Javascript must be enabled to continue!
Makna Ikhlas dalam Tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr
View through CrossRef
Konsep ikhlas merupakan nilai fundamental dalam Islam yang telah diinterpretasikan secara mendalam oleh para mufassir, seperti Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr, yang memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman tentang makna dan implementasi ikhlas dalam tradisi tafsir Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan makna ikhlas dalam tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr, serta menganalisis implikasi penafsiran mereka terhadap pemahaman kontemporer tentang konsep ikhlas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komparatif untuk membandingkan interpretasi konsep ikhlas antara Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr. Data yang digunakan berasal dari studi literatur yang mencakup karya-karya tafsir kedua mufassir, serta penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr sepakat bahwa ikhlas adalah kunci utama dalam pengabdian murni kepada Allah, namun mereka menekankan aspek yang berbeda dalam tafsir mereka. Ar-Razi melihat ikhlas sebagai manifestasi tauhid sejati yang melindungi dari godaan, sementara Ibn Kaṡīr menekankan pemurnian niat dalam ibadah hanya untuk Allah tanpa perantara; Penafsiran makna ikhlas dalam Al-Qur'an oleh Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr sama-sama menekankan pentingnya ketulusan hati dan kemurnian niat dalam beribadah kepada Allah, namun Ar-Razi lebih fokus pada aspek teologis dan filosofis, sedangkan Ibn Kaṡīr menyoroti implementasi praktis dan syariat dalam kehidupan sehari-hari; Konsep ikhlas memiliki dampak mendalam dalam kehidupan modern dengan menekankan kemurnian niat kepada Allah, hal ini bisa membantu mengatasi godaan materialisme dan tekanan sosial, serta mendorong dedikasi, integritas, dan hubungan yang tulus dalam konteks profesional dan sosial.
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Makna Ikhlas dalam Tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr
Description:
Konsep ikhlas merupakan nilai fundamental dalam Islam yang telah diinterpretasikan secara mendalam oleh para mufassir, seperti Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr, yang memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman tentang makna dan implementasi ikhlas dalam tradisi tafsir Al-Qur'an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan makna ikhlas dalam tafsir Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr, serta menganalisis implikasi penafsiran mereka terhadap pemahaman kontemporer tentang konsep ikhlas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis komparatif untuk membandingkan interpretasi konsep ikhlas antara Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr.
Data yang digunakan berasal dari studi literatur yang mencakup karya-karya tafsir kedua mufassir, serta penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr sepakat bahwa ikhlas adalah kunci utama dalam pengabdian murni kepada Allah, namun mereka menekankan aspek yang berbeda dalam tafsir mereka.
Ar-Razi melihat ikhlas sebagai manifestasi tauhid sejati yang melindungi dari godaan, sementara Ibn Kaṡīr menekankan pemurnian niat dalam ibadah hanya untuk Allah tanpa perantara; Penafsiran makna ikhlas dalam Al-Qur'an oleh Fakhruddin Ar-Razi dan Ibn Kaṡīr sama-sama menekankan pentingnya ketulusan hati dan kemurnian niat dalam beribadah kepada Allah, namun Ar-Razi lebih fokus pada aspek teologis dan filosofis, sedangkan Ibn Kaṡīr menyoroti implementasi praktis dan syariat dalam kehidupan sehari-hari; Konsep ikhlas memiliki dampak mendalam dalam kehidupan modern dengan menekankan kemurnian niat kepada Allah, hal ini bisa membantu mengatasi godaan materialisme dan tekanan sosial, serta mendorong dedikasi, integritas, dan hubungan yang tulus dalam konteks profesional dan sosial.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Morals of Doctor According to Abū Bakr al-Rāzī’s View
Morals of Doctor According to Abū Bakr al-Rāzī’s View
Islamic civilization had ever got a doctor on the medical fields known as Rhazes to the West, he was labelled as “al-mulḥid” due to his controversial thoughts on prophetic concept....
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
[Muhammad Ibn Abi ‘Amir’s Political Involvement According to The Chronicle Of Ibn Hayyan Al-Qurtubi] Penglibatan Politik Muhammad Ibn Abi ‘Amir Menurut Catatan Ibn Hayyan Al-Qurtubi
Abstract
Muhammad ibn Abi ‘Amir was a de facto leader of al-Andalus during the Umayyad rule based in Cordoba. Caliph al-Hakam II had appointed him to hold some political posi...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

