Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran distribusi frekuensi faktor risiko depresi postpartum di wilayah Indonesia

View through CrossRef
Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental maternal yang berdampak luas terhadap ibu, bayi, keluarga, dan masyarakat. Kondisi ini masih sering tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Berbagai faktor demografis, obstetri, psikologis, dan sosial diketahui berkontribusi terhadap kejadian depresi postpartum, sehingga pemetaan faktor risiko menjadi penting sebagai dasar perencanaan kebijakan dan intervensi kesehatan mental maternal berbasis bukti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi faktor risiko yang berkaitan dengan depresi postpartum di Indonesia. Metode: desain deskriptif dengan analisis data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Sampel mencakup seluruh anggota rumah tangga terpilih yaitu 222.526, yang memenuhi kriteria survei di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Variabel meliputi: status depresi postpartum, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, paritas, riwayat abortus, dan komplikasi kehamilan. Status depresi postpartum dinilai menggunakan Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas ibu dengan depresi postpartum berada pada usia 20–35 tahun dan >35 tahun. Tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sebagian besar responden tidak bekerja, dan mayoritas berstatus menikah. Hampir seluruh responden mengalami depresi ringan hingga sedang, sementara depresi berat ditemukan dalam proporsi yang sangat kecil. Dari aspek obstetri, sebagian besar responden merupakan multipara, tidak memiliki riwayat abortus, dan tidak mengalami komplikasi kehamilan. Kesimpulan: Depresi postpartum di Indonesia ditemukan pada berbagai kelompok ibu dengan karakteristik demografis dan obstetri yang relatif beragam. Temuan ini menegaskan bahwa depresi postpartum tidak terbatas pada kelompok berisiko klinis tinggi, sehingga diperlukan pendekatan promotif dan preventif yang bersifat universal melalui skrining kesehatan mental maternal yang terintegrasi dalam pelayanan antenatal dan postpartum.
Title: Gambaran distribusi frekuensi faktor risiko depresi postpartum di wilayah Indonesia
Description:
Pendahuluan: Depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental maternal yang berdampak luas terhadap ibu, bayi, keluarga, dan masyarakat.
Kondisi ini masih sering tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia.
Berbagai faktor demografis, obstetri, psikologis, dan sosial diketahui berkontribusi terhadap kejadian depresi postpartum, sehingga pemetaan faktor risiko menjadi penting sebagai dasar perencanaan kebijakan dan intervensi kesehatan mental maternal berbasis bukti.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi faktor risiko yang berkaitan dengan depresi postpartum di Indonesia.
Metode: desain deskriptif dengan analisis data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023.
Sampel mencakup seluruh anggota rumah tangga terpilih yaitu 222.
526, yang memenuhi kriteria survei di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Variabel meliputi: status depresi postpartum, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, paritas, riwayat abortus, dan komplikasi kehamilan.
Status depresi postpartum dinilai menggunakan Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI).
Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil: Mayoritas ibu dengan depresi postpartum berada pada usia 20–35 tahun dan >35 tahun.
Tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sebagian besar responden tidak bekerja, dan mayoritas berstatus menikah.
Hampir seluruh responden mengalami depresi ringan hingga sedang, sementara depresi berat ditemukan dalam proporsi yang sangat kecil.
Dari aspek obstetri, sebagian besar responden merupakan multipara, tidak memiliki riwayat abortus, dan tidak mengalami komplikasi kehamilan.
Kesimpulan: Depresi postpartum di Indonesia ditemukan pada berbagai kelompok ibu dengan karakteristik demografis dan obstetri yang relatif beragam.
Temuan ini menegaskan bahwa depresi postpartum tidak terbatas pada kelompok berisiko klinis tinggi, sehingga diperlukan pendekatan promotif dan preventif yang bersifat universal melalui skrining kesehatan mental maternal yang terintegrasi dalam pelayanan antenatal dan postpartum.

Related Results

GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
GAMBARAN DEPRESI PADA LANSIA DI POSBINDU PUSKESMAS KOTA MANAGAISAKI KABUPATEN TOLITOLI
Lansia di Indonesia setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Seiring bertambahnya usia maka akan terjadi perubahan fisik, kognitif, dan psikososial yang merupakan dampak negatif...
KEHAMILAN REMAJA DENGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU POSTPARTUM
KEHAMILAN REMAJA DENGAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU POSTPARTUM
Depresi  menduduki  peringkat  keempat  penyakit  di  dunia  dan  diperkirakan menjadi urutan kedua pada tahun 2020. Remaja merupakan kelompok penduduk yang perlu mendapatkan perha...
TINGKAT DEPRESI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS MOROKREMBANGAN SURABAYA
TINGKAT DEPRESI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS MOROKREMBANGAN SURABAYA
ABSTRAKDepresi postpartum adalah depresi setelah melahirkan yang berlangsung selama berbulan-bulan dan kadang mereka tidak menyadari bahwa yang sedang dialaminya merupakan penyakit...
Hubungan Dukungan Suami dengan Risiko Depresi Postpartum
Hubungan Dukungan Suami dengan Risiko Depresi Postpartum
Masa postpartum merupakan periode adaptasi fisik dan psikologis bagi ibu setelah melahirkan. Perubahan psikologis yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi...
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Memori merupakan kemampuan untuk menyimpan, mempertahankan, dan mengingat informasi dari pengalaman masa lalu pada otak manusia berperan dalam proses belajar. Banyak hal yang mempe...
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Pengaruh Penerapan Reminiscence Therapy Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia
Lansia sebagai tahap akhir siklus kehidupan sering diwarnai dengan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga banyak mengalami depresi. World Health Orgalenization menyatak...
Pencegahan depresi postpartum: Review dan rekomendasi
Pencegahan depresi postpartum: Review dan rekomendasi
Perbaikan kesehatan ibu postpartum dan bayi adalah salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia. Postpartum/puerperium merupakan waktu yang diperlukan untuk memulihkan k...
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
Salah satu masalah dalam kegiatan konstruksi adalah risiko keterlambatan proyek konstruksi. Proyek The Himana Condotel terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa pelaksan...

Back to Top