Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

TARIKAT SUFIYAH ISLAM DALAM PEMIKIRAN TASAWUF H. ABDUL MUIN HIDAYATULLAH

View through CrossRef
Karya ilmiah ini hanya mendeskripsikan keberadaan (asal-usul, perkembangan, mursyid, silsilah, pengikut, suluk, wirid dan praktiknya) Tarikat Sufiyah Islam (TSI) dalam pemikiran tasawuf H. Abdul Muin Hidayatullah. Hasilnya menunjukkan bahwa TSI ini dibangun oleh H. Abdul Muin sejak tahun 1955 setelah ia (menurut pengakuannya) dibawa ke alam rohani (liqa barzakhi) bertemu dengan Rasulullah, nabi Adam dan nabi Musa serta 40 orang pimpinan negara Islam. Ketika itu (menurutnya), ia dibaiat sebagai Mursyid Zahir tarikat ini, sementara Mursyid Batinnya adalah Rasulullah. Mulai saat itulah tarikat ini dikembangkannya hingga ia meninggal dunia (1995) dalam usia 87 tahun. Mursyid penggantinya adalah anaknya sendiri, K.H. Abdullah al-Mahdi dan mengembangkannya hingga sekarang.TSI ini merupakan tarikat baru dalam sejarah ketarikatan, karena tidak termasuk dalam deretan tarikat yang ada di dunia Islam. Unsur ketarikatan terpenuhi dalam tarikat ini, seperti adanya mursyid, anggota/murid, suluk/khalwat, amaliah (wirid) dan praktiknya. Kecuali itu sebagaimana dikemukakan di atas, silsilah mursyidnya yang tidak bersambung karena H. Abdul Muin selaku pimpinannya mengaku bertemu langsung dengan Rasulullah dan mendapatkan ajaran/amaliah (wirid) TSI daripadanya. Padahal dalam tataran teori sufistik disebutkan bahwa silsilah mursyid haruslah bersambung (muttasil), sehingga tidak diragukan lagi ke muktabarahannya. Konsekuensi logis dari ketidak-bersambungan silsilah mursyid ini menjadi lahan adanya pro-kontra terhadapnya, sebagaimana halnya tarikat al-Tijaniyah. Meski pun demikian, ternyata Tarikat Sufiyah Islam ini berkembang cukup pesat, sekarang anggotanya mencapai 7.000 orang, ada yang berstatus pendengar, pelajar, pengikut dan pendukung. Mereka tersebar di Kalimantan Selatan terutama di Banjarmasin, Tabunganen dan di Kabupaten Tabalong, dan aktif melaksanakan ajaran/amaliah (wirid) yang ditentukan. Karena itu keberadaannya cukup berarti (berdampak positif) bagi pembinaan keimanan dan ketakwaan anggotanya, meski pun hal ini masih perlu dilakukan penelitian.
Title: TARIKAT SUFIYAH ISLAM DALAM PEMIKIRAN TASAWUF H. ABDUL MUIN HIDAYATULLAH
Description:
Karya ilmiah ini hanya mendeskripsikan keberadaan (asal-usul, perkembangan, mursyid, silsilah, pengikut, suluk, wirid dan praktiknya) Tarikat Sufiyah Islam (TSI) dalam pemikiran tasawuf H.
Abdul Muin Hidayatullah.
Hasilnya menunjukkan bahwa TSI ini dibangun oleh H.
Abdul Muin sejak tahun 1955 setelah ia (menurut pengakuannya) dibawa ke alam rohani (liqa barzakhi) bertemu dengan Rasulullah, nabi Adam dan nabi Musa serta 40 orang pimpinan negara Islam.
Ketika itu (menurutnya), ia dibaiat sebagai Mursyid Zahir tarikat ini, sementara Mursyid Batinnya adalah Rasulullah.
Mulai saat itulah tarikat ini dikembangkannya hingga ia meninggal dunia (1995) dalam usia 87 tahun.
Mursyid penggantinya adalah anaknya sendiri, K.
H.
Abdullah al-Mahdi dan mengembangkannya hingga sekarang.
TSI ini merupakan tarikat baru dalam sejarah ketarikatan, karena tidak termasuk dalam deretan tarikat yang ada di dunia Islam.
Unsur ketarikatan terpenuhi dalam tarikat ini, seperti adanya mursyid, anggota/murid, suluk/khalwat, amaliah (wirid) dan praktiknya.
Kecuali itu sebagaimana dikemukakan di atas, silsilah mursyidnya yang tidak bersambung karena H.
Abdul Muin selaku pimpinannya mengaku bertemu langsung dengan Rasulullah dan mendapatkan ajaran/amaliah (wirid) TSI daripadanya.
Padahal dalam tataran teori sufistik disebutkan bahwa silsilah mursyid haruslah bersambung (muttasil), sehingga tidak diragukan lagi ke muktabarahannya.
Konsekuensi logis dari ketidak-bersambungan silsilah mursyid ini menjadi lahan adanya pro-kontra terhadapnya, sebagaimana halnya tarikat al-Tijaniyah.
Meski pun demikian, ternyata Tarikat Sufiyah Islam ini berkembang cukup pesat, sekarang anggotanya mencapai 7.
000 orang, ada yang berstatus pendengar, pelajar, pengikut dan pendukung.
Mereka tersebar di Kalimantan Selatan terutama di Banjarmasin, Tabunganen dan di Kabupaten Tabalong, dan aktif melaksanakan ajaran/amaliah (wirid) yang ditentukan.
Karena itu keberadaannya cukup berarti (berdampak positif) bagi pembinaan keimanan dan ketakwaan anggotanya, meski pun hal ini masih perlu dilakukan penelitian.

