Javascript must be enabled to continue!
Toksisitas Akut Jamu Tradisional Pegel Linu Terhadap Mencit (Mus Musculus) dengan Penentuan Nilai LD50 Menggunakan Metode Thomposon-Weil
View through CrossRef
Uji toksisitas akut merupakan cara untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian suatu zat dalam dosis tunggal atau dosis berulang yang diberikan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Tujuan penelitian ini memberikan informasi tentang toksisitas jamu pegel linu sehingga meningkatkan keamanan penggunaannya. Metode penelitian: Sebanyak 25 ekor mencit di bagi menjadi lima kelompok. menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor, yaitu kontrol negative (K1), jamu tradisional pegel linu dosis 1,3mg (K2), dosis 2,6mg (K3), dosis 5,2 mg (K4) dan dosis 10,4 mg (K5) yang diberikan per oral dengan menggunakan sonde dalam volume 1mL Dilakukan pengamatan gejala toksik yang muncul selama 14 hari, perhitungan persentase index relative organ hepar, dilakukan histopatolologi hepar untuk mengetahui kerusakan jaringan. Dihitung nilai LD50 untuk mengetahui kategori ketoksikan jamu tradisional pegel linu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik dan penibgkatan persentase IRO. Kesimpulan jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik, gambaran histopatologi jaringan hepar mengalami nekrosis terbanyak pada kelompok K5 dosis 10,4mg. Nilai LD50 sebesar 1,479 mg/kgBB, yang dinyatakan dalam kategori "toksik ringan". Temuan ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut terkait pengamatan histopatologi pada organ lain dan perlunya memperhatikan penggunaan jamu dalam dosis tinggi.
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Title: Toksisitas Akut Jamu Tradisional Pegel Linu Terhadap Mencit (Mus Musculus) dengan Penentuan Nilai LD50 Menggunakan Metode Thomposon-Weil
Description:
Uji toksisitas akut merupakan cara untuk mendeteksi efek toksik yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian suatu zat dalam dosis tunggal atau dosis berulang yang diberikan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam.
Tujuan penelitian ini memberikan informasi tentang toksisitas jamu pegel linu sehingga meningkatkan keamanan penggunaannya.
Metode penelitian: Sebanyak 25 ekor mencit di bagi menjadi lima kelompok.
menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 ekor, yaitu kontrol negative (K1), jamu tradisional pegel linu dosis 1,3mg (K2), dosis 2,6mg (K3), dosis 5,2 mg (K4) dan dosis 10,4 mg (K5) yang diberikan per oral dengan menggunakan sonde dalam volume 1mL Dilakukan pengamatan gejala toksik yang muncul selama 14 hari, perhitungan persentase index relative organ hepar, dilakukan histopatolologi hepar untuk mengetahui kerusakan jaringan.
Dihitung nilai LD50 untuk mengetahui kategori ketoksikan jamu tradisional pegel linu.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik dan penibgkatan persentase IRO.
Kesimpulan jamu tradisional pegel linu menunjukkan gejala toksik, gambaran histopatologi jaringan hepar mengalami nekrosis terbanyak pada kelompok K5 dosis 10,4mg.
Nilai LD50 sebesar 1,479 mg/kgBB, yang dinyatakan dalam kategori "toksik ringan".
Temuan ini menyoroti pentingnya penelitian lebih lanjut terkait pengamatan histopatologi pada organ lain dan perlunya memperhatikan penggunaan jamu dalam dosis tinggi.
Related Results
Συγκριτική μελέτη της οστεοτομίας Weil με τριπλή οστεοτομία Weil για την αντιμετώπιση της μεταταρσαλγίας
Συγκριτική μελέτη της οστεοτομίας Weil με τριπλή οστεοτομία Weil για την αντιμετώπιση της μεταταρσαλγίας
Εισαγωγή Η χειρουργική αντιμετώπιση της μεταταρσαλγίας αποτέλεσε επί δεκαετίες ένα αμφιλεγόμενο ζήτημα, εξαιτίας της αρχικής έλλειψης μιας ξεκάθαρης διάκρισης μεταξύ των διαφόρων τ...
Bioinformatic study of the Phylogeny of house mouse complex (Mus musculus) using mitochondrial genome of D-loop region (mtDNA) and Cytochrome b & c
Bioinformatic study of the Phylogeny of house mouse complex (Mus musculus) using mitochondrial genome of D-loop region (mtDNA) and Cytochrome b & c
Mus musculus is a valuable laboratory model more than a century and in
the worldwide studies have been done about it. There are three main
subspecies Mus musculus with the scientif...
Isolasi dan Identifikasi Jamur Xerofilik pada Jamu Serbuk Pegal Linu di Mojosongo, Surakarta
Isolasi dan Identifikasi Jamur Xerofilik pada Jamu Serbuk Pegal Linu di Mojosongo, Surakarta
Jamur xerofilik sering tumbuh pada produk yang kering, seperti jamu serbuk dan rempah-rempah (Askun dkk, 2007). Produk yang terkontaminasi jamur xerofilik berpotensi mengandung mik...
Qualitative Analysis Of Medicinal Chemicals In Jamu Pegel Linu In The Temanggung Area
Qualitative Analysis Of Medicinal Chemicals In Jamu Pegel Linu In The Temanggung Area
Jamu pegal linu merupakan obat tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki banyak manfaat. Bahan Kimia Obat (BKO) sering ditambahkan pada jamu pegal linu untuk...
Penanda Budaya Visual pada Desain Kemasan Jamu Tradisional Banyuwangi Jawa Timur
Penanda Budaya Visual pada Desain Kemasan Jamu Tradisional Banyuwangi Jawa Timur
AbstrakJamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia diantara keragaman, hasil dari budaya yang memiliki keragaman jamu tradisional. Salah satunya daerah Banyuwangi yang meru...
Uji Toksisitas Akut Infusa Daun Sirsak (Annona Muricata L.) pada Hewan Uji Mencit
Uji Toksisitas Akut Infusa Daun Sirsak (Annona Muricata L.) pada Hewan Uji Mencit
Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan famili Annonaceae yang dikenal sebagai tumbuhan obat. Daun sirsak mengandung senyawa alkaloid, tannin, flavonoid, terpenoid yang diduga m...
Uji Efek Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sembung terhadap Ikan Zebra
Uji Efek Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sembung terhadap Ikan Zebra
Abstract. Acute toxicity testing is an essential early stage in the development of natural compounds as potential drug candidates, aiming to assess the safety level of a compound s...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

