Javascript must be enabled to continue!
Tradisi Ngitung Batih Suranan di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek
View through CrossRef
Tradhisi Ngitung Batih Suronan yang berada di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ini merupakan salah satu acara rutin yang setiap taun diadakan pada malam 1 Suro. Acara tersebut diselenggarakan untuk menyambut datangnya tahun baru dan salah satu acara yang dianggap penting dan sakral untuk masyarakat Dongko. Ngitung berarti Ngitung, dan batih artinya jumlah anggota keluarga, termasuk keluarga sendiri dalam satu rumah. Tradhisi Ngitung Batih Suranan ini merupakan salah satu warisan budaya dari leluhur yang sudah dilakukan secara turun temurun hingga sekarang, mempunyai tujuan supaya mendapat kemakmuran dan ketentetraman lahir dan batin, diberi kesehatan lan keselamatan. Penelitian ini mempunyai tujuan mendiskripsikan tradisi Ngitung Batih Suranan dengan menggunakan konsep folklor, bermula dari sejarahnya, perlengkapan serta maknanya, proses jalanya acara, fungsinya dan perubahan budaya didalam tradisi ini. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian folklor setengah lisan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian menggunakan sumber primer dan sekunder. Teknik analisis data menggunakan teori perubahan budaya. Perubahan budaya dalam tradisi Ngitung Batih zaman sekarang sudah mengadakan acara berskala besar dengan berbagai kegiatan yang dikelola oleh Pemerintahan Desa Dongko dan Pemerintahan Kabupaten Trenggalek. Faktor yang menyebakan perubahan budaya tradhisi Ngitung Batih dibagi menjadi dua, internal dan eksternal.;
Kata Kunci : Ngitung Batih, Suronan, Folklor, Sakral
Title: Tradisi Ngitung Batih Suranan di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek
Description:
Tradhisi Ngitung Batih Suronan yang berada di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek ini merupakan salah satu acara rutin yang setiap taun diadakan pada malam 1 Suro.
Acara tersebut diselenggarakan untuk menyambut datangnya tahun baru dan salah satu acara yang dianggap penting dan sakral untuk masyarakat Dongko.
Ngitung berarti Ngitung, dan batih artinya jumlah anggota keluarga, termasuk keluarga sendiri dalam satu rumah.
Tradhisi Ngitung Batih Suranan ini merupakan salah satu warisan budaya dari leluhur yang sudah dilakukan secara turun temurun hingga sekarang, mempunyai tujuan supaya mendapat kemakmuran dan ketentetraman lahir dan batin, diberi kesehatan lan keselamatan.
Penelitian ini mempunyai tujuan mendiskripsikan tradisi Ngitung Batih Suranan dengan menggunakan konsep folklor, bermula dari sejarahnya, perlengkapan serta maknanya, proses jalanya acara, fungsinya dan perubahan budaya didalam tradisi ini.
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian folklor setengah lisan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Sumber data penelitian menggunakan sumber primer dan sekunder.
Teknik analisis data menggunakan teori perubahan budaya.
Perubahan budaya dalam tradisi Ngitung Batih zaman sekarang sudah mengadakan acara berskala besar dengan berbagai kegiatan yang dikelola oleh Pemerintahan Desa Dongko dan Pemerintahan Kabupaten Trenggalek.
Faktor yang menyebakan perubahan budaya tradhisi Ngitung Batih dibagi menjadi dua, internal dan eksternal.
;
Kata Kunci : Ngitung Batih, Suronan, Folklor, Sakral.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan realisasi program kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat, da...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
NILAI BUDAYA DAN IMPLEMENTASI PANCASILA PADA TRADISI MANTEN KUCING DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
<p>Tradisi Manten Kucing adalah tradisi yang cukup terkenal di Kabupaten Tulungagung. Tradisi Manten Kucing masih rutin dilaksanakan di salah satu desa yang ada di Kabupaten ...
Skripsi Nurhamidah Lubis
Skripsi Nurhamidah Lubis
Tuor merupakan tradisi turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Mandailing. Disamping itu tuor menjadi hukum yang tidak tertulis namun memiliki nilai historis dan soiologis. Pemb...

