Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEANEKARAGAMAN JENIS POHON LOKAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG REGISTER 31, KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG KOTA AGUNG UTARA, PROVINSI LAMPUNG

View through CrossRef
Keanekaragaman jenis-jenis pohon lokal penting dalam pemilihan jenis pohon untuk reboisasi kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis pohon lokal, mengetahui jenis pohon lokal yang dominan dan yang cocok untuk reboisasi dalam kawasan hutan lindung Register 31, Provinsi Lampung. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan dianalisis secara deskriptif. Selain itu, analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui indeks nilai penting untuk mengetahui dominansi masing-masing populasi pohon lokal dan keanekaragaman jenis pohon lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi pohon lokal yang paling dominan adalah durian (Durio zibethinus) dengan INP sebesar 46,5875. Keberadaan pohon durian untuk semua fase pertumbuhan, baik fase semai, tiang, pancang, maupun fase pohon dewasa adalah paling dominan. Adapun indeks keanekaragaman jenis (H’) pohon lokal adalah sebesar 1,0926. Hal tersebut mengindikasikan bahwa keanekaragaman jenis pohon lokal dalam kawasan hutan lindung Register 31 termasuk kategori sedang. Oleh karena itu, upaya pengayaan jenis pohon lokal perlu dilakukan untuk mempertahankan kelestarian jenis pohon lokal di KHL Register 31 Provinsi Lampung.
Title: KEANEKARAGAMAN JENIS POHON LOKAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG REGISTER 31, KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG KOTA AGUNG UTARA, PROVINSI LAMPUNG
Description:
Keanekaragaman jenis-jenis pohon lokal penting dalam pemilihan jenis pohon untuk reboisasi kawasan hutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis pohon lokal, mengetahui jenis pohon lokal yang dominan dan yang cocok untuk reboisasi dalam kawasan hutan lindung Register 31, Provinsi Lampung.
Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan dianalisis secara deskriptif.
Selain itu, analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui indeks nilai penting untuk mengetahui dominansi masing-masing populasi pohon lokal dan keanekaragaman jenis pohon lokal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi pohon lokal yang paling dominan adalah durian (Durio zibethinus) dengan INP sebesar 46,5875.
Keberadaan pohon durian untuk semua fase pertumbuhan, baik fase semai, tiang, pancang, maupun fase pohon dewasa adalah paling dominan.
Adapun indeks keanekaragaman jenis (H’) pohon lokal adalah sebesar 1,0926.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa keanekaragaman jenis pohon lokal dalam kawasan hutan lindung Register 31 termasuk kategori sedang.
Oleh karena itu, upaya pengayaan jenis pohon lokal perlu dilakukan untuk mempertahankan kelestarian jenis pohon lokal di KHL Register 31 Provinsi Lampung.

Related Results

KEANEKARAGAMAN VEGETASI DI KAWASAN HUTAN LINDUNG “SUMBER UBALAN”
KEANEKARAGAMAN VEGETASI DI KAWASAN HUTAN LINDUNG “SUMBER UBALAN”
Keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia sangatlah beragam dan sangatlah tinggi. Keanekaragaman hayati tersebut diantaranya ialah keanekaragaman dari tumbuhan yang tersebar...
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DIKAWASAN HUTAN BATU TIKAR KECAMATAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI
ABSTRAKNILLA ERNI NURRACHMAH NINGSIH. 2022. Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu di Kawasan Hutan Batu Tikar Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Dibimbing oleh Sulasmi Anggo dan Wahyudin...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih Fungsi Lahan Kawasan Hutan Lindung (Studi Di Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung Kayu Tangi Blok I Kota Banjarbaru)
Alih fungsi lahan dapat diartikan sebagai berubahnya fungsi sebagian atau seluruh kawasan dari fungsinya semula, seperti direncanakan menjadi fungsi lain yang berdampak negatif ter...
Sebaran dan Fenologi Pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi
Sebaran dan Fenologi Pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sebaran dan menganalisis fenologi pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan pohon y...
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Pembelajaran Pengelolaan Hutan di Pulau Jawa (Studi di KPH Yogyakarta, TN Gunung Halimun Salak, dan TN Gunung Ciremai)
Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, menyebutkan bahwa penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan...

Back to Top