Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx

View through CrossRef
Abstract;Islam Nusantara is an Islam that is very strong with nuances of Sufism (Sufism). The process of spreading Sufism in the archipelago turned out to be colored by feuds between the figures. In Java there was a feud between Walisongo and Sheikh Siti Jenar and in the Sultanate of Aceh there was a feud between Nuruddin Ar-Raniri and followers of Hamzah Fansuri and Syamsuddin Sumatrani. This article attempts to explain the feuds and disputes over Sufism in the archipelago using Karl Marx's conflict theory. In this theory, conflicts that occur in society, including the conflict over Sufism in the archipelago, proceed through a dialectical process: thesis, antithesis and synthesis. The conflicts over Sufism in the archipelago, which proceeded in a thesis-antithesis pattern, then produced a synthesis in the form of Islam which, on the one hand, was very strong with nuances of Sufism, but on the other hand did not ignore aspects of the Shari'a or Fiqh, namely tarekat. This article also concludes that the emergence of the concept of Nusantara Islam is a product of the dialectic of conflict over Sufism in the archipelago. At first it was Islam (without frills, as a thesis), but Islam without frills was apparently deemed unable to differentiate between what was Islam and what was Arab custom, so that Islam was considered Arabian Islam (antithesis). Then Islam Nusantara was born (as a synthesis), namely Islam that was not Arabian and accommodating to local values.Keywords:Abdul Qadir al-Jailani; Akhlaqi Sufism; Modernity. Abstrak;Islam Nusantara adalah Islam yang sangat kental dengan nuansa tasawuf (sufisme). Proses penyebaran tasawuf di Nusantara ternyata diwarnai perseteruan-persetruan para tokohnya. Di Jawa terjadi perseteruan antara Walisongo dengan Syekh Siti Jenar dan di Kesultanan Aceh terjadi perseteruan antara Nuruddin Ar-Raniri dengan pengikut Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani. Artikel ini berupaya menjelaskan perseteruan dan perselisihan tasawuf di Nusantara tersebut menggunakan teori konflik Karl Marx. Dalam teori ini konflik-konflik yang terjadi di masyarakat, termasuk perseteruan tasawuf di Nusantara, berjalan melalui proses dialektika: tesis, antitesis, dan sintesis. Pertentangan-pertentangan tasawuf di Nusantara, yang berjalan dalam pola tesis-antitesis kemudian menghasilkan sintesis berupa Islam yang di satu sisi sangat kental dengan nuansa tasawuf namun di sisi lain tidak mengabaikan aspek syariat atau fikih, yaitu tarekat. Artikel ini juga menyimpulkan bahwa kemunculan konsep Islam Nusantara merupakan produk dialektika perseteruan tasawuf di Nusantara. Pada mulanya Islam (tanpa embel-embel, sebagai tesis), namun Islam yang tanpa embel-embel tersebut ternyata dinilai tidak dapat memilah mana yang Islam dan mana yang adat Arab, sehingga Islam tersebut dianggap Islam kearab-araban (antitesis). Kemudian lahirlah Islam Nusantara (sebagai sintesis), yakni Islam yang tidak kearab-araban dan akomodatif terhadap nilai-nilai lokal.Kata Kunci:   Abdul Qadir al-Jailani; Modernitas; Tasawuf Akhlaqi.
Raden Intan State Islamic University of Lampung
Title: Perselisihan Tasawuf Di Nusantara: Perspektif Teori Konflik Karl Marx
Description:
Abstract;Islam Nusantara is an Islam that is very strong with nuances of Sufism (Sufism).
The process of spreading Sufism in the archipelago turned out to be colored by feuds between the figures.
In Java there was a feud between Walisongo and Sheikh Siti Jenar and in the Sultanate of Aceh there was a feud between Nuruddin Ar-Raniri and followers of Hamzah Fansuri and Syamsuddin Sumatrani.
This article attempts to explain the feuds and disputes over Sufism in the archipelago using Karl Marx's conflict theory.
In this theory, conflicts that occur in society, including the conflict over Sufism in the archipelago, proceed through a dialectical process: thesis, antithesis and synthesis.
The conflicts over Sufism in the archipelago, which proceeded in a thesis-antithesis pattern, then produced a synthesis in the form of Islam which, on the one hand, was very strong with nuances of Sufism, but on the other hand did not ignore aspects of the Shari'a or Fiqh, namely tarekat.
This article also concludes that the emergence of the concept of Nusantara Islam is a product of the dialectic of conflict over Sufism in the archipelago.
At first it was Islam (without frills, as a thesis), but Islam without frills was apparently deemed unable to differentiate between what was Islam and what was Arab custom, so that Islam was considered Arabian Islam (antithesis).
Then Islam Nusantara was born (as a synthesis), namely Islam that was not Arabian and accommodating to local values.
Keywords:Abdul Qadir al-Jailani; Akhlaqi Sufism; Modernity.
 Abstrak;Islam Nusantara adalah Islam yang sangat kental dengan nuansa tasawuf (sufisme).
Proses penyebaran tasawuf di Nusantara ternyata diwarnai perseteruan-persetruan para tokohnya.
Di Jawa terjadi perseteruan antara Walisongo dengan Syekh Siti Jenar dan di Kesultanan Aceh terjadi perseteruan antara Nuruddin Ar-Raniri dengan pengikut Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani.
Artikel ini berupaya menjelaskan perseteruan dan perselisihan tasawuf di Nusantara tersebut menggunakan teori konflik Karl Marx.
Dalam teori ini konflik-konflik yang terjadi di masyarakat, termasuk perseteruan tasawuf di Nusantara, berjalan melalui proses dialektika: tesis, antitesis, dan sintesis.
Pertentangan-pertentangan tasawuf di Nusantara, yang berjalan dalam pola tesis-antitesis kemudian menghasilkan sintesis berupa Islam yang di satu sisi sangat kental dengan nuansa tasawuf namun di sisi lain tidak mengabaikan aspek syariat atau fikih, yaitu tarekat.
Artikel ini juga menyimpulkan bahwa kemunculan konsep Islam Nusantara merupakan produk dialektika perseteruan tasawuf di Nusantara.
Pada mulanya Islam (tanpa embel-embel, sebagai tesis), namun Islam yang tanpa embel-embel tersebut ternyata dinilai tidak dapat memilah mana yang Islam dan mana yang adat Arab, sehingga Islam tersebut dianggap Islam kearab-araban (antitesis).
Kemudian lahirlah Islam Nusantara (sebagai sintesis), yakni Islam yang tidak kearab-araban dan akomodatif terhadap nilai-nilai lokal.
Kata Kunci:   Abdul Qadir al-Jailani; Modernitas; Tasawuf Akhlaqi.