Related Results

Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
AbastrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan tasawuf dari sisi ontologi, epistemologi dan axiologinya. Namun, karena tasawuf fi Indonesia memiliki karakteristik tersendiri diban...
Pemikiran Tasawuf Falsafi Perspektif Abuya Amran Waly Al-Khalidy
Pemikiran Tasawuf Falsafi Perspektif Abuya Amran Waly Al-Khalidy
Tasawuf falsafi adalah pemikiran tasawuf yang pernah dikembangkan baik oleh Syekh Abu Yasid al-Bustami, Ibnu Arabi, Abdul Karim al-Jilli, Syekh Hamzah Fansuri, Syekh Syamsuddin al-...
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
  ABSTRAK Tasawuf adalah jalan atau cara (??????) yang ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri pada Allah Swt., sedekat mungkin dengan membersihkan diri dari pel...
Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx
Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx
Abstract;Islam Nusantara is an Islam that is very strong with nuances of Sufism (Sufism). The process of spreading Sufism in the archipelago turned out to be colored by feuds betwe...
Strategi Komunikasi Dakwah Da’i Hidayatullah dalam Pembinaan Masyarakat Pedesaan
Strategi Komunikasi Dakwah Da’i Hidayatullah dalam Pembinaan Masyarakat Pedesaan
This paper aims to determine the da'i Hidayatullah da'wah communication strategy in fostering rural communities which are formulated into three questions as follows: the role of da...
TAREKAT SUFIYAH ISLAM DALAM PEMIKIRAN TASAWUF H. ABDUL MUIN HIDAYATULLAH
TAREKAT SUFIYAH ISLAM DALAM PEMIKIRAN TASAWUF H. ABDUL MUIN HIDAYATULLAH
This paper describes only the existence of Islamic Sufiyah tarekat (TSI) in the thought of H. Abdul Muin Hidayatullah. The results show that the TSI was built by H. Abdul Muin sinc...
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian penulis terkait beragamnya nestapa yang dialami masyarakat modern, di mana masyarakat dewasa ini telah mengalami kehampaan spiritual ...
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Tipologi Pemikiran Pendidikan Islam Di Indonesia
Pemikiran pendidikan adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Untuk...

Back to Top