Javascript must be enabled to continue!
Pencegahan depresi postpartum: Review dan rekomendasi
View through CrossRef
Perbaikan kesehatan ibu postpartum dan bayi adalah salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia. Postpartum/puerperium merupakan waktu yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ reproduksi seperti yang saat sebelum hamil. Serangkaian proses persalinan yang terjadi pada seorang wanita dapat menimbulkan terjadinya perubahan, baik itu perubahan secara fisiologis maupun perubahan secara psikologis. Manifestasi klinis pada depresi postpartum meliputi ketegangan emosional, perubahan suasana hati, rasa bersalah, agitasi, insomnia, mudah tersinggung, kecemasan, gangguan depresi, dan kebingungan yang ditandai dengan penarikan diri, sifat mengganggu, permusuhan, dan tidak menanggapi isyarat bayi. Bayi juga dapat menderita gangguan kinerja kognitif, fungsi eksekutif, kecerdasan, dan perkembangan bahasa. Depresi postpartum memiliki dampak jangka panjang untuk kesehatan mental ibu dan pada perkembangan fisik, kognitif dan sosial anak-anak. Tindakan pencegahan dapat dilakukan melalui perencanaan kehamilan, konseling prakonsepsi, skrining depresi postpartum, aktivitas fisik, IMD, masase effleurage, terapi musik dan aromaterapi. Pencegahan depresi postpartum melalui skrining sebaiknya dilakukan pada masa kehamilan untuk mencegah terjadi depresi pada masa postpartum. Beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan sesuai rekomendasi dalam artikel ini. Sangat dianjurkan untuk melakukan skrining depresi postpartum sebagai pencegahan depresi.
Title: Pencegahan depresi postpartum: Review dan rekomendasi
Description:
Perbaikan kesehatan ibu postpartum dan bayi adalah salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia.
Postpartum/puerperium merupakan waktu yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ reproduksi seperti yang saat sebelum hamil.
Serangkaian proses persalinan yang terjadi pada seorang wanita dapat menimbulkan terjadinya perubahan, baik itu perubahan secara fisiologis maupun perubahan secara psikologis.
Manifestasi klinis pada depresi postpartum meliputi ketegangan emosional, perubahan suasana hati, rasa bersalah, agitasi, insomnia, mudah tersinggung, kecemasan, gangguan depresi, dan kebingungan yang ditandai dengan penarikan diri, sifat mengganggu, permusuhan, dan tidak menanggapi isyarat bayi.
Bayi juga dapat menderita gangguan kinerja kognitif, fungsi eksekutif, kecerdasan, dan perkembangan bahasa.
Depresi postpartum memiliki dampak jangka panjang untuk kesehatan mental ibu dan pada perkembangan fisik, kognitif dan sosial anak-anak.
Tindakan pencegahan dapat dilakukan melalui perencanaan kehamilan, konseling prakonsepsi, skrining depresi postpartum, aktivitas fisik, IMD, masase effleurage, terapi musik dan aromaterapi.
Pencegahan depresi postpartum melalui skrining sebaiknya dilakukan pada masa kehamilan untuk mencegah terjadi depresi pada masa postpartum.
Beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan sesuai rekomendasi dalam artikel ini.
Sangat dianjurkan untuk melakukan skrining depresi postpartum sebagai pencegahan depresi.
Related Results
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
Lansia di Indonesia setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang merupakan dampak negatif...
Gambaran distribusi frekuensi faktor risiko depresi postpartum di wilayah Indonesia
Gambaran distribusi frekuensi faktor risiko depresi postpartum di wilayah Indonesia
Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental maternal yang berdampak luas terhadap ibu, bayi, keluarga, dan masyarakat. Kondisi ini masih sering tidak terdet...
TINGKAT DEPRESI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS MOROKREMBANGAN SURABAYA
TINGKAT DEPRESI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS MOROKREMBANGAN SURABAYA
ABSTRAKDepresi postpartum adalah depresi setelah melahirkan yang berlangsung selama berbulan-bulan dan kadang mereka tidak menyadari bahwa yang sedang dialaminya merupakan penyakit...
KEHAMILAN REMAJA DENGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU POSTPARTUM
KEHAMILAN REMAJA DENGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU POSTPARTUM
Depresi menduduki peringkat keempat penyakit di dunia dan diperkirakan menjadi urutan kedua pada tahun 2020. Remaja merupakan kelompok penduduk yang perlu mendapatkan perha...
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Memori merupakan kemampuan untuk menyimpan, mempertahankan, dan mengingat informasi dari pengalaman masa lalu pada otak manusia berperan dalam proses belajar. Banyak hal yang mempe...
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Lansia sebagai tahap akhir siklus kehidupan sering diwarnai dengan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga banyak mengalami depresi. World Health Orgalenization menyatak...
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU POSTPARTUM DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DI KLINIK YUNA MEDAN
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU POSTPARTUM DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DI KLINIK YUNA MEDAN
asa postpartum adalah salah satu periode terjadinya berbagai perubahan psikologis pada wanita melahirkan. Angka kejadian postpartum blues di Asia cukup tinggi dan bervariasi antara...
Hubungan Dukungan Suami dengan Risiko Depresi Postpartum
Hubungan Dukungan Suami dengan Risiko Depresi Postpartum
Masa postpartum merupakan periode adaptasi fisik dan psikologis bagi ibu setelah melahirkan. Perubahan psikologis yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi...

