Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KESESUAIAN POLA KEMEJA PRIA SISTEM ALDRICH TERHADAP PRIA BERTUBUH IDEAL INDONESIA

View through CrossRef
AbstrakTujuan penelitian untuk mendeskripsikan kelemahan, cara memperbaiki, serta kesesuaian pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia. Metode penelitian menggunakan penelitian terapan. Teknik analisa data menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan rumus persentase menggunakan microsoft excel.  Objek penelitian yaitu pola kemeja pria sistem Aldrich yang diuji cobakan pada pria bertubuh ideal Indonesia, dengan tinggi 170 cm, berat 63 kg. Dinilai oleh 5 orang panelis yang ahli dibidang pola busana pria. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner/angket memakai skala likerts. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia, mempunyai 5 kelemahan berdasarkan penilaian dari 5 orang panelis diantaranya yaitu: 1) lingkar dada berlebih 3 cm, 2) lebar punggung berlebih 2,5 cm, 3) panjang kemeja kurang 5 cm, 4) lingkar kerung lengan berlebih 2,5 cm, 5) lingkar ujung lengan berlebih 2,5 cm. Cara memperbaikinya yaitu: 1) lingkar dada dikurangi 3 cm pada sisi kiri dan kanan, 2) lebar punggung dikurangi 2,5 cm pada sisi kiri dan kanan, 3) panjang kemeja ditambah 5 cm, 4) lingkar kerung lengan dikurangi 2,5 cm, 5) lingkar ujung lengan dikurangi 2,5 cm. Kesesuaian didapat dengan mencocokkan hasil dari kelemahan dan cara perbaikan pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia.Kata Kunci: kesesuaian, kemeja, aldrich, pria ideal.AbstractThe purpose of this study is to describe the weaknesses, how to improve, and the suitability of Aldrich's men's shirt pattern towards ideal Indonesian male posture. The method uses applied study. The data analysis was performed using descriptive statistics in the form of calculating formula percentages using Microsoft Excel. The object of this study was the Aldrich’s men shirt pattern which were tested on an ideal Indonesian male posture, with a height of 170 cm, weight of 63 kg. Judged by 5 panelists who are experts in men's clothing. The study instrument was a questionnaire / questionnaire using the Likerts scale. The results showed that the Aldrich’s men shirt pattern towards an ideal Indonesian male posture had 5 weaknesses based on the assessment from 5 panelists which were : 1) chest circumference over 3 cm, 2) back width over 2.5 cm, 3) shirt length less 5 cm, 4) sleeve circumference over 2.5 cm, 5) arm tip circumference over 2.5 cm. How to improve it are: 1) chest circumference shortened by 3 cm on the left and right side, 2) Back width shortened by 2.5 cm on the left and right side, 3) Shirt length extended by 5 cm, 4) Sleeve circumference shortened by 2.5 cm , 5) arm tip circumference shortened by 2.5 cm. The suitability is obtained by matching the results of the weaknesses and how to improve Aldrich's men shirt pattern towards ideal Indonesian male posture..Keywords: suitability, shirt, aldrich, ideal man.
Title: KESESUAIAN POLA KEMEJA PRIA SISTEM ALDRICH TERHADAP PRIA BERTUBUH IDEAL INDONESIA
Description:
AbstrakTujuan penelitian untuk mendeskripsikan kelemahan, cara memperbaiki, serta kesesuaian pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia.
Metode penelitian menggunakan penelitian terapan.
Teknik analisa data menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan rumus persentase menggunakan microsoft excel.
  Objek penelitian yaitu pola kemeja pria sistem Aldrich yang diuji cobakan pada pria bertubuh ideal Indonesia, dengan tinggi 170 cm, berat 63 kg.
Dinilai oleh 5 orang panelis yang ahli dibidang pola busana pria.
Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner/angket memakai skala likerts.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia, mempunyai 5 kelemahan berdasarkan penilaian dari 5 orang panelis diantaranya yaitu: 1) lingkar dada berlebih 3 cm, 2) lebar punggung berlebih 2,5 cm, 3) panjang kemeja kurang 5 cm, 4) lingkar kerung lengan berlebih 2,5 cm, 5) lingkar ujung lengan berlebih 2,5 cm.
Cara memperbaikinya yaitu: 1) lingkar dada dikurangi 3 cm pada sisi kiri dan kanan, 2) lebar punggung dikurangi 2,5 cm pada sisi kiri dan kanan, 3) panjang kemeja ditambah 5 cm, 4) lingkar kerung lengan dikurangi 2,5 cm, 5) lingkar ujung lengan dikurangi 2,5 cm.
Kesesuaian didapat dengan mencocokkan hasil dari kelemahan dan cara perbaikan pola kemeja pria sistem Aldrich terhadap pria bertubuh ideal Indonesia.
Kata Kunci: kesesuaian, kemeja, aldrich, pria ideal.
AbstractThe purpose of this study is to describe the weaknesses, how to improve, and the suitability of Aldrich's men's shirt pattern towards ideal Indonesian male posture.
The method uses applied study.
The data analysis was performed using descriptive statistics in the form of calculating formula percentages using Microsoft Excel.
The object of this study was the Aldrich’s men shirt pattern which were tested on an ideal Indonesian male posture, with a height of 170 cm, weight of 63 kg.
Judged by 5 panelists who are experts in men's clothing.
The study instrument was a questionnaire / questionnaire using the Likerts scale.
The results showed that the Aldrich’s men shirt pattern towards an ideal Indonesian male posture had 5 weaknesses based on the assessment from 5 panelists which were : 1) chest circumference over 3 cm, 2) back width over 2.
5 cm, 3) shirt length less 5 cm, 4) sleeve circumference over 2.
5 cm, 5) arm tip circumference over 2.
5 cm.
How to improve it are: 1) chest circumference shortened by 3 cm on the left and right side, 2) Back width shortened by 2.
5 cm on the left and right side, 3) Shirt length extended by 5 cm, 4) Sleeve circumference shortened by 2.
5 cm , 5) arm tip circumference shortened by 2.
5 cm.
The suitability is obtained by matching the results of the weaknesses and how to improve Aldrich's men shirt pattern towards ideal Indonesian male posture.
Keywords: suitability, shirt, aldrich, ideal man.

Related Results

Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Conference Committee
Conference Committee
Abstract Advisory Committee Prof. Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, MA. (Hasanuddin University, Indonesia) Prof. Dr. Ir....
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Perbandingan Faktor-Faktor yang Menyebabkan Gangguan Pola Haid pada Remaja Putri di SMAN 1 Tasikmalaya
Perbandingan Faktor-Faktor yang Menyebabkan Gangguan Pola Haid pada Remaja Putri di SMAN 1 Tasikmalaya
Abstract. Menstrual disorders are characterized by heavy or scanty bleeding, and prolonged or irregular menstruation. Signs of distress during menstruation are also influenced by b...
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman di Pesisir Kota Pekalongan
Kebutuhan lahan permukiman semakin tinggi, namun lahan yang tersedia di perkotaan semakin sempit. Hal ini menjadikan wilayah pinggiran kota sebagai salah satu alternatif lokasi lah...

Back to Top