Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POLA RUANG EKONOMI DI KAWASAN PINGGIRAN PERKOTAAN

View through CrossRef
ABSTRACTThe development of the center of the city of Semarang is very rapid, leading to the outskirts. The outskirts, which were originally used as agricultural areas, have now been converted into built-up areas, settlements, trade and services. This research was conducted in Tembalang Village, which is an educational area, new settlements accompanied by the growth of economic activity. The purpose of this study is to find patterns of economic space in suburban urban areas. Methodology Descriptive analysis research using a qualitative and rationalistic deductive approach that focuses on the environmental approach (behavior approach) and the spatial economic approach. From the results of the analysis, it is concluded that Tembalang Village has an Economic Spatial Pattern that develops along the main road. Economic activities that follow this main road route form a network pattern. This pattern of economic space is also still visible in the surrounding area. The pattern of economic space that develops on the main road corridor has a high selling value of land. Every year there is an increase in land prices, both according to NJOP, land rental prices and land selling prices.Keywords: pattern, space, economy, activity, suburbs, urban. ABSTRAKPerkembangan pusat Kota Semarang yang sangat pesat, mengarah pada kawasan pinggiran. Kawasan pinggiran yang awalnya sebagai  fungsi kawasan  pertanian, banyak beralih fungsi menjadi kawasan terbangun, pemrmukiman, perdagangan dan jasa. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tembalang, yang merupakan kawasan pendidikan, permukiman baru disertai dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi. Tujuan penelitian ini menemukan pola ruang ekonomi pada kawasan pinggiran perkotaan. Metodologi Penelitian analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan deduktif Kualitatif Rasionalistik yang berfokus pada pendekatan lingkungan (behaviour approach) dan pendekatan ekonomi keruangan (spatial economic approach). Dari hasil analisis disimpulkan Kelurahan Tembalang memiliki Pola Ruang Ekonomi yang berkembang di sepanjang jalan utama. Kegiatan perekonomian yang mengikuti jalur jalan utama ini mementuk pola jaringan. Pola ruang ekonomi ini juga masih terlihat pada kawasan sekitarnya. Pola ruang ekonomi yang berkembang pada koridor  jalan utama, memiliki nilai jual lahan yang tinggi. Semakin tahun mengalami kenaikan harga lahan baik menurut NJOP, harga sewa lahan maupun harga jual lahan.Kata kunci : pola,ruang, ekonomi, aktivitas, pinggiran, perkotaan.
Title: POLA RUANG EKONOMI DI KAWASAN PINGGIRAN PERKOTAAN
Description:
ABSTRACTThe development of the center of the city of Semarang is very rapid, leading to the outskirts.
The outskirts, which were originally used as agricultural areas, have now been converted into built-up areas, settlements, trade and services.
This research was conducted in Tembalang Village, which is an educational area, new settlements accompanied by the growth of economic activity.
The purpose of this study is to find patterns of economic space in suburban urban areas.
Methodology Descriptive analysis research using a qualitative and rationalistic deductive approach that focuses on the environmental approach (behavior approach) and the spatial economic approach.
From the results of the analysis, it is concluded that Tembalang Village has an Economic Spatial Pattern that develops along the main road.
Economic activities that follow this main road route form a network pattern.
This pattern of economic space is also still visible in the surrounding area.
The pattern of economic space that develops on the main road corridor has a high selling value of land.
Every year there is an increase in land prices, both according to NJOP, land rental prices and land selling prices.
Keywords: pattern, space, economy, activity, suburbs, urban.
 ABSTRAKPerkembangan pusat Kota Semarang yang sangat pesat, mengarah pada kawasan pinggiran.
Kawasan pinggiran yang awalnya sebagai  fungsi kawasan  pertanian, banyak beralih fungsi menjadi kawasan terbangun, pemrmukiman, perdagangan dan jasa.
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tembalang, yang merupakan kawasan pendidikan, permukiman baru disertai dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Tujuan penelitian ini menemukan pola ruang ekonomi pada kawasan pinggiran perkotaan.
Metodologi Penelitian analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan deduktif Kualitatif Rasionalistik yang berfokus pada pendekatan lingkungan (behaviour approach) dan pendekatan ekonomi keruangan (spatial economic approach).
Dari hasil analisis disimpulkan Kelurahan Tembalang memiliki Pola Ruang Ekonomi yang berkembang di sepanjang jalan utama.
Kegiatan perekonomian yang mengikuti jalur jalan utama ini mementuk pola jaringan.
Pola ruang ekonomi ini juga masih terlihat pada kawasan sekitarnya.
Pola ruang ekonomi yang berkembang pada koridor  jalan utama, memiliki nilai jual lahan yang tinggi.
Semakin tahun mengalami kenaikan harga lahan baik menurut NJOP, harga sewa lahan maupun harga jual lahan.
Kata kunci : pola,ruang, ekonomi, aktivitas, pinggiran, perkotaan.

Related Results

Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
PERAN RUANG KOMUNAL DALAM MENCIPTAKAN SENSE OF COMMUNITY STUDI KOMPARASI PERUMAHAN TERENCANA DAN PERUMAHAN TIDAK TERENCANA
Sense of community merupakan penentu signifikan kualitas hidup secara umum dan kepuasan dalam kesejahteraan. Dalam kehidupan bermukim, anggotanya harus memiliki sense of community ...
Analisis Fungsi Kawasan Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Publik di Perkotaan Namlea, Kabupaten Buru
Analisis Fungsi Kawasan Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Publik di Perkotaan Namlea, Kabupaten Buru
Alun-alun sebagai ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam ruang kota, terutama pada wilayah perkotaan menengah yang sedang berkembang. Penelitian ini dilakukan untuk meng...
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peranan sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Peranan tersebut menjadikan a...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
PERAN WANITA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI ‎DI DAERAH PERKOTAAN
PERAN WANITA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI ‎DI DAERAH PERKOTAAN
Studi ini menyajikan sebuah studi kasus tentang peran wanita dalam pengembangan ekonomi di daerah perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis...

Back to Top