Javascript must be enabled to continue!
Dampak Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Lahan Perkebunan Terhadap Kualitas Fisik Tanah
View through CrossRef
ABSTRACT
The conversion of land from forest land to plantation land causes the surface of the land to be exposed for quite a long time. This results in rapid decomposition of organic matter so that the organic matter content in the soil decreases rapidly. As a result, there was a decline in physical quality. The research was descriptive exploratory, with a field survey approach using a 1:10,000 scale work map and supported by soil analysis in the laboratory. Representative areas were selected using the Stratified Random Sampling method for three types of land use, namely rubber plantations, oil palm plantations and shrubs. Each soil sample was taken randomly 3 times on a slope of 3-8%. Sampling was carried out at depths of 0-30 cm and 31-60 cm. The parameters observed in this research were soil texture (pipette method), soil structure (field observations), soil organic matter content (Walkley & Black method), soil volume weight (gravimetric method), porosity (based on calculations), soil permeability (De Boodt method), and available soil water content (Plate Apparatus-Gravimetric method). The research results show that the conversion of secondary forest land to plantation land has an impact on reducing organic matter content, soil porosity, soil permeability, and available soil water content and increasing soil volume weight. It is necessary to conduct further studies on the impact of land conversion on the quality of soil chemical properties and find solutions so that the decline in soil quality that has occurred is slowed.
Keywords: conversion, degradation, forest, physical quality
ABSTRAK
Alih fungsi lahan dari lahan hutan menjadi lahan perkebunan menyebabkan terbukanya permukaan lahan dalam waktu yang cukup lama. Hal ini mengakibatkan terjadinya dekomposisi bahan organik secara cepat sehingga kandungan bahan organik di dalam tanah menurun secara cepat. Akibatnya terjadi penurunan kualitas fisik Penelitian bersifat deskriptif eksploratif, dengan pendekatan survei lapangan menggunakan peta kerja skala 1:10.000 dan didukung analisis tanah di laboratorium. Pemilihan area pewakil dengan menggunakan metode Stratafied Random Sampling pada tiga macam tipe penggunaan lahan yaitu lahan kebun karet, kebun kelapa sawit, dan semak belukar. Sampel tanah diambil masing-masing secara acak sebanyak 3 kali ulangan pada kemiringan lereng 3-8 %. Pengambilan sampel dilakukan pada kedalaman 0-30 cm dan 31-60 cm. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tekstur tanah (metode pipet), struktur tanah (pengamatan di lapangan), kandungan bahan organik tanah (metode Walkley & Black), berat volume tanah (metode gravimetri), porositas (berdasarkan perhitungan), permeabilitas tanah (metode De Boodt), dan kadar air tanah tersedia (metode Plate Apparatus-Gravimetri). Hasil penelitian menunjukkan alih fungsi lahan hutan sekunder menjadi lahan perkebunan berdampak pada penurunan kandungan bahan organik, porositas tanah, permeabilitas tanah, dan kadar air tanah tersedia dan peningkatan berat volume tanah. Perlu dilakukan kajian lanjut dampak alih fungsi lahan terhadap kualitas sifat kimia tanah dan menemukan solusi agar penurunan kualitas tanah yang telah terjadi diperlambat.
Kata kunci: degradasi, hutan, konversi, kualitas fisik
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Dampak Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Lahan Perkebunan Terhadap Kualitas Fisik Tanah
Description:
ABSTRACT
The conversion of land from forest land to plantation land causes the surface of the land to be exposed for quite a long time.
This results in rapid decomposition of organic matter so that the organic matter content in the soil decreases rapidly.
As a result, there was a decline in physical quality.
The research was descriptive exploratory, with a field survey approach using a 1:10,000 scale work map and supported by soil analysis in the laboratory.
Representative areas were selected using the Stratified Random Sampling method for three types of land use, namely rubber plantations, oil palm plantations and shrubs.
Each soil sample was taken randomly 3 times on a slope of 3-8%.
