Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektivitas Pupuk Kandang dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam merah (Amaranthus tricolor L)

View through CrossRef
Red spinach (Amaranthus tricolor) is a type of C4 plant that can efficiently bind Carbon dioxide gas to adapt to various ecosystems. This plant, which comes from the Amarataceace family, is classified as an annual plant that is relatively easy to cultivate. The tendency of farmers to increase cultivation yields is conducted by applying fertilizers and growth hormones. This study aimed to determine the optimum levels of manure and gibberellin on the growth and yield of red spinach. This study used a completely randomized design (CRD) using a two-factor pattern. The first factor was goat manure 300 grams/polybags (K 1), 600 grams/polybags (K2), and 1000 grams/polybags (K3). The second factor was the concentration of gibberellin consisting of 3 levels: 150 ppm (G 1), 200 ppm (G2, and 250 ppm (G3) with the three times repeated method. The results showed that there was a positive interaction between manure and gibberellin on parameters observed. The plant height in three days after planting of K3G3 treatment resulted in an optimum height of 5.30 cm, while for the number of leaves and leaf area there was no interaction between treatments, but the optimum results were shown in the K3 and G3 treatments, namely 10.33 fruit; 9.88 pieces; 9.90 cm and 9.34 cm2. In the wet weight parameters of the K2 and G2 treatments, the optimum wet weight was 56.20 grams and 53.27 grams, while the dry weight with the largest average was in the K2G2 combination of 14.37 grams. Bayam merah (Amaranthus tricolor) termasuk kedaIam jenis tanaman C4 yang memiliki kemampuan mengikat CO2 secara efesien, sehingga mampu beradaptasi pada beragam ekosistem. Tanaman yang berasaI dari famili Amarataceace ini tergolong tanaman semusim yang sangat mudah dibudidayakan. Kecendrungan petani untuk dapat meningkat hasil budidaya dilakukan dengan aplikasi pupuk maupun hormon atau zat pengatur tumbuh. Tujuan dilakuakan penelitian yaitu mengetahui kadar optimum pemberian berbagai dosis pupuk kandang dan ZPT giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan memakai pola dua faktor, faktor pertama yaitu pupuk kandang kambing 300 gram/polibag (K1), 600 gram/polibag (K2), dan 1000 gram/polibag (K3). Faktor kedua yaitu konsentrasi giberalin terdiri dari 3 taraf: 150 ppm (G1), 200 ppm (G2), dan 250 ppm (G3) dengan metoda ulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pupuk kandang dengan giberelin pada parameter pengamatan tinggi tanaman, pengamatan 3 HST perlakuan K3G3 menghasilkan tinggi optimum 5,30 cm sedangkan pada parameter jumlah daun dan luas daun tidak terjadi interaksi antar perlakuan namun hasil optimum ditunjukkan pada perlakuan K3 dan G3 secara berturut yaitu sebanyak 10,33 buah; 9,88 buah; 9,90 cm dan 9,34 cm2. Pada parameter berat basah perlakuan K2 dan G2 menghasilkan berat basah optimum yaitu sebesar 56,20 gram dan 53,27 gram sedangkan, berat kering dengan rata-rata terbesar untuk kombinasi K2G2 sebesar 14,37 gram.
Title: Efektivitas Pupuk Kandang dan Giberelin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bayam merah (Amaranthus tricolor L)
Description:
Red spinach (Amaranthus tricolor) is a type of C4 plant that can efficiently bind Carbon dioxide gas to adapt to various ecosystems.
This plant, which comes from the Amarataceace family, is classified as an annual plant that is relatively easy to cultivate.
The tendency of farmers to increase cultivation yields is conducted by applying fertilizers and growth hormones.
This study aimed to determine the optimum levels of manure and gibberellin on the growth and yield of red spinach.
This study used a completely randomized design (CRD) using a two-factor pattern.
The first factor was goat manure 300 grams/polybags (K 1), 600 grams/polybags (K2), and 1000 grams/polybags (K3).
The second factor was the concentration of gibberellin consisting of 3 levels: 150 ppm (G 1), 200 ppm (G2, and 250 ppm (G3) with the three times repeated method.
