Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pola Perkawinan dalam Novel Warna Lokal Minangkabau Era Orde Baru karya Wisran Hadi

View through CrossRef
Tulisan ini mendeskripsikan ekspresi budaya pada pola perkawinan dalam novel-novel warna lokal Minangkabau pada masa Orde Baru karya Wisran hadi. Novel yang dijadikan objek penelitian yaitu, Orang-Orang Blanti dan Negeri Perempuan. Budaya Minangkabau, memiliki pola perkawinan tersendiri yang tidak dimiliki oleh budaya lain, tetapi tidak bertentangan dengan syariat agama Islam. Sistem perkawinan dalam masyarakat Minangkabau ada yang dipantangkan dan ada yang dianjurkan. Bentuk perkawinan yang dipantangkan itu sama halnya dengan bentuk perkawinan yang dipantangkan dalam Islam lalu ditambah dengan dua aturan lagi yaitu; menikah sesama suku dalam tatanan matriakat, serta beda budaya (bukan masyarakat dari budaya Minangkabau).  Selanjutnya perkawinan yang dianjurkan, yaitu,  pulang ka bako (anak saudara perempuan ayah), ganti lapiak (adik atau kakak perempuan isteri jika isteri meninggal atau sebaliknya), sesama budaya Minangkabau, dan satu kampung. Akan tetapi, dalam novel-novel warna lokal Minagkabau yang ditulis oleh Wisran Hadi, pada era Orde Baru ada yang tidak menjalankan sistem perkawinan yang dianjurkan, bahkan melaksanakan perkawinan yang dipantangkan. Melalui perkawinan yang terjadi pada tokoh-tokoh cerita di dalam novel warna lokal Minangkabau yang ditulis pada era Orde Baru oleh Wisran hadi ditemukan pergeseran bentuk kebudayaan. Masyarakat tidak lagi terikat dengan aturan bentuk perkawinan yang dianjurkan. Hal ini tentunya akan memiliki dampak positif maupun negatif terhadap pola kehidupan masyarakat Minagkabau itu sendiri.
Title: Pola Perkawinan dalam Novel Warna Lokal Minangkabau Era Orde Baru karya Wisran Hadi
Description:
Tulisan ini mendeskripsikan ekspresi budaya pada pola perkawinan dalam novel-novel warna lokal Minangkabau pada masa Orde Baru karya Wisran hadi.
Novel yang dijadikan objek penelitian yaitu, Orang-Orang Blanti dan Negeri Perempuan.
Budaya Minangkabau, memiliki pola perkawinan tersendiri yang tidak dimiliki oleh budaya lain, tetapi tidak bertentangan dengan syariat agama Islam.
Sistem perkawinan dalam masyarakat Minangkabau ada yang dipantangkan dan ada yang dianjurkan.
Bentuk perkawinan yang dipantangkan itu sama halnya dengan bentuk perkawinan yang dipantangkan dalam Islam lalu ditambah dengan dua aturan lagi yaitu; menikah sesama suku dalam tatanan matriakat, serta beda budaya (bukan masyarakat dari budaya Minangkabau).
  Selanjutnya perkawinan yang dianjurkan, yaitu,  pulang ka bako (anak saudara perempuan ayah), ganti lapiak (adik atau kakak perempuan isteri jika isteri meninggal atau sebaliknya), sesama budaya Minangkabau, dan satu kampung.
Akan tetapi, dalam novel-novel warna lokal Minagkabau yang ditulis oleh Wisran Hadi, pada era Orde Baru ada yang tidak menjalankan sistem perkawinan yang dianjurkan, bahkan melaksanakan perkawinan yang dipantangkan.
Melalui perkawinan yang terjadi pada tokoh-tokoh cerita di dalam novel warna lokal Minangkabau yang ditulis pada era Orde Baru oleh Wisran hadi ditemukan pergeseran bentuk kebudayaan.
Masyarakat tidak lagi terikat dengan aturan bentuk perkawinan yang dianjurkan.
Hal ini tentunya akan memiliki dampak positif maupun negatif terhadap pola kehidupan masyarakat Minagkabau itu sendiri.

Related Results

GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
GAYA BAHASA LOKALITAS MINANGKABAU DALAM NOVEL-NOVEL KARYA WISRAN HADI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa lokalitas Minangkabau dalam novel-novel karya Wisran Hadi. Gaya bahasa yang dimaksud adalah retorik dan majas lokalitas Mina...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
BAHASA MELAYU DAN MINANGKABAU DALAM KHAZANAH NASKAH MINANGKABAU
Minangkabau language is an oral language that began to form a written variety after the incoming of Islam, using the Jawi (Perso-Arabic) scripts. This scripts is widely known in Mi...
Sosiokultural Masyarakat Minang dalam Naskah Nilam Sari Karya Wisran Hadi
Sosiokultural Masyarakat Minang dalam Naskah Nilam Sari Karya Wisran Hadi
Kebudayaan Minang adalah dasar dari penelitian ini, untuk mendeskripsikan sosiokultural dalam naskah Nilam Sari karya Wisran Hadi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan nilai...
MATERIALISTIS DALAM NASKAH DRAMA NYONYA-NYONYA KARYA WISRAN HADI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
MATERIALISTIS DALAM NASKAH DRAMA NYONYA-NYONYA KARYA WISRAN HADI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
This research is to describe: (a) the materialism of “Nyonya” in the script of play Nyonya-Nyonya by Wisran Hadi and (b) the impact of the materialism of “Nyonya” in the script of ...
Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Waris Anak Luar Kawin Dengan Ayah Biologisnya Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010
Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Waris Anak Luar Kawin Dengan Ayah Biologisnya Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010
Perkawinan adalah sebuah perilaku makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, agar kehidupan manusia dapat berkembang. Sistem perkawinan dan aturannya yang berlaku pada suatu masyarakat a...
Akta Penegasan Perjanjian Perkawinan Kaitannya dengan Pemenuhan Prinsip Publisitas
Akta Penegasan Perjanjian Perkawinan Kaitannya dengan Pemenuhan Prinsip Publisitas
In the Marriage Agreement to bind the third party, then the marriage agreement must meet the principle of publicity, that is, by registered or recorded. Registration of marriage ag...

Back to Top