Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perempuan dalam Pendidikan Madrasah Di Aceh dari Perspektif Sejarah

View through CrossRef
AbstractThis paper discusses on the women’s role in madrasah education in Aceh, as to when Acehnese women had their opportunity to study in madrasah, and why the parents sent them to madrasah education. This study will show that female Acehnese have been involved in madrasah education since the early 20th century, i.e. since the outset of this type of education in the region. The Acehnese women’s role in madrasah education shows that women have had access to education since long ago. Their participation in the premise of Islamic education is insperable from the Islamic values deeply rooted in the people of Aceh. Additionally, this study also found that the Acehnese women were allowed to continue their studies not only within but also outside the Aceh region. Even during the hard times of conflicts, many women have their chance to continue their education outside the region, such as Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta and other major cities. This shows that the Acehnese practice of migration belongs not only to men but also common to women. AbstrakTulisan ini membahas tentang bagaimana partisipasi perempuan Aceh dalam pendidikan madrasah, sejak kapan perempuan Aceh memperoleh kesempatan untuk belajar dalam pendidikan madrasah, dan mengapa orang tua di Aceh menyekolahkan anak perempuannya dalam pendidikan madrasah. Kajian ini menunjukkan bahwa perempuan Aceh telah terlibat dalam dunia pendidikan madrasah sejak awal abad ke-20, yaitu sejak pendidikan madrasah ini muolai didirikan di Aceh. Keterlibatan perempuan Aceh dalam dunia pendidikan madrasah menunjukkan bahwa perempuan telah memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sejak dulu. Partisipasi perempuan Aceh dalam dunia pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai keislaman yang mengakar kuat dalam masyarakat Aceh. Selain itu kajian ini juga menemukan bahwa perempuan Aceh tidak hanya diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikannya di sekitar daerah Aceh tetapi juga sampai di luar daerah. Bahkan ketika konflik melanda Aceh, banyak perempuan yang melanjutkan pendidikannya ke luar daerah Aceh, seperti Medan, Padamg, Jakarta, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi merantau dalam masyarakat Aceh tidak hanya milik kaum laki-laki tetapi tradisi ini juga lazim dilakukan oleh kaum perempuan.
Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Balitbang Kementerian Agama RI
Title: Perempuan dalam Pendidikan Madrasah Di Aceh dari Perspektif Sejarah
Description:
AbstractThis paper discusses on the women’s role in madrasah education in Aceh, as to when Acehnese women had their opportunity to study in madrasah, and why the parents sent them to madrasah education.
This study will show that female Acehnese have been involved in madrasah education since the early 20th century, i.
e.
since the outset of this type of education in the region.
The Acehnese women’s role in madrasah education shows that women have had access to education since long ago.
Their participation in the premise of Islamic education is insperable from the Islamic values deeply rooted in the people of Aceh.
Additionally, this study also found that the Acehnese women were allowed to continue their studies not only within but also outside the Aceh region.
Even during the hard times of conflicts, many women have their chance to continue their education outside the region, such as Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta and other major cities.
This shows that the Acehnese practice of migration belongs not only to men but also common to women.
 AbstrakTulisan ini membahas tentang bagaimana partisipasi perempuan Aceh dalam pendidikan madrasah, sejak kapan perempuan Aceh memperoleh kesempatan untuk belajar dalam pendidikan madrasah, dan mengapa orang tua di Aceh menyekolahkan anak perempuannya dalam pendidikan madrasah.
Kajian ini menunjukkan bahwa perempuan Aceh telah terlibat dalam dunia pendidikan madrasah sejak awal abad ke-20, yaitu sejak pendidikan madrasah ini muolai didirikan di Aceh.
Keterlibatan perempuan Aceh dalam dunia pendidikan madrasah menunjukkan bahwa perempuan telah memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sejak dulu.
Partisipasi perempuan Aceh dalam dunia pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai keislaman yang mengakar kuat dalam masyarakat Aceh.
Selain itu kajian ini juga menemukan bahwa perempuan Aceh tidak hanya diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikannya di sekitar daerah Aceh tetapi juga sampai di luar daerah.
Bahkan ketika konflik melanda Aceh, banyak perempuan yang melanjutkan pendidikannya ke luar daerah Aceh, seperti Medan, Padamg, Jakarta, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa tradisi merantau dalam masyarakat Aceh tidak hanya milik kaum laki-laki tetapi tradisi ini juga lazim dilakukan oleh kaum perempuan.

Related Results

Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
Implementasi Budaya Madrasah Dalam Perspektif Pendidikan Karakter
This research examines the implementation of madrasah culture from the perspective of character education in Madrasah through structural and cultural approaches. This study aims to...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol
Manajemen Supervisi Dan Evaluasi Pengawas Madrasah Di Kementerian Agama Kabupaten Buol, dalam hal ini kami mengangkat judul tersebut guna mengetahui bagaimana manajemen supervisi d...
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
Analysis of Aceh TV Programs in An Effort to Preserve Aceh Culture
The problems contained in the problem formulation are (1) What is the vision and mission of Aceh TV. And how Aceh TV realizes the vision and mission. (2) What programs are aired by...
Fenomena Bercadar Perempuan Aceh Kontemporer dalam Analisis Sejarah, Budaya dan Teologi
Fenomena Bercadar Perempuan Aceh Kontemporer dalam Analisis Sejarah, Budaya dan Teologi
The phenomenon of wearing a face veil (bercadar) in Aceh, which has now become a model for Muslim women's attire, is believed to have originated not from local eccentricities but f...
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
POWER PEREMPUAN DALAM TRADISI MUSIK BECANANG DI BENER MERIAH
This study aims to identify and examine the existence and role of women in the bronze musical tradition: becanang in Bener Meriah. The extent of the role of men in Aceh, including ...
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
PERKEMBANGAN BENTUK KERAJINAN RENCONG DI DESA BAET KECAMATAN SUKA MAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR
AbstrakRencong merupakan produk budaya lokal Aceh yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek monyangnya suku Aceh. Rencong sebagai senjata tradisional sekaligus simbol identit...

Back to Top