Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI LATIHAN BARIS BERBARIS UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER DISIPLIN DI KALANGAN MAHASISWA

View through CrossRef
Abstract The character was introduced when the Indonesian nation experienced a multidimensional crisis, education was accused of failing to create quality human resources. Various efforts have been made to improve quality, such as updating the curriculum, increasing the budget or standardizing educational competencies. Character education is defined as an effort to instill intelligence in thinking, appreciation in the form of attitudes, and experience in the form of behavior that is in accordance with the noble values ​​that constitute one's identity. This activity was carried out at Tabunio Beach, Kecamatan Land of the Sea. The aim of this activity is to instill disciplinary character education through marching. The subjects of this community service are all Cadets/I of the Nusantara Maritime Academy Banjarmasin, academic year 2024/2025 with a total of 65 Cadets/I AMNUS Banjarmasin. This research technique is a questionnaire and documentation. Data for this activity was collected using questionnaires and documentation studies for data that will be used at the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy. The marching exercise to instill the character of discipline in the cadets of the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy is one of the steps to improve the abilities of the cadets, as well as instill the values ​​of discipline, self-discipline, togetherness, loyalty and a sense of responsibility from an early age. With this marching exercise, it is hoped that a spirit of discipline will be instilled in the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy cadets/cadets from an early age, because this is the key to success in achieving the desired goals. Marching Exercises include a variety of basic movements, such as correct perfect stance, rest in place stance, walking stance, and respect in place   Keywords: Marching line, Character, Discipline.   Abstrak Karakter mulai diperkenalkan ketika bangsa Indonesia mengalami krisis multidimensional, pendidikan dituding gagal dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas. Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki kualitas, seperti pembaruan kurikulum, peningkatan anggaran atau standardisasi kompetensi pendidikan. Pedidikan karakter diartikan sebagai upaya penanaman kecerdasan dalam berpikir, penghayatan dalam bentuk sikap, dan pengalaman dalam bentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya. Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Tabanio Kec. Tanah Laut. Tujuan pada kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter kedisiplinan melalui baris berbaris. Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah 65 Taruna/I AMNUS Banjarmasin. Teknik penelitian ini adalah angket (kuesioner) dan dokumentasi. Data pada kegiatan ini dikumpulkan menggunakan angket dan studi dokumentasi untuk data yang akan digunakan di Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin.                                          Latihan Baris Berbaris Menanamkan Karakter Kedisiplinan Terhadap Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan Taruna/I, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, kedisiplinan, kekompakan, loyalitas, dan rasa tanggung jawab sejak usia dini. Dengan adanya latihan baris berbaris ini, diharapkan jiwa disiplin akan tertanam pada Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin sejak dini, karena itu merupakan kunci keberhasilan dalam meraih cita-cita yang diidamkan. Latihan  Baris Berbaris mencakup berbagai gerakan dasar, seperti sikap sempurna yang benar, sikap istirahat di tempat, sikap berjalan, dan penghormatan di tempat.   Kata kunci: Baris berbaris, Karakter, Kedisiplinan.
Title: IMPLEMENTASI LATIHAN BARIS BERBARIS UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER DISIPLIN DI KALANGAN MAHASISWA
Description:
Abstract The character was introduced when the Indonesian nation experienced a multidimensional crisis, education was accused of failing to create quality human resources.
Various efforts have been made to improve quality, such as updating the curriculum, increasing the budget or standardizing educational competencies.
Character education is defined as an effort to instill intelligence in thinking, appreciation in the form of attitudes, and experience in the form of behavior that is in accordance with the noble values ​​that constitute one's identity.
This activity was carried out at Tabunio Beach, Kecamatan Land of the Sea.
The aim of this activity is to instill disciplinary character education through marching.
The subjects of this community service are all Cadets/I of the Nusantara Maritime Academy Banjarmasin, academic year 2024/2025 with a total of 65 Cadets/I AMNUS Banjarmasin.
This research technique is a questionnaire and documentation.
Data for this activity was collected using questionnaires and documentation studies for data that will be used at the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy.
The marching exercise to instill the character of discipline in the cadets of the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy is one of the steps to improve the abilities of the cadets, as well as instill the values ​​of discipline, self-discipline, togetherness, loyalty and a sense of responsibility from an early age.
With this marching exercise, it is hoped that a spirit of discipline will be instilled in the Banjarmasin Nusantara Maritime Academy cadets/cadets from an early age, because this is the key to success in achieving the desired goals.
Marching Exercises include a variety of basic movements, such as correct perfect stance, rest in place stance, walking stance, and respect in place   Keywords: Marching line, Character, Discipline.
  Abstrak Karakter mulai diperkenalkan ketika bangsa Indonesia mengalami krisis multidimensional, pendidikan dituding gagal dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas.
Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki kualitas, seperti pembaruan kurikulum, peningkatan anggaran atau standardisasi kompetensi pendidikan.
Pedidikan karakter diartikan sebagai upaya penanaman kecerdasan dalam berpikir, penghayatan dalam bentuk sikap, dan pengalaman dalam bentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Tabanio Kec.
Tanah Laut.
Tujuan pada kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter kedisiplinan melalui baris berbaris.
Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin, tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah 65 Taruna/I AMNUS Banjarmasin.
Teknik penelitian ini adalah angket (kuesioner) dan dokumentasi.
Data pada kegiatan ini dikumpulkan menggunakan angket dan studi dokumentasi untuk data yang akan digunakan di Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin.
                                         Latihan Baris Berbaris Menanamkan Karakter Kedisiplinan Terhadap Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan Taruna/I, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, kedisiplinan, kekompakan, loyalitas, dan rasa tanggung jawab sejak usia dini.
Dengan adanya latihan baris berbaris ini, diharapkan jiwa disiplin akan tertanam pada Taruna/I Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin sejak dini, karena itu merupakan kunci keberhasilan dalam meraih cita-cita yang diidamkan.
Latihan  Baris Berbaris mencakup berbagai gerakan dasar, seperti sikap sempurna yang benar, sikap istirahat di tempat, sikap berjalan, dan penghormatan di tempat.
  Kata kunci: Baris berbaris, Karakter, Kedisiplinan.

