Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Homoseksualitas Dalam Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Maqashid Qur’an: Telaah Atas Pemikiran Ibnu ‘Asyur Dalam Tafsir

View through CrossRef
Homoseksual adalah penyimpangan seksual, perlakuan ini pertama kali di lakukan oleh kaum Nabi Luth A.s yang di sebut dengan kaum Liwat atau kaum Sodom, dan perlakuan mereka tersebut di sebutkan di dalam 4 surah dengan Sebutan al-Fahisyah, Mujrimin, Musrifin, Mufsidin, dan Tajhalun, dari kalimat-kalimat tersebut menunjukkan bahwa perilaku Homoseksual sangat bertentangan dengan fitrah Manusia dan Maqashid al-Qur’an yang menjadi alasan dilarangnya perbuatan-perbuatan tercela, dan salah satu mufassir yang memfokuskan penafsiarnnya ke dalam Maqashid al-Qur’an adalah Thahir Ibnu Asyur. Penelian mencoba untuk mengkaji bagaiamana pengaharaman Homoseksual dalam al-Qur’an dan Pengaruhnya terhadap Maqashid al-Qur’an Menurut Thahir Ibnu Asyur. Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif dan Analisis, metode Deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan objek pada data-data yang terkumpul, dan metode Analisis digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul, sehingga dapat menjelaskan bagaiamana pandangan Thahir Ibnu Asyur dalam Pengharaman Homoseksual beserta pengaruhnya terhadap Maqashid al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini bahwa pengaharaman Homoseksual sangat berpengaruh terhadap Maqashid al-Qur’an yaitu pertama, merusak aqidah (Ishlahul I’tiqad wa ta’lim al-aqdi as-soshih), kedua, merusak Akhlaq (Tahdzibu al-Akhlaq), ketiga, melanggar syari’at (at-Tasyri’), keempat, menghancurkan persatuan (Siyasatu al-Ummah), kelima, umat yang durhaka (al-Qisas wa akhbar ummah as-Salifah), contoh umat durhaka (at-Ta’lim fima yunasibu halati ‘asri al-Mukhotobin), Dan dari pengharaman Homoseksual itulah yang menjaga keseimbangan dari Maqashid al-Qur’an.
Title: Homoseksualitas Dalam Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Maqashid Qur’an: Telaah Atas Pemikiran Ibnu ‘Asyur Dalam Tafsir
Description:
Homoseksual adalah penyimpangan seksual, perlakuan ini pertama kali di lakukan oleh kaum Nabi Luth A.
s yang di sebut dengan kaum Liwat atau kaum Sodom, dan perlakuan mereka tersebut di sebutkan di dalam 4 surah dengan Sebutan al-Fahisyah, Mujrimin, Musrifin, Mufsidin, dan Tajhalun, dari kalimat-kalimat tersebut menunjukkan bahwa perilaku Homoseksual sangat bertentangan dengan fitrah Manusia dan Maqashid al-Qur’an yang menjadi alasan dilarangnya perbuatan-perbuatan tercela, dan salah satu mufassir yang memfokuskan penafsiarnnya ke dalam Maqashid al-Qur’an adalah Thahir Ibnu Asyur.
Penelian mencoba untuk mengkaji bagaiamana pengaharaman Homoseksual dalam al-Qur’an dan Pengaruhnya terhadap Maqashid al-Qur’an Menurut Thahir Ibnu Asyur.
Metode yang digunakan adalah metode Deskriptif dan Analisis, metode Deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan objek pada data-data yang terkumpul, dan metode Analisis digunakan untuk menganalisis data yang terkumpul, sehingga dapat menjelaskan bagaiamana pandangan Thahir Ibnu Asyur dalam Pengharaman Homoseksual beserta pengaruhnya terhadap Maqashid al-Qur’an.
Hasil dari penelitian ini bahwa pengaharaman Homoseksual sangat berpengaruh terhadap Maqashid al-Qur’an yaitu pertama, merusak aqidah (Ishlahul I’tiqad wa ta’lim al-aqdi as-soshih), kedua, merusak Akhlaq (Tahdzibu al-Akhlaq), ketiga, melanggar syari’at (at-Tasyri’), keempat, menghancurkan persatuan (Siyasatu al-Ummah), kelima, umat yang durhaka (al-Qisas wa akhbar ummah as-Salifah), contoh umat durhaka (at-Ta’lim fima yunasibu halati ‘asri al-Mukhotobin), Dan dari pengharaman Homoseksual itulah yang menjaga keseimbangan dari Maqashid al-Qur’an.

Related Results

DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Abstract The era of disruption has presented a new phenomenon in wedding procedures, namely digital weddings.  The emergence of digital marriage raises questions about its validity...
Telaah Atas Konsep Khilafah Al-Mawardi (Studi Deskriptif Analisis)
Telaah Atas Konsep Khilafah Al-Mawardi (Studi Deskriptif Analisis)
<p><strong>Abstract</strong><strong></strong></p><p>Al-Mawardi was a Muslim scholar who was very well known for his Islamic political theo...
Konvergensi Epistemologi Barat dalam Tafsir Ibnu Asyur
Konvergensi Epistemologi Barat dalam Tafsir Ibnu Asyur
Tafsir Al-Qur'an penting sekali karena menjadi jalan untuk memahami kalamullah, atau Al-Qur'an, sebagai pedoman hidup manusia. Tafsir Al-Qur'an memiliki banyak keutamaan, di antara...
Pemikiran Ibn Āsyūr Tentang Qawai’d Al-Maqāṣid Al-Lughawiyah Serta Implikasinya Dalam Menafsirkan Al-Qur’an
Pemikiran Ibn Āsyūr Tentang Qawai’d Al-Maqāṣid Al-Lughawiyah Serta Implikasinya Dalam Menafsirkan Al-Qur’an
Artikel ini membahas tentang pemikiran Ibn ‘Asyur tentang al-Qawaid al-Maqasidi al-Lughawiyah serta impilkasinya dalam menafsirkan Al-Qur’an. Tafsir maqasidi sebagai salah satu cor...

Back to Top