Javascript must be enabled to continue!
Relaksasi Otot Progresif Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi
View through CrossRef
Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh penduduk dunia terutama di Indonesia. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastole ≥ 90 mmHg saat dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali dengan rentang waktu 5 menit dalam keadaan tenang.Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi adalah dengan melakukan relaksasi otot progresif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relaksasi otot progresif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Metode: Metode yang digunakan adalah metode pengambilan dan pengumpulan data yang diilakukan melalui studi pustaka dengan melakukan penelurusan dari hasil publikasi ilmiah dengan rentang waktu 2017-2022 melalui database Google Scholar, Pubmed dan Researchgate.
Hasil: Relaksasi otot progresif dapat dilakukan secara terus menerus minimal 2 kali sehari selama 25-30 menit.
Kesimpulan: Relaksasi otot progresif ini sebaiknya dilakukan dengan benar seperti benar urutan, benar gerakan, dan dilakukan dengan fokus sehingga individu yang melakukan relaksasi otot progresif benar-benar mendapatkan perasaan rileks. Relaksasi otot progresif dapat dilakukan secara mandiri maupun dikombinasikan dengan teknik non-farmakologi lainnya.
Sandi Karsa Polytechnic Makassar
Title: Relaksasi Otot Progresif Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi
Description:
Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi saat ini masih menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh penduduk dunia terutama di Indonesia.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastole ≥ 90 mmHg saat dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali dengan rentang waktu 5 menit dalam keadaan tenang.
Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi adalah dengan melakukan relaksasi otot progresif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relaksasi otot progresif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Metode: Metode yang digunakan adalah metode pengambilan dan pengumpulan data yang diilakukan melalui studi pustaka dengan melakukan penelurusan dari hasil publikasi ilmiah dengan rentang waktu 2017-2022 melalui database Google Scholar, Pubmed dan Researchgate.
Hasil: Relaksasi otot progresif dapat dilakukan secara terus menerus minimal 2 kali sehari selama 25-30 menit.
Kesimpulan: Relaksasi otot progresif ini sebaiknya dilakukan dengan benar seperti benar urutan, benar gerakan, dan dilakukan dengan fokus sehingga individu yang melakukan relaksasi otot progresif benar-benar mendapatkan perasaan rileks.
Relaksasi otot progresif dapat dilakukan secara mandiri maupun dikombinasikan dengan teknik non-farmakologi lainnya.
Related Results
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
Efektivitas Pemberian Terapi Relaksasi Otot Progresif Dan Benson Pada Lansia Dengan Hipertensi
Efektivitas Pemberian Terapi Relaksasi Otot Progresif Dan Benson Pada Lansia Dengan Hipertensi
Pendahuluan: Penelitian ini bermula dari adanya angka kejadian hipertensi pada lansia masih tinggi. Peningkatan sensitifitas terhadap asupan natrium dan terjadinya penurunan elasti...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
Efektivitas Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Efektivitas Terapi Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi
Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit jantung dan pembuluh darah yang telah menjadi penyakit yang mematikan...
Pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah terhadap pasien hipertensi
Pengaruh terapi relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah terhadap pasien hipertensi
Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik >90 mmHg. Prevalensi hipertensi meningkat dengan cepat dar...
Implementasi Program Telenursing Berbasis Pemberdayaan Keluarga dalam Pengontrolan Tekanan Darah Pasien Hipertensi
Implementasi Program Telenursing Berbasis Pemberdayaan Keluarga dalam Pengontrolan Tekanan Darah Pasien Hipertensi
Tingginya angka kematian akibat hipertensi yang tidak terkendali di Indonesia membutuhkan perawatan jangka panjang yang dapat dilaksanakan dengan keterlibatan keluarga dan pemanfaa...
Hubungan Kadar Natrium Darah dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Hubungan Kadar Natrium Darah dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Abstract: Hypertension has become a significant health problem globally, with serious consequences for cardiovascular diseases and high mortality rates. This disease ranks first in...
IMPLEMENTASI TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI
IMPLEMENTASI TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI
Latar belakang: Hipertensi yang biasa disebut dengan istila The Silent Kiler karena banyak menyerang masyarakat tanpa disadari dan menjadi penyebab terjadinya kematian dengan angk...

