Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

AI Kebencanaan dan Kewilayahan

View through CrossRef
Indonesia terletak di daerah khatulistiwa, jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik, dan dilalui jalur gunung api dunia. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi daerah rawan bencana alam berupa gempa, tsunami, letusan gunung api dan bencana turunan dari kondisi hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, kekeringan, dan kebakaran lahan. Wilayah daratannya seluas 1,9 juta kilometer persegi didiami oleh populasi dengan laju pertumbuhan 1,49% per tahun dan diproyeksikan berjumlah 285 juta jiwa pada 2025. Pertumbuhan ekonomi dan hasil pembangunan memproyeksikan bahwa 65% dari populasi ini berdiam di wilayah perkotaan dan beberapa di antaranya rawan bencana. Selain itu, infrastruktur dibangun mengikuti populasi dan pusat kegiatan yang kadang terletak di zona rawan bencana sehingga terdapat potensi kerusakan jika terjadi bencana. Terkait dengan bencana, upaya yang dilakukan berupa mitigasi dan adaptasi. Fenomena bencana hidrometeorologi sudah dapat dimodelkan berdasarkan data dan teknologi utamanya kecerdasan artifisial yang saat ini terus berkembang. Selain itu, untuk pengembangan wilayah dan tata ruang, model spasial dinamis dikembangkan berbasis sistem cerdas. Saat ini, Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah mengkaji satu purwarupa, yaitu Sistem Informasi Simulasi Spasial Dinamik Tata Guna Lahan (SIMULAN). Sistem ini dikembangkan untuk memahami perubahan lahan secara spasial, dinamika perkembangan wilayah dan perkotaan secara real time, dan memodelkan kemungkinan perubahan lahan. Saat ini, SIMULAN fokus pada wilayah pesisir dan menghasilkan model simulasi dalam perubahan lahan terkait dengan mitigasi bencana tsunami. Dalam hal ini, diikaji dua skenario, yaitu skenario perubahan lahan pada kondisi normal (sesuai dengan arahan dokumen rencana tata ruang) dan skenario dengan adanya potensi bahaya tsunami. Wilayah yang dipilih adalah Kawasan Kuta Selatan (Kabupaten Badung, Bali). Selain itu, SIMULAN juga diarahkan untuk dapat memahami dan menilai kerusakan lingkungan yang disebabkan alih fungsi lahan dan bencana alam dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis yang diolah menjadi sebuah model prediksi perubahan guna lahan spasial berbasis cellular automata. Pengembangan teknologi ini diharapkan menjadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan oleh para pemangku kebijakan yang terkait dengan penataan ruang dan perencanaan pembangunan wilayah dengan menganalisis tren perubahan lahan dengan berbagai skenario yang dikembangkan serta dampak perubahan lahan (seperti lingkungan dan ekonomi) pada level lokal, regional, dan nasional.
Title: AI Kebencanaan dan Kewilayahan
Description:
Indonesia terletak di daerah khatulistiwa, jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik, dan dilalui jalur gunung api dunia.
Kondisi ini membuat Indonesia menjadi daerah rawan bencana alam berupa gempa, tsunami, letusan gunung api dan bencana turunan dari kondisi hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, kekeringan, dan kebakaran lahan.
Wilayah daratannya seluas 1,9 juta kilometer persegi didiami oleh populasi dengan laju pertumbuhan 1,49% per tahun dan diproyeksikan berjumlah 285 juta jiwa pada 2025.
Pertumbuhan ekonomi dan hasil pembangunan memproyeksikan bahwa 65% dari populasi ini berdiam di wilayah perkotaan dan beberapa di antaranya rawan bencana.
Selain itu, infrastruktur dibangun mengikuti populasi dan pusat kegiatan yang kadang terletak di zona rawan bencana sehingga terdapat potensi kerusakan jika terjadi bencana.
Terkait dengan bencana, upaya yang dilakukan berupa mitigasi dan adaptasi.
Fenomena bencana hidrometeorologi sudah dapat dimodelkan berdasarkan data dan teknologi utamanya kecerdasan artifisial yang saat ini terus berkembang.
Selain itu, untuk pengembangan wilayah dan tata ruang, model spasial dinamis dikembangkan berbasis sistem cerdas.
 Saat ini, Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah mengkaji satu purwarupa, yaitu Sistem Informasi Simulasi Spasial Dinamik Tata Guna Lahan (SIMULAN).
Sistem ini dikembangkan untuk memahami perubahan lahan secara spasial, dinamika perkembangan wilayah dan perkotaan secara real time, dan memodelkan kemungkinan perubahan lahan.
Saat ini, SIMULAN fokus pada wilayah pesisir dan menghasilkan model simulasi dalam perubahan lahan terkait dengan mitigasi bencana tsunami.
Dalam hal ini, diikaji dua skenario, yaitu skenario perubahan lahan pada kondisi normal (sesuai dengan arahan dokumen rencana tata ruang) dan skenario dengan adanya potensi bahaya tsunami.
Wilayah yang dipilih adalah Kawasan Kuta Selatan (Kabupaten Badung, Bali).
Selain itu, SIMULAN juga diarahkan untuk dapat memahami dan menilai kerusakan lingkungan yang disebabkan alih fungsi lahan dan bencana alam dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis yang diolah menjadi sebuah model prediksi perubahan guna lahan spasial berbasis cellular automata.
Pengembangan teknologi ini diharapkan menjadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan oleh para pemangku kebijakan yang terkait dengan penataan ruang dan perencanaan pembangunan wilayah dengan menganalisis tren perubahan lahan dengan berbagai skenario yang dikembangkan serta dampak perubahan lahan (seperti lingkungan dan ekonomi) pada level lokal, regional, dan nasional.

