Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Efektivitas Kelembagaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Tebo Timur Unit X

View through CrossRef
ABSTRACT KPH is an organization that works at the site level and is expected to be a prerequisite for the implementation of a sustainable and just forest management system. The purpose of this study was to analyze the level of institutional effectiveness and determine the driving and inhibiting factors in the management of KPHP Tebo Timur Unit X. The sampling method used was purposive sampling method with 29 informants sampled. This type of research uses quantitative and qualitative approaches. In data analysis, the method used is a combined method of quantitative and qualitative data analysis, namely semi-structured interviews (questionnaires) and tested with a Likert scale. The results of the analysis show that the level of institutional effectiveness in KPHP Tebo Timur Unit X is in the fairly effective category. The driving factors in KPHP management are the high motivation of the community towards social forestry, easy accessibility, support from related agencies and the existence of references in forest management plans.   Keywords: KPH, effectiveness, institutional, driving factors, prevention factors.   ABSTRAK KPH adalah organisasi yang berkerja di tingkat tapak dan diharapkan menjadi prasyarat dari terlaksananya sistem pengelolaan hutan yang lestari dan berkeadilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efektivitas kelembagaan dan mengetahui faktor-faktor pendorong serta penghambat dalam pengelolaan KPHP Tebo Timur Unit X. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling dengan 29 informan yang dijadikan sampel. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.  Dalam analisis data metode yang digunakan yaitu metode gabungan antara analisis data kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan wawancara semi terstruktur (kuesioner) dan diuji dengan skala likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat efektivitas kelembagaan di KPHP Tebo Timur Unit X tergolong dalam kategori cukup efektif. Adapun faktor pendorong dalam pengelolaan KPHP adalah motivasi yang tinggi dari masyarakat terhadap perhutanan sosial, kemudahan aksesbilitas, adanya dukungan dari instansi terkait dan adanya acuan dalam rencana pengelolaan hutan.   Kata kunci: KPH, efektivitas, kelembagaan, faktor pendorong, faktor penghambat
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Analisis Efektivitas Kelembagaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Tebo Timur Unit X
Description:
ABSTRACT KPH is an organization that works at the site level and is expected to be a prerequisite for the implementation of a sustainable and just forest management system.
The purpose of this study was to analyze the level of institutional effectiveness and determine the driving and inhibiting factors in the management of KPHP Tebo Timur Unit X.
The sampling method used was purposive sampling method with 29 informants sampled.
This type of research uses quantitative and qualitative approaches.
In data analysis, the method used is a combined method of quantitative and qualitative data analysis, namely semi-structured interviews (questionnaires) and tested with a Likert scale.
The results of the analysis show that the level of institutional effectiveness in KPHP Tebo Timur Unit X is in the fairly effective category.
The driving factors in KPHP management are the high motivation of the community towards social forestry, easy accessibility, support from related agencies and the existence of references in forest management plans.
  Keywords: KPH, effectiveness, institutional, driving factors, prevention factors.
  ABSTRAK KPH adalah organisasi yang berkerja di tingkat tapak dan diharapkan menjadi prasyarat dari terlaksananya sistem pengelolaan hutan yang lestari dan berkeadilan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efektivitas kelembagaan dan mengetahui faktor-faktor pendorong serta penghambat dalam pengelolaan KPHP Tebo Timur Unit X.
Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode Purposive Sampling dengan 29 informan yang dijadikan sampel.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
  Dalam analisis data metode yang digunakan yaitu metode gabungan antara analisis data kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan wawancara semi terstruktur (kuesioner) dan diuji dengan skala likert.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat efektivitas kelembagaan di KPHP Tebo Timur Unit X tergolong dalam kategori cukup efektif.
Adapun faktor pendorong dalam pengelolaan KPHP adalah motivasi yang tinggi dari masyarakat terhadap perhutanan sosial, kemudahan aksesbilitas, adanya dukungan dari instansi terkait dan adanya acuan dalam rencana pengelolaan hutan.
  Kata kunci: KPH, efektivitas, kelembagaan, faktor pendorong, faktor penghambat.

Related Results

PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA TEBO JAYA 1990-2010
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI DESA TEBO JAYA 1990-2010
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebangkitan kembali aktivitas penanaman kelapa sawit di Desa Tebo jaya periode 1990-2010 serta pengaruhnya terhadap ekonomi pedu...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Sumatera Barat merupakan salah satu KPH Model yang dibentuk oleh pemerintah. KPH dibentuk untuk memastikan pengelolaan hutan tetap lestari dan b...
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pelestarian Hutan melalui Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
Paper ini merupakan hasil penelitian terhadap Program Perhutanan Sosial berbasis masyarakat sekitar hutan sebagai pengelola hutan bersama Perum Perhutani. Program tersebut bernama ...
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
Analisis Pendapatan Kelompok Tani Hutan Wana Mitra Lestari Terhadap Kemitraan Kehutanan di Desa Napal Putih
ABSTRACT The Wana Mitra Lestari Forest Farmer Group is one of the forest farmer groups located in Napal Putih Village, Serai Serumpun District. The forest work area managed by KTH...

Back to Top