Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Kondisi Meteorologi Terhadap Kualitas Udara Di Kawasan Penambangan Batu Kapur

View through CrossRef
Particulate Matter 10 (PM10) adalah partikel kecil yang umumnya berdiameter kurang lebih 10 mikrometer. Kondisi meteorologi seperti arah angin, kecepatan angin, suhu dan kelembaban berpengaruh terhadap konsentrasi PM10 di udara.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kondisi meteorologi terhdap konsentrasi PM10 di Kawasan Penambangan Batu Kapur. Penelitian ini menggunakan metode direct reading (real time sampling) dan analisis regresi linier berganda. Faktor meteorologi adalah suhu, kelembaban dan kecepatan angin. Pengambilan sampel dilakukan selama satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM10 pada umumnya sudah melebihi baku mutu udara ambien PM10 yaitu dengan rentang antara 83 mikrogram/m3 sampai dengan 114 mikrogram/m3. Nilai koefisien korelasi yang menunjukkan adanya hubungan antara suhu, kelembaban dan kecepatan angin dengan konsentrasi PM10 masing-masing adalah 0,804; -0,964; dan 0,695. Pengaruh kondisi meteorologi yaitu kecepatan angin dan kelembapan udara sangat nyata terhadap konsentrasi PM10 di udara dengan nilai 0,043 dan 0,005. Faktor suhu udara tidak mempengaruhi konsentrasi PM10 di udara, melainkan hanya memiliki hubungan simetris antara keduanya dengan nilai 0,308. Kesimpulannya, terdapat pengaruh antara kondisi meteorologi dengan konsentrasi PM10 di Kawasan Penambangan Batu Kapur.  Kata Kunci: Pengaruh, Meteorologi, PM10, Penambangan Batu Kapur
Title: Pengaruh Kondisi Meteorologi Terhadap Kualitas Udara Di Kawasan Penambangan Batu Kapur
Description:
Particulate Matter 10 (PM10) adalah partikel kecil yang umumnya berdiameter kurang lebih 10 mikrometer.
Kondisi meteorologi seperti arah angin, kecepatan angin, suhu dan kelembaban berpengaruh terhadap konsentrasi PM10 di udara.
 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kondisi meteorologi terhdap konsentrasi PM10 di Kawasan Penambangan Batu Kapur.
Penelitian ini menggunakan metode direct reading (real time sampling) dan analisis regresi linier berganda.
Faktor meteorologi adalah suhu, kelembaban dan kecepatan angin.
Pengambilan sampel dilakukan selama satu minggu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM10 pada umumnya sudah melebihi baku mutu udara ambien PM10 yaitu dengan rentang antara 83 mikrogram/m3 sampai dengan 114 mikrogram/m3.
Nilai koefisien korelasi yang menunjukkan adanya hubungan antara suhu, kelembaban dan kecepatan angin dengan konsentrasi PM10 masing-masing adalah 0,804; -0,964; dan 0,695.
Pengaruh kondisi meteorologi yaitu kecepatan angin dan kelembapan udara sangat nyata terhadap konsentrasi PM10 di udara dengan nilai 0,043 dan 0,005.
Faktor suhu udara tidak mempengaruhi konsentrasi PM10 di udara, melainkan hanya memiliki hubungan simetris antara keduanya dengan nilai 0,308.
Kesimpulannya, terdapat pengaruh antara kondisi meteorologi dengan konsentrasi PM10 di Kawasan Penambangan Batu Kapur.
 Kata Kunci: Pengaruh, Meteorologi, PM10, Penambangan Batu Kapur.

Related Results

PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT
PERENCANAAN TAHAPAN PENAMBANGAN BULANAN PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA METODE OPEN PIT
Pembukaan lokasi tambang memerlukan perencanaan dan perancangan tambang yang ekonomis. Rencana penambangan jangka panjang harus diuraikan ke dalam rencana penambangan jangka pendek...
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
Dampak Penambangan Batu Kapur Ilegal Terhadap Kondisi Lingkungan Masyarakat Di Desa Kedung Winong Pati
Dampak Penambangan Batu Kapur Ilegal Terhadap Kondisi Lingkungan Masyarakat Di Desa Kedung Winong Pati
Penelitian ini ingin mengetahui seberapa buruk fakta yang ada dilapangan serta pengaruh dampak negatif yang didapat masyarakat Desa Kendungwinong akibat penambangan batu kapur ileg...
PENGARUH PENGGUNAAN BATU KAPUR DARI BANGKALAN MADURA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP NILAI SLUMP BETON
PENGARUH PENGGUNAAN BATU KAPUR DARI BANGKALAN MADURA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP NILAI SLUMP BETON
  Kabupaten Bangkalan mempunyai potensi mineral pertambangan yang cukup besar, salah satunya adalah potensi mineral tambang berbasis karbonat yaitu batu kapur (limestone). Batu ka...
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
BATU PUN: ARKEOLOGI DAN MITOS DAYAK LUNDAYEH DI LEMBAH KURID DI KRAYAN, NUNUKAN
Tradisi megalitik di kawasan Krayan telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Salah satunya adalah Batu Pun yang berada di lembah Kurid, di Nunukan. Tampaknya masyarakat Lun...
Pengukuran Kualitas Udara menggunakan Sensor MQ-135 dan DHT 11
Pengukuran Kualitas Udara menggunakan Sensor MQ-135 dan DHT 11
Pengukuran kualitas udara adalah proses penting dalam memantau dan memahami tingkat polusi udara serta dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Artikel ini mengulas kon...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top