Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS BETASIANIN DALAM EKSTRAK BUAH KAKTUS (Opuntia elatior Mill.)

View through CrossRef
Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi dan uji stabilitas ekstrak buah kaktus (Opuntia elatior Mill.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut (etanol; campuran etanol : air; dan air) terhadap kadar betasianin dalam ekstrak buah kaktus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 72 jam pada semua variasi pelarut. Hasil terbaik dari perlakuan di atas kemudian dilakukan pengujian stabilitas betasianin terhadap cahaya dan pH. Pengujian stabilitas terhadap cahaya dilakukan dengan pemaparan betasianin ekstrak buah kaktus dibawah sinar matahari langsung selama 5 jam dengan variasi wadah penyimpan, yaitu botol cokelat dan botol bening. Analisis kadar betasianin dilakukan setiap 1 jam. Pengujian stabilitas betasianin terhadap pH dilakukan dengan cara penyimpanan sampel selama 72 jam dengan variasi pH 3, 4, 5, 6. 7 dan 8. Kadar betasianin tertinggi diperloleh menggunakan pelarut air yaitu sebesar 15,42 mg/100g. Betasianin tidak stabil terhadap paparan cahaya matahari dimana kadar betasianin berkurang sebanyak 47,35% pada botol cokelat dan 66,93% pada botol bening setelah 5 jam penyimpanan. Betasianin stabil pada kondisi pH 4, 5 dan 6 dengan penurunan kadar betasianin masing-masing sebesar 15,82%, 14,25% dan 15,71%. Kata Kunci : Buah Kaktus (Opuntia elatior Mill.), Ekstraksi, Stabilitas Betasianin
Title: EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS BETASIANIN DALAM EKSTRAK BUAH KAKTUS (Opuntia elatior Mill.)
Description:
Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi dan uji stabilitas ekstrak buah kaktus (Opuntia elatior Mill.
).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut (etanol; campuran etanol : air; dan air) terhadap kadar betasianin dalam ekstrak buah kaktus.
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 72 jam pada semua variasi pelarut.
Hasil terbaik dari perlakuan di atas kemudian dilakukan pengujian stabilitas betasianin terhadap cahaya dan pH.
Pengujian stabilitas terhadap cahaya dilakukan dengan pemaparan betasianin ekstrak buah kaktus dibawah sinar matahari langsung selama 5 jam dengan variasi wadah penyimpan, yaitu botol cokelat dan botol bening.
Analisis kadar betasianin dilakukan setiap 1 jam.
Pengujian stabilitas betasianin terhadap pH dilakukan dengan cara penyimpanan sampel selama 72 jam dengan variasi pH 3, 4, 5, 6.
7 dan 8.
Kadar betasianin tertinggi diperloleh menggunakan pelarut air yaitu sebesar 15,42 mg/100g.
Betasianin tidak stabil terhadap paparan cahaya matahari dimana kadar betasianin berkurang sebanyak 47,35% pada botol cokelat dan 66,93% pada botol bening setelah 5 jam penyimpanan.
Betasianin stabil pada kondisi pH 4, 5 dan 6 dengan penurunan kadar betasianin masing-masing sebesar 15,82%, 14,25% dan 15,71%.
 Kata Kunci : Buah Kaktus (Opuntia elatior Mill.
), Ekstraksi, Stabilitas Betasianin.

Related Results

Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
Ekstrak Betasianin dari Umbi Bit (Beta vulgaris) sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Apusan Darah Tepi
Ekstrak Betasianin dari Umbi Bit (Beta vulgaris) sebagai Pewarna Alami pada Sediaan Apusan Darah Tepi
ABSTRAK Morfologi sel berupa eritrosit, trombosit dan leukosit merupakan bagian dari pemeriksaan Apusan Darah Tepi (ADT). Pemeriksaan ini mampu mengindetifikasi jenis dan jum...
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan FootSpray Dari Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack))
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan FootSpray Dari Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Etlingera Elatior (Jack))
Di indonesia masalah yang sering ditemukan pada kaki dan menyebabkan banyak orang kurang percaya diri adalah bau kaki. Bakteri berkembang pada kaki karena kondisi kaki yang lembab....
Stabilitas Formulasi Gel Ekstrak Buah Naga
Stabilitas Formulasi Gel Ekstrak Buah Naga
Tanaman buah yang berpotensi sebagai bahan obat adalah buah naga. Buah naga dapat mengobati berbagai macam penyakit diantaranya adalah penyeimbang kadar gula darah, pencegah kanker...
EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK
EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK
Buah Delima (Punica granatum l) termasuk famili Punicaceae yang mengandung antosianin. Warna dari buah delima disebabkan oleh flavanoid yaitu antosianin. Antosianin merupak...
Uji Stabilitas dan Efektivitas Formulasi Serum Gel Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac (L)) Sebagai Anti Jerawat
Uji Stabilitas dan Efektivitas Formulasi Serum Gel Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac (L)) Sebagai Anti Jerawat
Acne vulgaris atau yang biasa disebut jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan pada unit pilosebasea. Salah satu alternatif terapi yang sudah terbukti efektif ...
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Pengaruh Metode Pemberongsongan Buah Terhadap Produksi Jambu Kristal Di Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen
Tanaman jambu kristal merupakan tanaman yang saat ini sedang menjadi primadona para petani di Kabupaten Kebumen sehingga banyak sekali petani yang menanamnya dalam skala luas seper...

Back to Top