Javascript must be enabled to continue!
Analisis Seleksi Fitur Binary PSO Pada Klasifikasi Kanker Berdasarkan Data Microarray Menggunakan DWKNN
View through CrossRef
Salah satu penyakit mematikan penyebab kematian terbesar secara global adalah kanker. Kematian akibat kanker dapat diredam melalui deteksi dini terhadap kanker dengan memanfaatkan teknologi microarray. Namun teknologi ini memiliki kekurangan, yaitu jumlah gen (fitur) yang terlalu banyak. Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan melakukan seleksi fitur terhadap data microarray. Salah satu algoritma seleksi fitur yang dapat digunakan adalah Binary Particle Swarm Optimizationi (BPSO). Pada penelitian ini, dilakukan seleksi fitur dengan BPSO pada data microarray dan klasifikasi menggunakan Distance Weighted KNN (DWKNN). Kemudian akan dilihat perbandingan hasil akurasi, presisi, recall, dan f1-score antara DWKNN dan BPSO-DWKNN. Seleksi fitur dan klasifikasi (BPSO-DWKNN) pada dataset Leukemia menghasilkan akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 93,12%, 94,39%, 95,92%, dan 94,8%. Pada dataset Lung Cancer diperoleh akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 98,36%, 98,77%, 99,35%, dan 99,03%. Pada dataset Prostate Cancer diperoleh akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 86,81%, 89,13%, 88,04%, dan 88,07%. Pada dataset Diffuse Large B-Cell Lymphome diperoleh akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 85,8%, 93,21%, 88,1%, dan 89,76%. Hasil perbandingan menunjukkan peningkatan akurasi, presisi, recall, dan f1-score pada algoritma DWKNN dengan seleksi fitur BPSO dibandingkan dengan algoritma DWKNN tanpa seleksi fitur BPSO.
Title: Analisis Seleksi Fitur Binary PSO Pada Klasifikasi Kanker Berdasarkan Data Microarray Menggunakan DWKNN
Description:
Salah satu penyakit mematikan penyebab kematian terbesar secara global adalah kanker.
Kematian akibat kanker dapat diredam melalui deteksi dini terhadap kanker dengan memanfaatkan teknologi microarray.
Namun teknologi ini memiliki kekurangan, yaitu jumlah gen (fitur) yang terlalu banyak.
Kekurangan tersebut dapat diatasi dengan melakukan seleksi fitur terhadap data microarray.
Salah satu algoritma seleksi fitur yang dapat digunakan adalah Binary Particle Swarm Optimizationi (BPSO).
Pada penelitian ini, dilakukan seleksi fitur dengan BPSO pada data microarray dan klasifikasi menggunakan Distance Weighted KNN (DWKNN).
Kemudian akan dilihat perbandingan hasil akurasi, presisi, recall, dan f1-score antara DWKNN dan BPSO-DWKNN.
Seleksi fitur dan klasifikasi (BPSO-DWKNN) pada dataset Leukemia menghasilkan akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 93,12%, 94,39%, 95,92%, dan 94,8%.
Pada dataset Lung Cancer diperoleh akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 98,36%, 98,77%, 99,35%, dan 99,03%.
Pada dataset Prostate Cancer diperoleh akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 86,81%, 89,13%, 88,04%, dan 88,07%.
Pada dataset Diffuse Large B-Cell Lymphome diperoleh akurasi, presisi, recall, dan f1-score tertinggi beturut-turut sebesar 85,8%, 93,21%, 88,1%, dan 89,76%.
Hasil perbandingan menunjukkan peningkatan akurasi, presisi, recall, dan f1-score pada algoritma DWKNN dengan seleksi fitur BPSO dibandingkan dengan algoritma DWKNN tanpa seleksi fitur BPSO.
Related Results
KLASIFIKASI MASSA PADA CITRA MAMMOGRAM MENGGUNAKAN KOMBINASI SELEKSI FITUR F-SCORE DAN LS-SVM
KLASIFIKASI MASSA PADA CITRA MAMMOGRAM MENGGUNAKAN KOMBINASI SELEKSI FITUR F-SCORE DAN LS-SVM
ABSTRAKKanker payudara adalah penyakit yang paling umum diderita oleh perempuan pada banyak negara. Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan menggunakan citra Mammogram dengan t...
Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
Kaempferol merupakan salah satu jenis flavonoid alami yang menunjukkan efek antiproliferative dan pro-apoptosis pada berbagai jenis sel kanker. Kanker merupakan kondisi dimana sel ...
Seleksi Fitur Hybrid Grey Wolf Optimization dan Particle Swarm Optimization pada Distance Biased Naive Bayes untuk Klasifikasi Kanker Payudara
Seleksi Fitur Hybrid Grey Wolf Optimization dan Particle Swarm Optimization pada Distance Biased Naive Bayes untuk Klasifikasi Kanker Payudara
Kanker payudara adalah penyebab utama kematian akibat kanker tertinggi kedua di dunia. Pasien Kanker payudara terus mengalami peningkatan dan menjadi masalah kesehatan yang cukup s...
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan penyebab kematian ke 2 setelah kanker rahim. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Padang tentang kejadian kanker payudara, pada tahun...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
Kanker nasofaring di Indonesia menempati urutan keempat menjadi penyakit kanker terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Perjalanan kanker nasofaring...
Karakteristik Kanker Panyudara
Karakteristik Kanker Panyudara
Kanker payudara menempati urutan pertama jumlah kasus kanker sekaligus menjadi penyebab kematian terbesar akibat kanker di dunia setiap tahunnya. Adapun faktor risiko yang erat kai...
Karakteristik Histopatologi dan Stadium Klinis Kanker Nasofaring
Karakteristik Histopatologi dan Stadium Klinis Kanker Nasofaring
Latar Belakang : Kanker Nasofaring merupakan penyakit endemik di beberapa bagian di Asia Tenggara dan Cina. Pada tahun 2018 terdapat 348.809 kasus baru dan 207.210 kematian yang di...