Related Results

Asal-Usul Tasawuf: Sebuah Perdebatan
Asal-Usul Tasawuf: Sebuah Perdebatan
Selama ini lazim diketahui bahwa teori tentang asal-usul tasawuf ada dua. Teori pertama, bahwa tasawuf berasal dari dalam Islam. Teori kedua, bahwa tasawuf berasal dari luar Islam....
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
AbastrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan tasawuf dari sisi ontologi, epistemologi dan axiologinya. Namun, karena tasawuf fi Indonesia memiliki karakteristik tersendiri diban...
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
  ABSTRAK Tasawuf adalah jalan atau cara (??????) yang ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri pada Allah Swt., sedekat mungkin dengan membersihkan diri dari pel...
KEWENANGAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MENYELESAIKAN PERSELISIHAN PEKERJA
KEWENANGAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM MENYELESAIKAN PERSELISIHAN PEKERJA
Penyelesaian permasalahan yang terjadi di Indonesia dapat bersifat non-litigasi atau litigasi. Proses penyelesaian permasalahan melalui litigasi adalah melalui Pengadilan. Pengadil...
Teori Konflik dalam Dinamika Sosial Kontemporer: Sebuah Literatur Review terhadap Ketimpangan, Identitas, dan Manajemen Konflik
Teori Konflik dalam Dinamika Sosial Kontemporer: Sebuah Literatur Review terhadap Ketimpangan, Identitas, dan Manajemen Konflik
Konflik sosial merupakan fenomena yang terus hadir dalam dinamika masyarakat modern, baik dalam bentuk perebutan sumber daya, pertentangan identitas, maupun ketidaksetaraan gender ...
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian penulis terkait beragamnya nestapa yang dialami masyarakat modern, di mana masyarakat dewasa ini telah mengalami kehampaan spiritual ...
Sejarah Perkembangan Tasawuf ‘Amali
Sejarah Perkembangan Tasawuf ‘Amali
Tasawuf merupakan salah satu aspek esoteris Islam, sebagai perwujudan dari ihksan yang berarti kesadaran adanya komunikasi dan dialog langsung seorang hamba dengan Tuhannya. Esensi...
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Konflik para Rasul: konflik Paulus dan Barnabas (Kisah Para Rasul 15:35-41) serta implementasinya dengan Perpecahan Gereja
Abstrak: konflik adalah suatu hal yang kerap kali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Konflik tidak hanya terjadi dalam kemasyarakatan tetapi juga terjadi dalam kehidupan berjem...

Back to Top