Sampling was carried out at depths of 0-30 cm and 31-60 cm.
The parameters observed in this research were soil texture (pipette method), soil structure (field observations), soil organic matter content (Walkley & Black method), soil volume weight (gravimetric method), porosity (based on calculations), soil permeability (De Boodt method), and available soil water content (Plate Apparatus-Gravimetric method).
The research results show that the conversion of secondary forest land to plantation land has an impact on reducing organic matter content, soil porosity, soil permeability, and available soil water content and increasing soil volume weight.
It is necessary to conduct further studies on the impact of land conversion on the quality of soil chemical properties and find solutions so that the decline in soil quality that has occurred is slowed.
Keywords: conversion, degradation, forest, physical quality
ABSTRAK
Alih fungsi lahan dari lahan hutan menjadi lahan perkebunan menyebabkan terbukanya permukaan lahan dalam waktu yang cukup lama.
Hal ini mengakibatkan terjadinya dekomposisi bahan organik secara cepat sehingga kandungan bahan organik di dalam tanah menurun secara cepat.
Akibatnya terjadi penurunan kualitas fisik Penelitian bersifat deskriptif eksploratif, dengan pendekatan survei lapangan menggunakan peta kerja skala 1:10.
000 dan didukung analisis tanah di laboratorium.
Pemilihan area pewakil dengan menggunakan metode Stratafied Random Sampling pada tiga macam tipe penggunaan lahan yaitu lahan kebun karet, kebun kelapa sawit, dan semak belukar.
Sampel tanah diambil masing-masing secara acak sebanyak 3 kali ulangan pada kemiringan lereng 3-8 %.
Pengambilan sampel dilakukan pada kedalaman 0-30 cm dan 31-60 cm.
Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tekstur tanah (metode pipet), struktur tanah (pengamatan di lapangan), kandungan bahan organik tanah (metode Walkley & Black), berat volume tanah (metode gravimetri), porositas (berdasarkan perhitungan), permeabilitas tanah (metode De Boodt), dan kadar air tanah tersedia (metode Plate Apparatus-Gravimetri).
Hasil penelitian menunjukkan alih fungsi lahan hutan sekunder menjadi lahan perkebunan berdampak pada penurunan kandungan bahan organik, porositas tanah, permeabilitas tanah, dan kadar air tanah tersedia dan peningkatan berat volume tanah.
Perlu dilakukan kajian lanjut dampak alih fungsi lahan terhadap kualitas sifat kimia tanah dan menemukan solusi agar penurunan kualitas tanah yang telah terjadi diperlambat.
Kata kunci: degradasi, hutan, konversi, kualitas fisik.
Related Results
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN PENDUDUK DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN PENDUDUK DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perubahan fungsi lahan pertanian, 2) Dampaknya alih fungsi lahan terhadap kehidupan pendudukyang meliputi luas kepemilikan lahan, alih...
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih fungsi lahan dapat diartikan sebagai berubahnya fungsi sebagian atau seluruh kawasan dari fungsinya semula, seperti direncanakan menjadi fungsi lain yang berdampak negatif ter...
Penetapan Pola Rehabilitasi Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi
Penetapan Pola Rehabilitasi Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi
Seluas 5.000 hektare areal hutan lindung gambut Sungai Bram Itam telah mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang didominasi oleh perkebunan sawit, pinang, d...
Alih Kode dalam Video Blog Farida Nurhan pada Youtube
Alih Kode dalam Video Blog Farida Nurhan pada Youtube
Keragaman bahasa di Indonesia dapat memunculkan adanya peristiwa kontak bahasa. Munculnya kontak bahasa inilah yang menyebabkan adanya beberapa peristiwa, salah satunya adalah alih...
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PROSES PENGAJARAN BAHASA INDONESIA
Alih kode dan campur kode merupakan salah satu fenomena di lingkungan sekolah berbasis kurikulum internasional saat ini.Alih kode dan campur kode tidak hanya terjadi di luar kelas ...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...

