Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Sindrom Wiskott Aldrich: Laporan Kasus

View through CrossRef
Sindrom Wiskott Aldrich (SWA) merupakan kelainan genetik imunodefisiensi yangditurunkan secara X-linked recessive, termasuk dalam sindrom hiper IgE. Kasus ini sangatjarang, insidens di Amerika Serikat 4:1000000 kelahiran bayi hidup laki-laki. Manifestasiklinis SWA berupa eksima, trombositopenia, dan infeksi berulang. Biasanya meninggalusia dini. Dilaporkan kasus pertama di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta yaitu bayilaki-laki, 4 bulan, BB 3,8 kg (< P5NCHS), PB 55 cm (< P5NCHS) dengan riwayatbuang air besar berdarah, purpura dan petekie, demam berkepanjangan, eksim,trombositopenia dan infeksi berulang berupa sepsis, pneumonia, dan bula di paru kanan.Pada pemeriksaan fisis didapatkan anak sadar, aktif, suhu 38oC, konjungtiva pucat, padatelinga terlihat vesikel, eritem, dan keropeng. Didapatkan mengi pada pemeriksaan parudan hepatosplenomegali. Pemeriksaan penunjang didapatkan anemia, leukositosis, dantrombositopenia, tidak ditemukan sel blast pada gambaran darah tepi dengan ukurantrombosit kecil. LED meningkat. Analisis tinja didapatkan malabsorbsi lemak. BMPmenunjukkan hipoplasia eritropoesis dan trombopoesis. Pemeriksaan radiologis toraksditemukan bula paru kanan. Kadar IgA 43 mg/dl, IgG 1428 mg/dl, IgM 102 mg/dl, C3dan C4 normal, IgE total 5350 mg/dl. Uji Coombs direk positif, indirek negatif,isohemagglutinin tidak dapat diperiksa. Pasien didiagnosis sebagai Sindrom WiskottAldrich, bula paru kanan, gagal tumbuh dan diare kronik. Pasien diberi transfusi packedred cell (PRC) dan suspensi trombosit, antibiotik, diet elemental dan methisoprinol.Pasien meninggal pada usia 5 bulan karena gagal nafas akibat infeksi paru yang berat.
Paediatrica Indonesiana - Indonesian Pediatric Society
Title: Sindrom Wiskott Aldrich: Laporan Kasus
Description:
Sindrom Wiskott Aldrich (SWA) merupakan kelainan genetik imunodefisiensi yangditurunkan secara X-linked recessive, termasuk dalam sindrom hiper IgE.
Kasus ini sangatjarang, insidens di Amerika Serikat 4:1000000 kelahiran bayi hidup laki-laki.
Manifestasiklinis SWA berupa eksima, trombositopenia, dan infeksi berulang.
Biasanya meninggalusia dini.
Dilaporkan kasus pertama di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta yaitu bayilaki-laki, 4 bulan, BB 3,8 kg (< P5NCHS), PB 55 cm (< P5NCHS) dengan riwayatbuang air besar berdarah, purpura dan petekie, demam berkepanjangan, eksim,trombositopenia dan infeksi berulang berupa sepsis, pneumonia, dan bula di paru kanan.
Pada pemeriksaan fisis didapatkan anak sadar, aktif, suhu 38oC, konjungtiva pucat, padatelinga terlihat vesikel, eritem, dan keropeng.
Didapatkan mengi pada pemeriksaan parudan hepatosplenomegali.
Pemeriksaan penunjang didapatkan anemia, leukositosis, dantrombositopenia, tidak ditemukan sel blast pada gambaran darah tepi dengan ukurantrombosit kecil.
LED meningkat.
Analisis tinja didapatkan malabsorbsi lemak.
BMPmenunjukkan hipoplasia eritropoesis dan trombopoesis.
Pemeriksaan radiologis toraksditemukan bula paru kanan.
Kadar IgA 43 mg/dl, IgG 1428 mg/dl, IgM 102 mg/dl, C3dan C4 normal, IgE total 5350 mg/dl.
Uji Coombs direk positif, indirek negatif,isohemagglutinin tidak dapat diperiksa.
Pasien didiagnosis sebagai Sindrom WiskottAldrich, bula paru kanan, gagal tumbuh dan diare kronik.
Pasien diberi transfusi packedred cell (PRC) dan suspensi trombosit, antibiotik, diet elemental dan methisoprinol.
Pasien meninggal pada usia 5 bulan karena gagal nafas akibat infeksi paru yang berat.

Related Results

SINDROM PASCA COVID-19
SINDROM PASCA COVID-19
Latar Belakang: Fenomena sindrom pasca COVID-19 masih banyak yang tidak terlaporkan di Indonesia. Sindrom pasca COVID-19 itu sendiri belum banyak diteliti sehingga kurangnya promot...
Iridocorneal Endothelial Syndrome
Iridocorneal Endothelial Syndrome
Salah satu gangguan endotel kornea yang langka terjadi adalah sindrom ICE yang merupakan kelompok penyakit yang ditandai dengan sel-sel endotel kornea abnormal pada stroma iris dan...
Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
Sebagian besar pasien sindrom nefrotik memberikan respons yang baik dengan steroid, tetapi terdapat pasien yang tidak responsif dengan steroid dan sulit mengalami remisi, disebut s...
KESESUAIAN POLA KEMEJA PRIA SISTEM ALDRICH TERHADAP PRIA BERTUBUH IDEAL INDONESIA
KESESUAIAN POLA KEMEJA PRIA SISTEM ALDRICH TERHADAP PRIA BERTUBUH IDEAL INDONESIA
AbstrakTujuan penelitian untuk mendeskripsikan kelemahan, cara memperbaiki, serta kesesuaian pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia. Metode peneliti...
HIPOSPADIA SUBKORONAL PADA PASIEN SINDROM KLINEFELTER ANAK
HIPOSPADIA SUBKORONAL PADA PASIEN SINDROM KLINEFELTER ANAK
Sindrom Klinfelter merupakan kelainan kromosom seks yang banyak ditemukan pada laki-laki. Sindrom Klinefelter umumnya muncul pada masa pubertas dan dewasa dengan ciri khasnya: infe...
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Hubungan Tingkat Stres Dengan Sindrom Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
Stres merupakan masalah psikologi yang menimbulkan perubahan perilaku, fisiologi maupun psikologi seseorang.  Mahasiswa pendidikan dokter merupakan kalangan yang rentang terhadap s...
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SINDROM PREMENSTRUASI PADA MAHASISWI DIII KEBIDANAN SEMESTER 2 UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SINDROM PREMENSTRUASI PADA MAHASISWI DIII KEBIDANAN SEMESTER 2 UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Sindrom premenstruasi menjadi masalah pada wanita dan gejala atau keluhan yang sering muncul adalah gejala fisik dan gejala emosional. Dampak dari sindrom premenstruasiadalah gangg...

Back to Top