Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemikiran Tasawuf Falsafi Perspektif Abuya Amran Waly Al-Khalidy

View through CrossRef
Tasawuf falsafi adalah pemikiran tasawuf yang pernah dikembangkan baik oleh Syekh Abu Yasid al-Bustami, Ibnu Arabi, Abdul Karim al-Jilli, Syekh Hamzah Fansuri, Syekh Syamsuddin al-Sumaterani, Syekh Abdul Rauf al-Singkili, Syekh Abdul Shamad al-Falimbangi, maupun para ulama tasawuf falsafi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran tasawuf falsafi perspektif Abuya Amran Waly al-Khalidy dan pengaruh sosial keagamaan di Aceh. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggabungkan antara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Instrument yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti Model Analysis Interactive Miles dan Hubermen 1994; pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf falsafi merupakan suatu kajian yang berdasarkan pada rukun agama yang ketiga yaitu ihsan dan cara mengobati atau menghilangkan penyakit nafsu pada manusia. Mempelajari tasawuf falsafi ini tidak hanya cukup sebagai pengakuan atau membenarkan keberadaan Allah dan sifat-sifat-Nya saja, akan tetapi semua yang ada di alam ini harus hilang dari pandangan kita, hanya saja yang ada cahaya dan keberadaan Allah yang dapat berpegang teguh dengan tauhid sehingga tidak ada lagi dalam batin manusia selain Allah. Ada tiga ajaran dari tasawuf ini yaitu syari’at, tarikat dan hakikat. Yang disyiarkan kepada pengikutnya adalah ibadah, toleransi dan aqidah yang benar. Pengaruh tasawuf falsafi ini terlihat pada perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan masyarakat Aceh, baik dalam bidang ibadah, sosial, dan akhlak, juga telah mampu mendakwahkan kembali ajaran tasawuf dengan mengimbangi persoalan dunia dan akhirat. Selain itu, Abuya Amran Waly juga berhasil membangkitkan dan menyambungkan transmisi tasawuf falsafi Aceh lama di era Aceh maupun Indonesia modern.
Fanshur Institute: Research and Knowledge Sharing in Aceh
Title: Pemikiran Tasawuf Falsafi Perspektif Abuya Amran Waly Al-Khalidy
Description:
Tasawuf falsafi adalah pemikiran tasawuf yang pernah dikembangkan baik oleh Syekh Abu Yasid al-Bustami, Ibnu Arabi, Abdul Karim al-Jilli, Syekh Hamzah Fansuri, Syekh Syamsuddin al-Sumaterani, Syekh Abdul Rauf al-Singkili, Syekh Abdul Shamad al-Falimbangi, maupun para ulama tasawuf falsafi lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran tasawuf falsafi perspektif Abuya Amran Waly al-Khalidy dan pengaruh sosial keagamaan di Aceh.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggabungkan antara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan.
Instrument yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Teknik analisis data mengikuti Model Analysis Interactive Miles dan Hubermen 1994; pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf falsafi merupakan suatu kajian yang berdasarkan pada rukun agama yang ketiga yaitu ihsan dan cara mengobati atau menghilangkan penyakit nafsu pada manusia.
Mempelajari tasawuf falsafi ini tidak hanya cukup sebagai pengakuan atau membenarkan keberadaan Allah dan sifat-sifat-Nya saja, akan tetapi semua yang ada di alam ini harus hilang dari pandangan kita, hanya saja yang ada cahaya dan keberadaan Allah yang dapat berpegang teguh dengan tauhid sehingga tidak ada lagi dalam batin manusia selain Allah.
Ada tiga ajaran dari tasawuf ini yaitu syari’at, tarikat dan hakikat.
Yang disyiarkan kepada pengikutnya adalah ibadah, toleransi dan aqidah yang benar.
Pengaruh tasawuf falsafi ini terlihat pada perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan masyarakat Aceh, baik dalam bidang ibadah, sosial, dan akhlak, juga telah mampu mendakwahkan kembali ajaran tasawuf dengan mengimbangi persoalan dunia dan akhirat.
Selain itu, Abuya Amran Waly juga berhasil membangkitkan dan menyambungkan transmisi tasawuf falsafi Aceh lama di era Aceh maupun Indonesia modern.

Related Results

Manhaj Dakwah Sheikh Haji Muhammad Waly Al-Khalidy in Aceh:
Manhaj Dakwah Sheikh Haji Muhammad Waly Al-Khalidy in Aceh:
This article explores the da'wah methodology of Shaykh Haji Muhammad Waly Al-Khalidy, a significant clerical figure in Aceh known for his efforts in preserving the creed of tawhid ...
Kajian Historis Tafsir Falsafi
Kajian Historis Tafsir Falsafi
Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah corak tafsir falsafi meliputi sejarah kemunculan tafsir falsafi, batasan tafsir falsafi, perdebatan ulama tentang tafsir falsafi, dan ki...
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
Filsafat Ilmu Dalam Pengembangan Ilmu Tasawuf
AbastrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan tasawuf dari sisi ontologi, epistemologi dan axiologinya. Namun, karena tasawuf fi Indonesia memiliki karakteristik tersendiri diban...
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
TASAWUF SUNNI: BERKENALAN DENGAN TASAWUF JUNAIDI AL-BAGD?DI
  ABSTRAK Tasawuf adalah jalan atau cara (??????) yang ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri pada Allah Swt., sedekat mungkin dengan membersihkan diri dari pel...
Dialektika Filsafat Islam Sufistik Wujuddiyah Di Indonesia
Dialektika Filsafat Islam Sufistik Wujuddiyah Di Indonesia
The first Islamic philosophy that emerged in Indonesia was the Islamic philosophy that had been linked to Sufism, or Sufistic Islamic philosophy, namely Islamic philosophy in Sufis...
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Perspektif Hamka Tentang Urgensi Pendidikan Tasawuf Dalam Kehidupan Masyarakat Modern
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian penulis terkait beragamnya nestapa yang dialami masyarakat modern, di mana masyarakat dewasa ini telah mengalami kehampaan spiritual ...
Sejarah Perkembangan Tasawuf ‘Amali
Sejarah Perkembangan Tasawuf ‘Amali
Tasawuf merupakan salah satu aspek esoteris Islam, sebagai perwujudan dari ihksan yang berarti kesadaran adanya komunikasi dan dialog langsung seorang hamba dengan Tuhannya. Esensi...
TASAWUF DAN PERUBAHAN SOSIAL: Kajian Tokoh Umar bin Abdul Aziz
TASAWUF DAN PERUBAHAN SOSIAL: Kajian Tokoh Umar bin Abdul Aziz
Tasawuf sosial adalah tasawuf yang tidak hanya mementingkan kesalehan individu saja. Akan tetapi tasawuf sosial ini juga peka dan terlibat dalam sebuah gerakan untuk melakukan suat...

Back to Top