Related Results

Integrasi Kurikulum Kebencanaan dan Perangkat Pembelajaran dalam Meningkatkan Kompetensi Kesiapsiagaan
Integrasi Kurikulum Kebencanaan dan Perangkat Pembelajaran dalam Meningkatkan Kompetensi Kesiapsiagaan
AbstractOne way to anticipate that people are always in preparedness is through comprehensive education and training involving the community, family and schools. The specific purpo...
IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI UNTUK PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA
IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI UNTUK PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA
Penelitian ini berkaitan dengan implementasi yang dapat dilakukan untuk materi pendidikan kebencanaan dengan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA. Tujuan dari pe...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PILIHAN RAYA UMUM MALAYSIA KE-15: POLA SOKONGAN PENGUNDI BERDASARKAN FAKTOR KEWILAYAHAN
PILIHAN RAYA UMUM MALAYSIA KE-15: POLA SOKONGAN PENGUNDI BERDASARKAN FAKTOR KEWILAYAHAN
Pilihan Raya Umum Malaysia ke 15 (PRU-15) telah berlangsung pada 19 November 2022 dengan baik dan jayanya. PRU kali ini diadakan lebih awal setahun berbanding tempoh matang 5 tahun...
Penanaman Sikap Siritual Dalam Peningkatan Literasi Kebencanaan Melalui Fenomena Kebumian dan Antariksa
Penanaman Sikap Siritual Dalam Peningkatan Literasi Kebencanaan Melalui Fenomena Kebumian dan Antariksa
Fenomena kebumian dan antariksa adalah sumber inspirasi besar untuk pendidikan. Memahami bencana dan mempersiapkan diri sangat penting dalam menghadapi situasi darurat. Literasi ke...
Konstruksi Makna Jurnalis Foto Kebencanaan dalam Karya Foto Jurnalistik
Konstruksi Makna Jurnalis Foto Kebencanaan dalam Karya Foto Jurnalistik
Abstract. Journalists are one of the professions that demands a honesty and fairness for the culprit, because the journalist is as one the real form of information through media fo...
KEBENCANAAN GEOLOGI KELAUTAN DI BAGIAN UTARA PULAU OBI, MALUKU
KEBENCANAAN GEOLOGI KELAUTAN DI BAGIAN UTARA PULAU OBI, MALUKU
Lokasi penelitian terletak di bagian utara pulau Obi, Maluku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek kebencanaan geologi kelautan berupa pengumpulan data primer dan seku...

Back to Top