Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan Tepung Mocaf dengan Subtitusi Tepung Terigu pada Pembuatan Nugget Jamur Merang (Volvariella volvaceae)
View through CrossRef
Abstrak. Nugget merupakan salah satu produk yang sangat digemariaoleh masyarakat baik dari kalangan dewasa hingga anak – anak. Nugget yang beredar di pasaran saat ini adalah nugget ayam ataupun ikan dan dari produk hewani lain yang mempunyaiakadar lemak tinggi namun kadar serat rendah, sehingga kurang baik bagi kesehatan. Nugget memiliki kandungan kadar serat tinggi, kadar lemak rendah dan protein tinggi, sehingga perlu adanya inovasi baru terhadap bahan baku pengganti daging ayam atau sapi yang memiliki kadar lemak rendah dan seratnya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memanfaatkan jamur merang sebagai bahan penambahan dalam pembuatan nugget yang tinggi serat dan protein serta menentukan formulasi terbaik dari tepung mocaf sebagai bahan pengganti tepung terigu. Metode rancangan yang digunakan adalah rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor yaitu penambahan Jamur (J) (J1=200 gram dan J2=100 gram) dengan rasio tepung mocaf dan terigu (M) (M1= 50 : 50, M2= 75 : 25, M3= 100 : 0) dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 18 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan terhadap nugget jamur kadar air, kadar protein, kadar serat dan kadar abu. Kemudian dilanjutkan dengan analisis sensori berupa uji hedonik dan uji deskriptif terhadap warna, tekstur, aroma dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jamur dengan rasio mocaf dan terigu berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar abu, dan berpengaruh nyata terhadap kadar serat. Perlakuan penambahan jamur dengan rasio mocaf dan terigu serta interaksi keduanya memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar serat. Abstract. Nugget is a very popular product among children to adults. The nuggets that is already comercial on the market are chicken and fish nuggets or from other animal that contain high fat but low fiber, so it is not good for health. Nugget has high fiber content, low fat content and high protein content, so there needs to be aninnovations to subtitues the raw materials which is chicken or beef that has low fat content and high fiber. The purpose of this research is to utilize the mushroom as an addition ingredient in making high-fiber and high protein nuggets and determine the best formulations of mocaf flour as a substitute for wheat flour. This research analyzed by using factorial Randomized Block Design (RAK. Factors used in this research are the Addition of Mushrooms (J) (J1 = 200 grams and J2 = 100 grams) and the Ratio of Mocaf Flour and Wheat Flour (M) (M1 = 50 : 50, M2 = 75: 25, M3 = 100: 0) with 3 replications so that there are 18 experimental units. The analysis from mushroom nugget are water content, protein content, fiber conten, ash content and sensory analysis of hedonic and descriptive test of color, texture, aroma and taste. The results showed that the addition of mushrooms with mocaf and wheat flour ratio had a very significant effect on moisture content, protein content, ash content, and significantly affected fiber content. The treatment of the addition of mushrooms with the ratio of mocaf and flour as well as thmushroome interaction of both gave a significant effect on fiber content.
Title: Pemanfaatan Tepung Mocaf dengan Subtitusi Tepung Terigu pada Pembuatan Nugget Jamur Merang (Volvariella volvaceae)
Description:
Abstrak.
Nugget merupakan salah satu produk yang sangat digemariaoleh masyarakat baik dari kalangan dewasa hingga anak – anak.
Nugget yang beredar di pasaran saat ini adalah nugget ayam ataupun ikan dan dari produk hewani lain yang mempunyaiakadar lemak tinggi namun kadar serat rendah, sehingga kurang baik bagi kesehatan.
Nugget memiliki kandungan kadar serat tinggi, kadar lemak rendah dan protein tinggi, sehingga perlu adanya inovasi baru terhadap bahan baku pengganti daging ayam atau sapi yang memiliki kadar lemak rendah dan seratnya tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk memanfaatkan jamur merang sebagai bahan penambahan dalam pembuatan nugget yang tinggi serat dan protein serta menentukan formulasi terbaik dari tepung mocaf sebagai bahan pengganti tepung terigu.
Metode rancangan yang digunakan adalah rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor yaitu penambahan Jamur (J) (J1=200 gram dan J2=100 gram) dengan rasio tepung mocaf dan terigu (M) (M1= 50 : 50, M2= 75 : 25, M3= 100 : 0) dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 18 satuan percobaan.
