Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI UNTUK PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA
View through CrossRef
Penelitian ini berkaitan dengan implementasi yang dapat dilakukan untuk materi pendidikan kebencanaan dengan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk implementasi metode demonstrasi untuk pendidikan kebencanaan pada kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SMA sehingga dapat memberikan pembelajaran dan peningkatan kapasitas peserta didik terhadap risiko bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data berupa studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan kebencanaan pada kegiatan ekstrakurikuler menggunakan metode demonstrasi membutuhkan beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Ada dua kegiatan ekstrakurikuler di SMA yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan kebencanaan menggunakan metode demonstrasi, yaitu Pramuka dan PMR. Kegiatan Pramuka dapat mendemonstrasikan pendidikan kebencanaan mengenai upaya mitigasi yang harus dilakukan, serta mengenai jalur dan upaya evakuasi saat terjadi bencana, pembuatan tandu untuk evakuasi korban bencana, menolong korban yang berada di ketinggian dan di dasar yang rendah, seperti lembah dengan menggunakan simpul tali, dan keterampilan pendirian tenda-tenda darurat. Sementara itu, kegiatan PMR yang dapat mendemonstrasikan pendidikan kebencanaan lebih banyak mengenai penanganan medis kepada korban bencana.
Universitas Negeri Padang
Title: IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI UNTUK PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA
Description:
Penelitian ini berkaitan dengan implementasi yang dapat dilakukan untuk materi pendidikan kebencanaan dengan metode demonstrasi pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk implementasi metode demonstrasi untuk pendidikan kebencanaan pada kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SMA sehingga dapat memberikan pembelajaran dan peningkatan kapasitas peserta didik terhadap risiko bencana.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data berupa studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan kebencanaan pada kegiatan ekstrakurikuler menggunakan metode demonstrasi membutuhkan beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Ada dua kegiatan ekstrakurikuler di SMA yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan kebencanaan menggunakan metode demonstrasi, yaitu Pramuka dan PMR.
Kegiatan Pramuka dapat mendemonstrasikan pendidikan kebencanaan mengenai upaya mitigasi yang harus dilakukan, serta mengenai jalur dan upaya evakuasi saat terjadi bencana, pembuatan tandu untuk evakuasi korban bencana, menolong korban yang berada di ketinggian dan di dasar yang rendah, seperti lembah dengan menggunakan simpul tali, dan keterampilan pendirian tenda-tenda darurat.
Sementara itu, kegiatan PMR yang dapat mendemonstrasikan pendidikan kebencanaan lebih banyak mengenai penanganan medis kepada korban bencana.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pendampingan Ekstrakulikuler dalam Menumbuhkan Kemandirian Peserta Didik SMKS Mitra Mandiri Panyabungan
Pendampingan Ekstrakulikuler dalam Menumbuhkan Kemandirian Peserta Didik SMKS Mitra Mandiri Panyabungan
Kegiatan ekstrakurikuler dapat di lakukan di sekolah maupun di luar sekolah tergantung dengan kebutuhan dan kesesuaian jenis kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler tida...
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Ekstrakurikuler Berbasis Website di SMK Negeri 1 Sampang
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Ekstrakurikuler Berbasis Website di SMK Negeri 1 Sampang
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan di luar jam pelajaran sebagai upaya membentuk manusia seutuhnya untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan. SMK Negeri 1 Sampang adala...
Integrasi Kurikulum Kebencanaan dan Perangkat Pembelajaran dalam Meningkatkan Kompetensi Kesiapsiagaan
Integrasi Kurikulum Kebencanaan dan Perangkat Pembelajaran dalam Meningkatkan Kompetensi Kesiapsiagaan
AbstractOne way to anticipate that people are always in preparedness is through comprehensive education and training involving the community, family and schools. The specific purpo...
Sistem Informasi Manajemen Ekstrakurikuler Berbasis Web Menggunakan Metode Rapid Application Development
Sistem Informasi Manajemen Ekstrakurikuler Berbasis Web Menggunakan Metode Rapid Application Development
Seiring perkembangan teknologi maka dikembangkan sistem informasi yang mampu mengelola penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler, khususnya yang berkaitan dengan siswa sekolah. Tuju...
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK SISWA
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK SISWA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode demonstrasi terhadap kemampuan psikomotorik siswa pada materi Besaran dan Satuan di Kelas X S...
Survei Kondisi Fisik Siswa Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Bola Basket Di SMA Negeri 18 Pekanbaru
Survei Kondisi Fisik Siswa Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Bola Basket Di SMA Negeri 18 Pekanbaru
Tujuan penelitian ini adalah Untuk dapat mengetahui kondisi fisik para siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola basket di SMA Negeri 18 Kota Pekanbaru. Penelitian ini dia...
Revisi Proposal Kuantitatif Muhammad Putra Wahyu Perdana
Revisi Proposal Kuantitatif Muhammad Putra Wahyu Perdana
Pendidikan merupakan sebuah wahana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pendidikan diharapkan menghasilkan manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu meyongs...

