta Kerja mendorong industri benih tanaman pangan dan sayuran lebih kompetitif. S...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
Hasil dan kualitas benih kedelai pada pola tanam bersisipan dan beruntun
Hasil dan kualitas benih kedelai pada pola tanam bersisipan dan beruntun
Sequential and continuous cropping patterns are strategy to increase efficiency in soybean seed production. The research aimed to determine the impact of cropping patterns on yield...
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu benih beberapa varietas padi lokal yang diperoleh dari e-commerce...
PENGARUH SISTEM TANAM DOUBLE ROW DENGAN MODIFIKASI JARAK ANTAR BARIS DAN DALAM BARIS TANAMAN JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA II
PENGARUH SISTEM TANAM DOUBLE ROW DENGAN MODIFIKASI JARAK ANTAR BARIS DAN DALAM BARIS TANAMAN JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA II
Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat lebih banyak sehingga menjadi salah satu komoditi terpenting kedua setelah padi, baik sebagai su...
Pengaruh Jenis Biomulsa dan Jarak Tanam Kailan terhadap Produksi Tanaman Kailan (Brassica oleracea L. cv. grup Kailan)
Pengaruh Jenis Biomulsa dan Jarak Tanam Kailan terhadap Produksi Tanaman Kailan (Brassica oleracea L. cv. grup Kailan)
Kailan (Brassica oleracea L. cv. group Chinese Kale) merupakan anggota famili Brassicaceae yang memiliki akar serabut yang lebat dan dangkal, dekat dengan permukaan tanah. Tujuan p...
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
PENANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI TBM KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
Optimalisasi pemanfaatan areal dapat meningkatkan produktivitas suatu lahan. Areal TBM kelapa sawit mulai dari tanaman tahun 0 hingga tahun ke-3, memiliki sela yang dapat dimanfaat...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...

