Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?

View through CrossRef
Sebagian besar pasien sindrom nefrotik memberikan respons yang baik dengan steroid, tetapi terdapat pasien yang tidak responsif dengan steroid dan sulit mengalami remisi, disebut sindrom nefrotik refrakter. Berbagai regimen obat telah diberikan untuk menghindari atau mengurangi efek samping steroid, seperti siklofosfamid, klorambusil, siklosporin, vinkristin, mikofenolat mofetil, dan takrolimus dengan hasil yang bervariasi dan berbagai efek samping. Rituximab adalah antibodi monoklonal anti-CD20 yang menginduksi aktivitas imunologis yang dimediasi oleh komplemen dan mencetuskan aktivitas selular tergantung antibodi (antibody-dependent). Rituximab telah diberikan untuk mengobati sindrom nefrotik refrakter, dan pada sindrom nefrotik relaps sering, terjadi remisi dan tidak timbul relaps. Penelitian multisenter untuk sindrom nefrotik dependen steroid dan resisten steroid, memperlihatkan terjadi remisi pada sebagian besar pasien. Pemberian rituximab pada sindrom nefrotik dengan gambaran patologi anatomi kelainan minimal, nefropati membranosa, dan glomerulosklerosis fokal segmental menyebabkan remisi pada sebagian besar pasien. Keberhasilan rituximab dalam tata laksana sindrom nefrotik idiopatik merupakan bukti terdapatnya peran limfosit B dalam patogenesis sindrom nefrotik. Dosis yang sering digunakan 375 mg/m2LPB secara intravena diberikan 4 dosis dengan interval satu minggu atau dosis 750 mg/m2LPB diberikan dua dosis selang waktu dua minggu. Rituximab dapat mengurangi aktivitas penyakit dan memperbaiki sensitivitas terhadap obat imunsupresan. Efek samping yang sering terjadi berupa reaksi akut seperti demam, nyeri abdomen, diare, muntah, ruam kulit, bronkospasme, takikadia, dan hipertensi. Rituximab memberikan hasil yang baik dalam tata laksana sindrom nefrotik refrakter, namun diperlukan uji klinik dengan jumlah sampel yang cukup untuk menilai efikasi dan keamanan obat
Paediatrica Indonesiana - Indonesian Pediatric Society
Title: Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
Description:
Sebagian besar pasien sindrom nefrotik memberikan respons yang baik dengan steroid, tetapi terdapat pasien yang tidak responsif dengan steroid dan sulit mengalami remisi, disebut sindrom nefrotik refrakter.
Berbagai regimen obat telah diberikan untuk menghindari atau mengurangi efek samping steroid, seperti siklofosfamid, klorambusil, siklosporin, vinkristin, mikofenolat mofetil, dan takrolimus dengan hasil yang bervariasi dan berbagai efek samping.
Rituximab adalah antibodi monoklonal anti-CD20 yang menginduksi aktivitas imunologis yang dimediasi oleh komplemen dan mencetuskan aktivitas selular tergantung antibodi (antibody-dependent).
Rituximab telah diberikan untuk mengobati sindrom nefrotik refrakter, dan pada sindrom nefrotik relaps sering, terjadi remisi dan tidak timbul relaps.
Penelitian multisenter untuk sindrom nefrotik dependen steroid dan resisten steroid, memperlihatkan terjadi remisi pada sebagian besar pasien.
Pemberian rituximab pada sindrom nefrotik dengan gambaran patologi anatomi kelainan minimal, nefropati membranosa, dan glomerulosklerosis fokal segmental menyebabkan remisi pada sebagian besar pasien.
Keberhasilan rituximab dalam tata laksana sindrom nefrotik idiopatik merupakan bukti terdapatnya peran limfosit B dalam patogenesis sindrom nefrotik.
Dosis yang sering digunakan 375 mg/m2LPB secara intravena diberikan 4 dosis dengan interval satu minggu atau dosis 750 mg/m2LPB diberikan dua dosis selang waktu dua minggu.
Rituximab dapat mengurangi aktivitas penyakit dan memperbaiki sensitivitas terhadap obat imunsupresan.
Efek samping yang sering terjadi berupa reaksi akut seperti demam, nyeri abdomen, diare, muntah, ruam kulit, bronkospasme, takikadia, dan hipertensi.
Rituximab memberikan hasil yang baik dalam tata laksana sindrom nefrotik refrakter, namun diperlukan uji klinik dengan jumlah sampel yang cukup untuk menilai efikasi dan keamanan obat.

Related Results

Could rituximab be a silver lining in refractory bone marrow fibrosis caused by lupus?
Could rituximab be a silver lining in refractory bone marrow fibrosis caused by lupus?
Systemic lupus erythematosus (SLE) is a systemic autoimmune disease that can present with a variety of clinical manifestations, ranging from mild skin involvement to multisystemic ...
Hubungan antara Kadar Serum Kortisol Pagi Hari dan 25-OH Vitamin D pada Anak dengan Sindrom Nefrotik
Hubungan antara Kadar Serum Kortisol Pagi Hari dan 25-OH Vitamin D pada Anak dengan Sindrom Nefrotik
Latar belakang. Sindrom nefrotik (SN) adalah penyakit ginjal kronis yang paling sering terjadi pada anak yang diobati dengan kortikosteroid dosis tinggi dan dapat menyebabkan insuf...
Antitumor Activity of An RNA-Based Agonist of TLR7 and 8 In Preclinical Models of Hematological Malignancies
Antitumor Activity of An RNA-Based Agonist of TLR7 and 8 In Preclinical Models of Hematological Malignancies
Abstract Abstract 421 Treatment of hematological malignancies, non-Hodgkins lymphoma in particular, has evolved greatly in the past decade with the ad...
Peran B Cell Activating Factor (BAFF) pada Penatalaksanaan Sindrom Nefrotik : Sebuah Paradigma Baru
Peran B Cell Activating Factor (BAFF) pada Penatalaksanaan Sindrom Nefrotik : Sebuah Paradigma Baru
Sindrom Nefrotik (SN) adalah penyakit glomerular yang ditandai dengan proteinuria berat (≥3g/24 jam), hipoalbuminemia (≤25g/L), edema anasarka dan hiperlipidemia yang sering ditemu...
MO008B LYMPHOCYTE SUBSET CHANGES IN PRIMARY MEMBRANEOUS NEPHROPATHY
MO008B LYMPHOCYTE SUBSET CHANGES IN PRIMARY MEMBRANEOUS NEPHROPATHY
Abstract Background and Aims Primary membranous nephropathy (PMN) is the most common cause of nephrotic syndrome (NS) in adults....
tugas hukum tata negara
tugas hukum tata negara
Tujuan Hukum Tata Negara yang di simpulkan beberapa definisi di atas,bahwa hukum HTN mengkaji beberapa aspek krusial,yakni Negara/ organ Negara,hubungan antara organ/lembaga Negara...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
Tata laksana Sindrom Nefrotik Kelainan Minimal pada Anak
Tata laksana Sindrom Nefrotik Kelainan Minimal pada Anak
Sindrom nefrotik kelainan minimal (SNKM) berdampak pada kesehatan fisik anak sertamental anak dan orang tua karena penyakit ini sering relaps, pengobatan lama, dantoksisitas obat y...

Back to Top