Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Aerodinamika Airfoil Pesawat Dengan Pendekatan Computational Fluid Dynamic Dan Wind Tunnel

View through CrossRef
Penelitian terhadap bentuk airfoil terus dilakukan untuk mendapatkan performasi aerodinamika yang terbaik. Dengan gaya angkat yang lebih besar maka pesawat terbang dapat mengangkut beban lebih besar dan dapat melakukan lepas landas pada runway yang pendek. Beberapa metode dapat digunakan untuk melakukan pengujian terhadap model pesawat, seperti metode eksperimental dan metode komputasi. Dalam hal ini, metode komputasi dianggap lebih efisien bila dibandingkan dengan metode eksperimental. Karena, tidak memerlukan ruang yang besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan waktu pengujian relatif lebih singkat bila dibandingkan metode eksperimental. Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik aerodinamika dari airfoil NACA 2412, NACA 4412 dan NACA 6412 serta pengaruh kecepatan angin dan sudut serang terhadap performasi dari airfoil. Dari data yang didapat nilai drag coefficient dan lift coefficient berdasarkan sudut serang aliran udara. Dari data yang didapat nilai drag coefficient dan lift coefficient berdasarkan kecepatan aliran udara. Drag coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah kecepatan 4, 5, 7 dan 3 m/s. Sedangkan lift coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah kecepatan 7, 5, 4 dan 3 m/s. Dapat disimpulkan semakin besar nilai kecepatan aliran udara maka semakin kecil pula drag coefficient, tetapi tidak berlaku untuk kecepatan 3 m/s karena bentuk aliran udara dalam kondisi laminer. Sedangkan untuk lift coefficient, semakin besar kecepatan aliran udara, maka semakin besar pula lift coefficient. Drag coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah sudut 15o, 10o, 5o, 0o dan -5o. Sedangkan lift coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah sudut 15o, 10o, 5o, 0o dan -5o. Dapat disimpulkan semakin besar sudut serang aliraan udara, maka semakin besar pula nilai drag coefficient dan lift coefficient. Dari hasil perbandingan antar drag coefficient dan lift coefficient pada wind tunnel dengan Ansys Fluent didapat persentase terbesar pada NACA 2412 dengan besar nilai persentase tersebut adalah 28%. Berdasarkan katagori nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error) dapat ditafsirkan pengujian secara numerik dapat meberikan hasil yang layak. Karena nilai MAPE terbesar kurang dari 50% dan lebih dari 20%. Peneliti dapat meningkatkan keakurasian dengan membuat dudukan airfoil yang lebih kecil. Karena hal tersebut membengaruhi gaya angkat dan hambat.
Title: Analisa Aerodinamika Airfoil Pesawat Dengan Pendekatan Computational Fluid Dynamic Dan Wind Tunnel
Description:
Penelitian terhadap bentuk airfoil terus dilakukan untuk mendapatkan performasi aerodinamika yang terbaik.
Dengan gaya angkat yang lebih besar maka pesawat terbang dapat mengangkut beban lebih besar dan dapat melakukan lepas landas pada runway yang pendek.
Beberapa metode dapat digunakan untuk melakukan pengujian terhadap model pesawat, seperti metode eksperimental dan metode komputasi.
Dalam hal ini, metode komputasi dianggap lebih efisien bila dibandingkan dengan metode eksperimental.
Karena, tidak memerlukan ruang yang besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan waktu pengujian relatif lebih singkat bila dibandingkan metode eksperimental.
Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik aerodinamika dari airfoil NACA 2412, NACA 4412 dan NACA 6412 serta pengaruh kecepatan angin dan sudut serang terhadap performasi dari airfoil.
Dari data yang didapat nilai drag coefficient dan lift coefficient berdasarkan sudut serang aliran udara.
Dari data yang didapat nilai drag coefficient dan lift coefficient berdasarkan kecepatan aliran udara.
Drag coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah kecepatan 4, 5, 7 dan 3 m/s.
Sedangkan lift coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah kecepatan 7, 5, 4 dan 3 m/s.
Dapat disimpulkan semakin besar nilai kecepatan aliran udara maka semakin kecil pula drag coefficient, tetapi tidak berlaku untuk kecepatan 3 m/s karena bentuk aliran udara dalam kondisi laminer.
Sedangkan untuk lift coefficient, semakin besar kecepatan aliran udara, maka semakin besar pula lift coefficient.
Drag coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah sudut 15o, 10o, 5o, 0o dan -5o.
Sedangkan lift coefficient berdasarkan urutan nilai yang paling besar adalah sudut 15o, 10o, 5o, 0o dan -5o.
Dapat disimpulkan semakin besar sudut serang aliraan udara, maka semakin besar pula nilai drag coefficient dan lift coefficient.
Dari hasil perbandingan antar drag coefficient dan lift coefficient pada wind tunnel dengan Ansys Fluent didapat persentase terbesar pada NACA 2412 dengan besar nilai persentase tersebut adalah 28%.
Berdasarkan katagori nilai MAPE (Mean Absolute Percentage Error) dapat ditafsirkan pengujian secara numerik dapat meberikan hasil yang layak.
Karena nilai MAPE terbesar kurang dari 50% dan lebih dari 20%.
Peneliti dapat meningkatkan keakurasian dengan membuat dudukan airfoil yang lebih kecil.
Karena hal tersebut membengaruhi gaya angkat dan hambat.

