Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penambahan Tepung Jengkol (Archidendron pauciflorum) Terhadap Daya Terima Kerupuk Jengkol
View through CrossRef
AbstractThis research aimed to portray the effect of jengkol flour addition with different concentrations on consumer acceptance. This research was conducted at the Food Processing Laboratory, Culinary Education, Faculty of Engineering, State University of Jakarta from February 2018 to January 2019. This research used an experimental method. The acceptance test was conducted by 30 semi-trained panelist including aspects of color, taste, aroma, crispness, linear expansion, and thickness. The results of hypothesis testing using the Friedman test with α = 0,05 showed that there is an effect of jengkol flour addition with different concentrations (30%, 50%, 70%) on consumers acceptance, color, taste, aroma, linear expansion and thickness aspects. While, there is no effect of jengkol flour addition in the manufacture of jengkol crackers on crispness aspect. In conclusion, Jengkol crackers with 50% of jengkol flour addition is recommended as the best formula.
Keywords: jengkol flour, jengkol crackers, consumer acceptance
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jengkol dengan konsentrasi yang berbeda terhadap daya terima kerupuk jengkol. Penelitian di lakukan di Laboratorium Pengolahan Makanan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta sejak Februari 2018 hingga Januari 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Uji daya terima dilakukan kepada 30 orang panelis agak terlatih meliputi aspek warna, rasa, aroma, kerenyahan, daya kembang, dan ketebalan. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Friedman dengan α = 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan tepung jengkol dengan konsentrasi berbeda (30%, 50%, 70%) dalam pembuatan kerupuk jengkol terhadap daya terima kerupuk jengkol pada aspek warna, rasa, aroma, daya kembang, dan ketebalan, sedangkan pada aspek kerenyahan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penambahan tepung jengkol terhadap daya terima kerupuk jengkol. Formula yang direkomendasikan adalah kerupuk jengkol dengan penambahan tepung jengkol 50%.
Kata-kata kunci: tepung jengkol, kerupuk jengkol, daya terima konsumen
Title: Pengaruh Penambahan Tepung Jengkol (Archidendron pauciflorum) Terhadap Daya Terima Kerupuk Jengkol
Description:
AbstractThis research aimed to portray the effect of jengkol flour addition with different concentrations on consumer acceptance.
This research was conducted at the Food Processing Laboratory, Culinary Education, Faculty of Engineering, State University of Jakarta from February 2018 to January 2019.
This research used an experimental method.
The acceptance test was conducted by 30 semi-trained panelist including aspects of color, taste, aroma, crispness, linear expansion, and thickness.
The results of hypothesis testing using the Friedman test with α = 0,05 showed that there is an effect of jengkol flour addition with different concentrations (30%, 50%, 70%) on consumers acceptance, color, taste, aroma, linear expansion and thickness aspects.
While, there is no effect of jengkol flour addition in the manufacture of jengkol crackers on crispness aspect.
In conclusion, Jengkol crackers with 50% of jengkol flour addition is recommended as the best formula.
Keywords: jengkol flour, jengkol crackers, consumer acceptance
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jengkol dengan konsentrasi yang berbeda terhadap daya terima kerupuk jengkol.
Penelitian di lakukan di Laboratorium Pengolahan Makanan, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta sejak Februari 2018 hingga Januari 2020.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen.
Uji daya terima dilakukan kepada 30 orang panelis agak terlatih meliputi aspek warna, rasa, aroma, kerenyahan, daya kembang, dan ketebalan.
Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji Friedman dengan α = 0,05 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan tepung jengkol dengan konsentrasi berbeda (30%, 50%, 70%) dalam pembuatan kerupuk jengkol terhadap daya terima kerupuk jengkol pada aspek warna, rasa, aroma, daya kembang, dan ketebalan, sedangkan pada aspek kerenyahan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh penambahan tepung jengkol terhadap daya terima kerupuk jengkol.
Formula yang direkomendasikan adalah kerupuk jengkol dengan penambahan tepung jengkol 50%.
Kata-kata kunci: tepung jengkol, kerupuk jengkol, daya terima konsumen.
Related Results
IbM Kelompok Pembuat Kerupuk Kerang di Desa Pepe Kabupaten Sidoarjo
IbM Kelompok Pembuat Kerupuk Kerang di Desa Pepe Kabupaten Sidoarjo
Kerupuk kerang belum dipasarkan secara luas padahal rasanya enak dan mempunyai nilai gizi yang tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan. Di desa Pepe Kec. Sedati, Kab. Sidoar...
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Pengaruh Substitusi Tepung Talas Beneng (Xantoshoma Undipes K. Koch) Terhadap Kualitas Kerupuk Berbahan Dasar Pati Tapioka
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung talas beneng (xantoshoma undipes k. koch) terhadap kualitas kerupuk berbahan dasar pati tap...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dan Tepung Terigu serta Lama Waktu Pengukusan terhadap Mutu Kerupuk Sape
Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dan Tepung Terigu serta Lama Waktu Pengukusan terhadap Mutu Kerupuk Sape
Kerupuk sape merupakan salah satu jenis kerupuk khas daerah Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kerupuk ini menggunanakan tepung terigu sebagai bahan utama namun hingga saat i...
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Abstrak. Mi merupakan salah satu makanan olahan tepung terigu yang terkenal di Indonesia dan Asia. Mi basah merupakan salah satu jenis mi paling banyak digunakan di masyarakat. Pad...
UJI DAYA KEMBANG DAN UJI ORGANOLEPTIK KERUPUK SUKUN (Artocarpus altilis) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG YANG BERBEDA
UJI DAYA KEMBANG DAN UJI ORGANOLEPTIK KERUPUK SUKUN (Artocarpus altilis) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG YANG BERBEDA
Sukun (Artocarpus alitilis) merupakan tumbuhan multi fungsi karena digunakan sebagai obat tradisional dan sumber pangan alternatif. Pemanfaatan buah sukun umumnya terbatas pada pen...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
Formulasi Mie Substitusi Tepung Kelapa untuk Meningkatkan Kadar Serat
Formulasi Mie Substitusi Tepung Kelapa untuk Meningkatkan Kadar Serat
Latar Belakang: Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan modifikasi diet, akan tetapi perubahan menu diet yang besar sulit dilakukan sebagian besar orang. Salah satu alternatif ...

