Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kekerasan di Bawah Rezim Taliban dalam Novel The Breadwinner Karya Deborah Ellis

View through CrossRef
Penelitian ini membahas bentuk-bentuk kekerasan yang digambarkan dalam novel The Breadwinner karya Deborah Ellis dengan menggunakan teori kekerasan Johan Galtung, yang meliputi kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana ketiga bentuk kekerasan tersebut muncul dalam konteks kekerasan yang terjadi di bawah kekuasaan Taliban. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif, dimana data dikumpulkan melalui teknik baca catat dan dianalisis menggunakan model analisis data Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel The Breadwinner terdapat 12 data yang menunjukan kekerasan langsung yang digambarkan melalui tindakan secara langsung yang dilakukan oleh Taliban seperti pemukulan, penyiksaan, dan pembunuhan; 21 data yang menunjukan kekerasan struktural yang terlihat melalui sistem yang menindas yang dibuat oleh Taliban; dan 4 data yang menunjukan kekerasan kultural yang berupa patriarki dan agama yang disalahpahami yang mendukung terjadinya kekerasan langsung dan kekerasan struktural.
Title: Kekerasan di Bawah Rezim Taliban dalam Novel The Breadwinner Karya Deborah Ellis
Description:
Penelitian ini membahas bentuk-bentuk kekerasan yang digambarkan dalam novel The Breadwinner karya Deborah Ellis dengan menggunakan teori kekerasan Johan Galtung, yang meliputi kekerasan langsung, struktural, dan kultural.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana ketiga bentuk kekerasan tersebut muncul dalam konteks kekerasan yang terjadi di bawah kekuasaan Taliban.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan objektif, dimana data dikumpulkan melalui teknik baca catat dan dianalisis menggunakan model analisis data Miles, Huberman, dan Saldana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel The Breadwinner terdapat 12 data yang menunjukan kekerasan langsung yang digambarkan melalui tindakan secara langsung yang dilakukan oleh Taliban seperti pemukulan, penyiksaan, dan pembunuhan; 21 data yang menunjukan kekerasan struktural yang terlihat melalui sistem yang menindas yang dibuat oleh Taliban; dan 4 data yang menunjukan kekerasan kultural yang berupa patriarki dan agama yang disalahpahami yang mendukung terjadinya kekerasan langsung dan kekerasan struktural.

Related Results

Gambaran Perjuangan Anak sebagai Pencari Nafkah (Analisis Isi pada Film the Breadwinner Karya Deborah Elis)
Gambaran Perjuangan Anak sebagai Pencari Nafkah (Analisis Isi pada Film the Breadwinner Karya Deborah Elis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran anak-anak sebagai pencari nafkah pada film animasi The Breadwinner Karya Deborah Ellis. Metode yang digunakan dalam penelitian in...
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Kekerasan dalam Novel Dari Dalam Kubur Karya Soe Tjen Marching: Perspektif Johan Galtung
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan yang terdapat dalam novel Dari Dalam Kubur karya Soe Tjen Marching menggunakan perspektif Johan Galtung. Tujuan dilakukannya penel...
POTRET KEKERASAN DALAM NOVEL HUJAN DAN TEDUH KARYA WULAN DEWATRA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
POTRET KEKERASAN DALAM NOVEL HUJAN DAN TEDUH KARYA WULAN DEWATRA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk-bentuk kekerasan dalam novelHujan dan Teduh karya Wulan Dewatra, (2) faktor penyebab kekerasan dalam novel Hujan dan Tedu...
Taliban 2.0: Transisi Pendekatan Komunikasi Politik Taliban Dalam Membangun Citra Demokrasi
Taliban 2.0: Transisi Pendekatan Komunikasi Politik Taliban Dalam Membangun Citra Demokrasi
Penarikan pasukan Amerika Serikat pada tahun 2021 menjadi pertanda kembalinya Taliban setelah dua dekade absen dari tampuk kekuasaannya di Afganistan. Akibat rekam jejak Taliban ya...
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
“Jika Ditampar Pipi Kanan, Beri Pipi Kiri”: Pacifisme Kristen sebagai Wujud Iman dalam Pendamaian (Reconciliation) dan Perdamaian (Peace)
Perlawanan tanpa kekerasan sering dikaitkan dengan istilah pacifisme. Istilah pacifisme berasal dari bahasa Latin yaitu paci- yang berarti “perdamaian” dan –ficus yang berarti “mem...
PRAKTIK POLITIK ISLAM: KEPEMIMPINAN TALIBAN DI AFGHANISTAN DALAM TINJAUAN POLITIK ISLAM KAWASAN
PRAKTIK POLITIK ISLAM: KEPEMIMPINAN TALIBAN DI AFGHANISTAN DALAM TINJAUAN POLITIK ISLAM KAWASAN
AbstractThe ideological confrontation between nationalism, marxism and absolute monarchy, and Islamic fundamentalism has succeeded in constructing Afghanistan as an Islamic country...
The Taliban Takeover in Afghanistan and Security Paradox
The Taliban Takeover in Afghanistan and Security Paradox
After years of prolonged armed conflict and fighting with the United States and NATO, the Taliban seized power in Afghanistan on 15 August 2021, by overthrowing a 20-year-old repub...

Back to Top