Analisis yang dilakukan terhadap nugget jamur kadar air, kadar protein, kadar serat dan kadar abu.
Kemudian dilanjutkan dengan analisis sensori berupa uji hedonik dan uji deskriptif terhadap warna, tekstur, aroma dan rasa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jamur dengan rasio mocaf dan terigu berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar abu, dan berpengaruh nyata terhadap kadar serat.
Perlakuan penambahan jamur dengan rasio mocaf dan terigu serta interaksi keduanya memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar serat.
Abstract.
Nugget is a very popular product among children to adults.
The nuggets that is already comercial on the market are chicken and fish nuggets or from other animal that contain high fat but low fiber, so it is not good for health.
Nugget has high fiber content, low fat content and high protein content, so there needs to be aninnovations to subtitues the raw materials which is chicken or beef that has low fat content and high fiber.
The purpose of this research is to utilize the mushroom as an addition ingredient in making high-fiber and high protein nuggets and determine the best formulations of mocaf flour as a substitute for wheat flour.
This research analyzed by using factorial Randomized Block Design (RAK.
Factors used in this research are the Addition of Mushrooms (J) (J1 = 200 grams and J2 = 100 grams) and the Ratio of Mocaf Flour and Wheat Flour (M) (M1 = 50 : 50, M2 = 75: 25, M3 = 100: 0) with 3 replications so that there are 18 experimental units.
The analysis from mushroom nugget are water content, protein content, fiber conten, ash content and sensory analysis of hedonic and descriptive test of color, texture, aroma and taste.
The results showed that the addition of mushrooms with mocaf and wheat flour ratio had a very significant effect on moisture content, protein content, ash content, and significantly affected fiber content.
The treatment of the addition of mushrooms with the ratio of mocaf and flour as well as thmushroome interaction of both gave a significant effect on fiber content.
Related Results
CAMPURAN TEPUNG BIJI DURIAN DAN TEPUNG TERIGU MENJADI CAKE
CAMPURAN TEPUNG BIJI DURIAN DAN TEPUNG TERIGU MENJADI CAKE
Berlimpahnya limbah biji durian pada musim durian belum banyak dimanfaatkan, disisi lain biji durian berpotensi sebagai sumber bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengide...
Pengaruh Penambahan Molase Terhadap Hasil Panen Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Pengaruh Penambahan Molase Terhadap Hasil Panen Jamur Merang (Volvariella volvacea)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molase dengan berbagai konsentrasi terhadap hasil panen jamur merang (Volvariella Volvacea). Metode yang digunakan pad...
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Abstrak. Mi merupakan salah satu makanan olahan tepung terigu yang terkenal di Indonesia dan Asia. Mi basah merupakan salah satu jenis mi paling banyak digunakan di masyarakat. Pad...
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET AYAM DI DESA WONGKADITI TIMUR GORONTALO
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET AYAM DI DESA WONGKADITI TIMUR GORONTALO
Nugget ayam merupakan salah satu pangan olahan daging ayam yang memiliki cita rasa tinggi dan digemari oleh masyarakat Indosesia. Pelatihan ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pen...
Kualitas Cookies Berbahan Campuran Tepung Labu Kuning
Kualitas Cookies Berbahan Campuran Tepung Labu Kuning
Cookies adalah kue kering yang bertekstur renyah, berbentuk pipih dan biasanya berbentuk kecil. Pada umumnya cookies berbahan tepung terigu. Namun kalori yang terkandung dalam tepu...
Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dan Tepung Terigu serta Lama Waktu Pengukusan terhadap Mutu Kerupuk Sape
Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dan Tepung Terigu serta Lama Waktu Pengukusan terhadap Mutu Kerupuk Sape
Kerupuk sape merupakan salah satu jenis kerupuk khas daerah Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kerupuk ini menggunanakan tepung terigu sebagai bahan utama namun hingga saat i...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...
Formulasi Mie Substitusi Tepung Kelapa untuk Meningkatkan Kadar Serat
Formulasi Mie Substitusi Tepung Kelapa untuk Meningkatkan Kadar Serat
Latar Belakang: Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan modifikasi diet, akan tetapi perubahan menu diet yang besar sulit dilakukan sebagian besar orang. Salah satu alternatif ...

