Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Memahami Konstruksi Teologi Keindahan

View through CrossRef
True beauty brings our joy in knowing and loving everything. God is perfect, while humans are limited. True love and joy breeds love for everything as they are. True happiness is always related to our true knowledge and love of true beauty and goodness. Based on this condition, this article tries to trace the source of that true beauty to God. The conceptual frame offered in this article is looking at God in the theology of beauty. This frame is obtained through library research methods on various relevant books and journals. This study concludes that if we do not love God as God exists or loves anything above all things, we do not have true joy in loving God. Abstrak Keindahan sejati mendatangkan kegembiraan kita dalam mengetahui dan mencintai segala sesuatu. Allah itu sempurna, sedangkan manusia itu terbatas. Cinta dan kegembiraan sejati melahirkan cinta terhadap segala sesuatu sebagaimana mereka ada. Kebahagiaan sejati selalu berhubungan dengan pengetahuan dan cinta kita yang sejati terhadap keindahan dan kebaikan sejati. Berpijak pada kondisi ini, artikel ini mencoba menelusuri sumber keindahan sejati tersebut pada Allah. Bingkai konseptual yang ditawarkan pada artikel ini yaitu memandang Allah dalam teologi keindahan. Bingkai ini diperoleh melalui metode penelitian pustaka terhadap berbagai buku dan jurnal yang relevan. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa jika kita tidak mencintai Allah sebagaimana Allah ada atau mencintai apapun di atas segala sesuatu, kita tidak memiliki kegembiraan sejati dalam mencintai Allah.
Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta
Title: Memahami Konstruksi Teologi Keindahan
Description:
True beauty brings our joy in knowing and loving everything.
God is perfect, while humans are limited.
True love and joy breeds love for everything as they are.
True happiness is always related to our true knowledge and love of true beauty and goodness.
Based on this condition, this article tries to trace the source of that true beauty to God.
The conceptual frame offered in this article is looking at God in the theology of beauty.
This frame is obtained through library research methods on various relevant books and journals.
This study concludes that if we do not love God as God exists or loves anything above all things, we do not have true joy in loving God.
Abstrak Keindahan sejati mendatangkan kegembiraan kita dalam mengetahui dan mencintai segala sesuatu.
Allah itu sempurna, sedangkan manusia itu terbatas.
Cinta dan kegembiraan sejati melahirkan cinta terhadap segala sesuatu sebagaimana mereka ada.
Kebahagiaan sejati selalu berhubungan dengan pengetahuan dan cinta kita yang sejati terhadap keindahan dan kebaikan sejati.
Berpijak pada kondisi ini, artikel ini mencoba menelusuri sumber keindahan sejati tersebut pada Allah.
Bingkai konseptual yang ditawarkan pada artikel ini yaitu memandang Allah dalam teologi keindahan.
Bingkai ini diperoleh melalui metode penelitian pustaka terhadap berbagai buku dan jurnal yang relevan.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa jika kita tidak mencintai Allah sebagaimana Allah ada atau mencintai apapun di atas segala sesuatu, kita tidak memiliki kegembiraan sejati dalam mencintai Allah.

Related Results

HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
HUBUNGAN TEOLOGI BIBLIKA DENGAN DIVISI-DIVISI LAIN DALAM DISIPLIN ILMU TEOLOGI
Abstract: The Bible is the holy book of Christians. In the academic field of theology, the Bible is the main capital of the book which is the subject that must be learned. Learn th...
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Evaluasi Kristis Pandangan Teologi Kemakmuran Tentang Pemahaman Makna Penderitaan
Teologi kemakmuran merupakan salah satu gerakan yang muncul dan menjadi satu fenomena tersendiri yang sangat mempengaruhi kehidupan keKristenan sejak abad ke-20.  Bagi teologi kema...
Aspek Hukum dalam Konstruksi dan Administrasi Konstruksi di Indonesia
Aspek Hukum dalam Konstruksi dan Administrasi Konstruksi di Indonesia
Sektor konstruksi di Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, sektor ini juga mengha...
Book Review: Teologi Multikultural
Book Review: Teologi Multikultural
Istilah teologi multikultural memang sudah terlanjur digunakan dalam pengertian teologi yang didisain atau diramu (dikominasi) dari semua unsur nilai yang ada dalam setiap agama da...
ANALISIS RISIKO LAHAN HIBAH PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN NIAS SELATAN
ANALISIS RISIKO LAHAN HIBAH PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN NIAS SELATAN
Nias Selatan sebagai daerah otonomi baru, pembangunan di berbagai bidang terus ditingkatkan terutama di bidang konstruksi. Namun demikian, pekerjaan proyek konstruksi sering ...
Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi via e-katalog menggunakan metode AHP
Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi via e-katalog menggunakan metode AHP
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan sistem pengambilan keputusan dalam pemilihan penyedia jasa konstruksi melalui mekanisme e-purchasing (e-katalog konstr...
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Inkulturasi dalam Ibadah Suatu Tinjauan Pastoral Teologis
Dalam kenyataan hidup orang kristen pada umumnya dan katolik pada khususnya terdapat aneka bentuk pelayanan. Pelayanan yang lebih dikenal dengan istilah: pastoral (Indonesia) dari ...
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
Teologi mistik, yang memfokuskan diri pada penyatuan diri antara manusia dengan Allah, seringkali dipandang sebagai teologi yang tidak menyentuh masalah-masalah kehidupan secara ko...

Back to Top