The results showed that there was a positive interaction between manure and gibberellin on parameters observed.
The plant height in three days after planting of K3G3 treatment resulted in an optimum height of 5.
30 cm, while for the number of leaves and leaf area there was no interaction between treatments, but the optimum results were shown in the K3 and G3 treatments, namely 10.
33 fruit; 9.
88 pieces; 9.
90 cm and 9.
34 cm2.
In the wet weight parameters of the K2 and G2 treatments, the optimum wet weight was 56.
20 grams and 53.
27 grams, while the dry weight with the largest average was in the K2G2 combination of 14.
37 grams.
 Bayam merah (Amaranthus tricolor) termasuk kedaIam jenis tanaman C4 yang memiliki kemampuan mengikat CO2 secara efesien, sehingga mampu beradaptasi pada beragam ekosistem.
Tanaman yang berasaI dari famili Amarataceace ini tergolong tanaman semusim yang sangat mudah dibudidayakan.
Kecendrungan petani untuk dapat meningkat hasil budidaya dilakukan dengan aplikasi pupuk maupun hormon atau zat pengatur tumbuh.
Tujuan dilakuakan penelitian yaitu mengetahui kadar optimum pemberian berbagai dosis pupuk kandang dan ZPT giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah.
Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan memakai pola dua faktor, faktor pertama yaitu pupuk kandang kambing 300 gram/polibag (K1), 600 gram/polibag (K2), dan 1000 gram/polibag (K3).
Faktor kedua yaitu konsentrasi giberalin terdiri dari 3 taraf: 150 ppm (G1), 200 ppm (G2), dan 250 ppm (G3) dengan metoda ulangan sebanyak 3 kali.
Dari hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi pupuk kandang dengan giberelin pada parameter pengamatan tinggi tanaman, pengamatan 3 HST perlakuan K3G3 menghasilkan tinggi optimum 5,30 cm sedangkan pada parameter jumlah daun dan luas daun tidak terjadi interaksi antar perlakuan namun hasil optimum ditunjukkan pada perlakuan K3 dan G3 secara berturut yaitu sebanyak 10,33 buah; 9,88 buah; 9,90 cm dan 9,34 cm2.
Pada parameter berat basah perlakuan K2 dan G2 menghasilkan berat basah optimum yaitu sebesar 56,20 gram dan 53,27 gram sedangkan, berat kering dengan rata-rata terbesar untuk kombinasi K2G2 sebesar 14,37 gram.

Related Results

<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
Penelitian ini telah mengkaji pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil panen bayam merah (Amaranthus tricolor L) dan bayam hijau (Amaranthus viridis). Berda...
Aplikasi Pemberian Pupuk Organik Cair NU-POC Dan Bio Sugih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
Aplikasi Pemberian Pupuk Organik Cair NU-POC Dan Bio Sugih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
Red spinach is one of the most popular vegetable commodities because it has high nutritional value. Amaranthus tricolor L. consists of two varieties: Blitum album and Blitum rubrum...
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk kandang serta mendapatkan jenis pupuk kandang dan dosis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil kacang...
PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays L.)
PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG KETAN (Zea mays L.)
Penelitian tentang Kajian Dosis Pupuk Kandang Kambing Dan  Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung ketan (Zea mays L.) dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober  â€“ 20 ...
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Aplikasi Pupuk Organik Pada Domestikasi Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis  dan dosis pupuk organik dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan (Physalis angul...
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Sengon Laut (Paraserianthes falcataria L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit sengon laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan A...
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Efektivitas Pupuk Mkm dan Ekstrak Tauge terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.)
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk MKM dan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (2) mengetahui dosis pupuk MKM dan ekstrak ta...

Back to Top