Related Results

PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAHASISWA
PENDIDIKAN KARAKTER PADA MAHASISWA
Sorotan tentang Pendidikan yang berbasis pada karakter sejak beberapa tahun lalu sudah mendapat menarik perhatian berbagai pihak. Beberapa pakar yang bependapat bahwa pendidikan ka...
LOZAN BARIŞ ANTLAŞMASI’NIN ONUNCU YIL DÖNÜMÜNDE BİR ALMAN: DR. HANNS FROEMBGEN’İN “ESSEN KONUŞMASI” VE DÜŞÜNDÜRDÜKLERİ
LOZAN BARIŞ ANTLAŞMASI’NIN ONUNCU YIL DÖNÜMÜNDE BİR ALMAN: DR. HANNS FROEMBGEN’İN “ESSEN KONUŞMASI” VE DÜŞÜNDÜRDÜKLERİ
Gazi Mustafa Kemal Atatürk’ün önderliğinde Türk milletinin gerçekleştirmiş olduğu Türk İstiklal Harbi 20. Yüzyılın önemli olaylarındandır. Bu mücadele sonrasında büyük bir zafer ka...
PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN TARUNA DI PIP MAKASSAR
PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN TARUNA DI PIP MAKASSAR
Pokok permasalahan yang dibahas dalam penelitian adalah Bagaimana pelaksanaanpendidikan karakter disiplin taruna / taruni mengenai disiplin tepat waktu, disiplinmentaati aturan , d...
EFEKTIVITAS METODE PENGAJARAN PENCAK SILAT DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN DAN KARAKTER MAHASISWA
EFEKTIVITAS METODE PENGAJARAN PENCAK SILAT DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN DAN KARAKTER MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Efektivitas Metode Pengajaran Pencak Silat dalam Meningkatkan Disiplin dan Karakter Mahasiswa. Pencak silat, sebagai salah satu seni bela di...
URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI MAHASISWA DI ERA DIGITAL
URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI MAHASISWA DI ERA DIGITAL
Penerapan pendidikan karakter bagi mahasiswa di era digital dapat diimplementasikan dengan  menggunakan pendekatan yang tepat. Pendidikan karakter merupakan proses pengenalan moral...
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO
Penelitian   ini   bertujuan   untuk mengungkap   Implementasi   Budaya   Religius   dalam   Mengembangkan   Karakter Disiplin Peserta Didik di SMP Nurul Islam Probolinggo. P...
Perbandingan Pengaruh Latihan Fartlek Dengan Latihan Sirkuit Training Terhadap Kapasitas Kerja Maksimal VO2 Max Pada Siswa MAN 1 Makassar.
Perbandingan Pengaruh Latihan Fartlek Dengan Latihan Sirkuit Training Terhadap Kapasitas Kerja Maksimal VO2 Max Pada Siswa MAN 1 Makassar.
This research is a descriptive study to determine (1) the effect of fartlek training on maximal working capacity of VO2 Max in MAN 1 Makassar (2) to determine the circuit training ...
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja ...

Back to Top