Javascript must be enabled to continue!
Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
View through CrossRef
Kaempferol merupakan salah satu jenis flavonoid alami yang menunjukkan efek antiproliferative dan pro-apoptosis pada berbagai jenis sel kanker. Kanker merupakan kondisi dimana sel tubuh berkembang secara tidak terkendali dan menyerang jaringan sekitarnya. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah maupun sistem limfatik, yang disebut metastasis. Jenis kanker diantaranya yaitu kanker payudara, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker serviks, kanker kulit, kanker darah (leukemia), kanker kandung kemih, kanker mulut, kanker tulang, kanker hati, kanker paru-paru, kanker lambung, kanker sistem saraf, kanker tenggorokan, kanker kelenjar ludah, kanker hidung dan sinus, kanker kelenjar tiroid, serta kanker kepala dan leher. Senyawa kaempferol memiliki berbagai sifat farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, antitumor, kardio protektif, neuroprotective, dan aktivitas antidiabetes. Meskipun Kaempferol terbukti untuk pencegahan kanker, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum rekomendasi kesehatan publik atau formulasi dalam menggunakan Kaempferol yang dapat diberikan.
Title: Dampak Positif Kaempferol terhadap Penyakit Kanker: Literature Review
Description:
Kaempferol merupakan salah satu jenis flavonoid alami yang menunjukkan efek antiproliferative dan pro-apoptosis pada berbagai jenis sel kanker.
Kanker merupakan kondisi dimana sel tubuh berkembang secara tidak terkendali dan menyerang jaringan sekitarnya.
Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah maupun sistem limfatik, yang disebut metastasis.
Jenis kanker diantaranya yaitu kanker payudara, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker serviks, kanker kulit, kanker darah (leukemia), kanker kandung kemih, kanker mulut, kanker tulang, kanker hati, kanker paru-paru, kanker lambung, kanker sistem saraf, kanker tenggorokan, kanker kelenjar ludah, kanker hidung dan sinus, kanker kelenjar tiroid, serta kanker kepala dan leher.
Senyawa kaempferol memiliki berbagai sifat farmakologis seperti antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, antitumor, kardio protektif, neuroprotective, dan aktivitas antidiabetes.
Meskipun Kaempferol terbukti untuk pencegahan kanker, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum rekomendasi kesehatan publik atau formulasi dalam menggunakan Kaempferol yang dapat diberikan.
Related Results
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Karakteristik Penyebab Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan penyebab kematian ke 2 setelah kanker rahim. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Padang tentang kejadian kanker payudara, pada tahun...
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
GAMBARAN FAKTOR RISIKO PASIEN KANKER NASOFARING
Kanker nasofaring di Indonesia menempati urutan keempat menjadi penyakit kanker terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Perjalanan kanker nasofaring...
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract
The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
Karakteristik Kanker Panyudara
Karakteristik Kanker Panyudara
Kanker payudara menempati urutan pertama jumlah kasus kanker sekaligus menjadi penyebab kematian terbesar akibat kanker di dunia setiap tahunnya. Adapun faktor risiko yang erat kai...
Gambaran tingkat kesadaran diri tentang penyakit kanker pada masyarakat
Gambaran tingkat kesadaran diri tentang penyakit kanker pada masyarakat
Background: Cancer is a disease that is the leading cause of death on a world scale and by 2022 will reach 19 million cases. Cancer in Indonesia reached 408,661 cases in 2022 with ...
Kaempferol Protects Mice from D-GalN/LPS-induced Acute Liver Failure by Regulating the Autophagy Pathway
Kaempferol Protects Mice from D-GalN/LPS-induced Acute Liver Failure by Regulating the Autophagy Pathway
Abstract
Background
Kaempferol, a flavonoid compound present in many edible plants, has been used in traditional medicine and has various biological functions. Acute liver...
Kaempferol Protects Mice from D-GalN/LPS-induced Acute Liver Failure by Regulating the Autophagy Pathway
Kaempferol Protects Mice from D-GalN/LPS-induced Acute Liver Failure by Regulating the Autophagy Pathway
Kaempferol, a flavonoid compound, has various biological functions.
Acute liver failure (ALF) is a lethal clinical syndrome with severe
liver function damage. In this study, we exp...
Potensi Kombinasi Bakteri Probiotik Lactobacillus reuteri dengan Sari Buah Kurma (Phoenix dactylifera) sebagai Terapi Penyakit Kanker Kolorektal
Potensi Kombinasi Bakteri Probiotik Lactobacillus reuteri dengan Sari Buah Kurma (Phoenix dactylifera) sebagai Terapi Penyakit Kanker Kolorektal
ABSTRAK
Kanker kolorektal merupakan salah satu penyakit keganasan yang paling umum di dunia saat ini. Kanker kolorektal merupakan kasus keganasan paling umum ketiga s...