Related Results

Investigating the Performance of a Novel Multi-Element Airfoil Concept Using Numerical Analysis
Investigating the Performance of a Novel Multi-Element Airfoil Concept Using Numerical Analysis
Separation control is one of the trending topics recently for Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) applications, flow separation that occur on the suction side of an airfoil is a majo...
4. ANALISIS CFD PERFORMA AERODINAMIKA MODEL SAYAP X PADA PESAWAT TERBANG RADIO CONTROLLED UNTUK AEROMODELLING TARUNA AAU
4. ANALISIS CFD PERFORMA AERODINAMIKA MODEL SAYAP X PADA PESAWAT TERBANG RADIO CONTROLLED UNTUK AEROMODELLING TARUNA AAU
Pesawat terbang radio controlled yang digunakan pada kegiatan aeromodellingTaruna AAU sejatinya adalah sebuah model dari pesawat terbang yang sebenarnya. Prosespembuatannya juga me...
Study on the energy capture efficiency of flapping airfoil power generator using semiactive dual‐layer airfoils
Study on the energy capture efficiency of flapping airfoil power generator using semiactive dual‐layer airfoils
AbstractTo address the problem that the energy capture efficiencies of existing flapping airfoil power generators are lower than those of traditional turbine generators, a dual‐lay...
Performance Test and Simulation Study on the Air Path of CAP1400 Passive Containment Cooling System
Performance Test and Simulation Study on the Air Path of CAP1400 Passive Containment Cooling System
As a large scale passive pressurized water reactor nuclear power plant, CAP1400 can remove the reactor decay heat to outside containment with the air cooling in the air flow path o...
Evaluation of Streamline on Aerofoil with Suction Hole in Wind Tunnel
Evaluation of Streamline on Aerofoil with Suction Hole in Wind Tunnel
This study looks into the impact of pressure suction holes in the NACA 0012 airfoil on aerodynamic performance. The goal is to use wind tunnel tests to compute the lift and drag fo...
Analysis of Senegal Type Vertical Axis Wind Turbines Arrangement in Wind Farm
Analysis of Senegal Type Vertical Axis Wind Turbines Arrangement in Wind Farm
Background: In a wind farm, the wind speed of the downstream wind turbine will be lower than the wind speed of the upstream wind turbine due to the influence of the wake. Therefore...
Safety assessment of the construction of double track tunnels underneah exsiting railway tunnels
Safety assessment of the construction of double track tunnels underneah exsiting railway tunnels
The ground disturbance caused by the tunnel construction will inevitably have an impact on the upper part of the constructed tunnel structure, and the railroad tunnel requires a ve...

Back to Top