Javascript must be enabled to continue!
Entrepreneurship pada Masyarakat Kelompok Tani Melalui Pendidikan Koloman Sholawatan
View through CrossRef
Madura adalah sebutan daerah kepulauan untuk sebuah pulau kecil di seberang utara Surabaya. Sebagai daerah kepulauan, Madura dikenal memiliki banyak sistem dan nilai lokalitas. Salah satu nilai lokalitas Madura terletak pada bangunan kebudayaan mereka yang sarat kegiatan keagaman, satu di antranya adalah kegiatan keagamaan berupa Kolaman Malam Seninan. Sebuah perkumpulan majlis ta'lim yang rutin diadakan setiap minggu malam. Menariknya, dalam konteks masyarakat Madura, kegiatan keagamaan Kolaman Malam Seninan di sini tidak semata berisikan keagamaan an sich, namun juga berisikan aktivitas sosial lain di luar agama, yaitu sosial ekonomi berupa entrepreneurship. Studi akan mengkaji fenomena entrepreneurship pada masyarakat kelompok tani melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan. Tiga permasalah pokok yang akan dibahas dalam kajian ini, yaitu; entrepreneurship, pendidikan, dan terkahir adalah koloman sholawatan malam seninan. kesemua fokus masalah ini akan diuraikan dalam dua pertanyaan penelitian; Bagaimana realitas koloman sholawatan malam seninan yang ada di lingkungan Kabupaten Pamekasan? Bagaimana aktivitas entrepreneurship melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan dijalankan oleh kelompok tani di Kabupaten Pamekasan? Studi ini merupakan kajian lapangan yang didasarkan pada jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Perspektif teori yang digunakan adalah teori pendidikan. Secara umum, temuan studi ini berisikan penjelasan deskriptif tentang sosial agama dan ekonomi dalam aktivitas koloman sholawatan malam seninan di kalangan Kabupaten Pamekasan, serta analisis teoritik tentang kegiatan entrepreneurship dalam kelompok tani melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan di Kabupaten Pamekasan.(Madura is the name of an archipelago for a small island north of Surabaya city. As an archipelago, Madura is known to have many locality systems and values. One of Madura's locality values lies in their cultural buildings which are full of diversity activities, one of which is religious activities in the form of 'Kolaman Malam Seninan'. A gathering of majlis ta'lim that is routinely held every Sunday night. Interestingly, in the context of the Madurese community, the 'Koloman Malam Seninan; religious activities here do not merely consist of religious 'an sich', but also contain other social activities outside of religion, namely socioeconomic in the form of entrepreneurship of 'Kolaman Malam Seninan'. Three main issues will be discussed in this study, namely; entrepreneurship, education, and finally is a nighttime prayer colony. all of the focus of this problem will be described in two research questions; What is the reality of the of Kolaman Malam Seninan in the Pamekasan Regency? How is the entrepreneurship activity through the education of 'Kolaman Malam Seninan' routine run by farmer groups in Pamekasan Regency? The study is a field study based on the type of qualitative research. The data used are primary and secondary data. The theoretical perspective used is educational theory. In general, the findings of this study contain a descriptive explanation of the socio-religious and economic aspects of the activities of the midnight health prayer among Pamekasan Districts, as well as a theoretical analysis of entrepreneurship activities in farmer groups through the education of 'Kolaman Malam Seninan' in Pamekasan.)
Institut Agama Islam Negeri Madura
Title: Entrepreneurship pada Masyarakat Kelompok Tani Melalui Pendidikan Koloman Sholawatan
Description:
Madura adalah sebutan daerah kepulauan untuk sebuah pulau kecil di seberang utara Surabaya.
Sebagai daerah kepulauan, Madura dikenal memiliki banyak sistem dan nilai lokalitas.
Salah satu nilai lokalitas Madura terletak pada bangunan kebudayaan mereka yang sarat kegiatan keagaman, satu di antranya adalah kegiatan keagamaan berupa Kolaman Malam Seninan.
Sebuah perkumpulan majlis ta'lim yang rutin diadakan setiap minggu malam.
Menariknya, dalam konteks masyarakat Madura, kegiatan keagamaan Kolaman Malam Seninan di sini tidak semata berisikan keagamaan an sich, namun juga berisikan aktivitas sosial lain di luar agama, yaitu sosial ekonomi berupa entrepreneurship.
Studi akan mengkaji fenomena entrepreneurship pada masyarakat kelompok tani melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan.
Tiga permasalah pokok yang akan dibahas dalam kajian ini, yaitu; entrepreneurship, pendidikan, dan terkahir adalah koloman sholawatan malam seninan.
kesemua fokus masalah ini akan diuraikan dalam dua pertanyaan penelitian; Bagaimana realitas koloman sholawatan malam seninan yang ada di lingkungan Kabupaten Pamekasan? Bagaimana aktivitas entrepreneurship melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan dijalankan oleh kelompok tani di Kabupaten Pamekasan? Studi ini merupakan kajian lapangan yang didasarkan pada jenis penelitian kualitatif.
Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.
Perspektif teori yang digunakan adalah teori pendidikan.
Secara umum, temuan studi ini berisikan penjelasan deskriptif tentang sosial agama dan ekonomi dalam aktivitas koloman sholawatan malam seninan di kalangan Kabupaten Pamekasan, serta analisis teoritik tentang kegiatan entrepreneurship dalam kelompok tani melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan di Kabupaten Pamekasan.
(Madura is the name of an archipelago for a small island north of Surabaya city.
As an archipelago, Madura is known to have many locality systems and values.
One of Madura's locality values lies in their cultural buildings which are full of diversity activities, one of which is religious activities in the form of 'Kolaman Malam Seninan'.
A gathering of majlis ta'lim that is routinely held every Sunday night.
Interestingly, in the context of the Madurese community, the 'Koloman Malam Seninan; religious activities here do not merely consist of religious 'an sich', but also contain other social activities outside of religion, namely socioeconomic in the form of entrepreneurship of 'Kolaman Malam Seninan'.
Three main issues will be discussed in this study, namely; entrepreneurship, education, and finally is a nighttime prayer colony.
all of the focus of this problem will be described in two research questions; What is the reality of the of Kolaman Malam Seninan in the Pamekasan Regency? How is the entrepreneurship activity through the education of 'Kolaman Malam Seninan' routine run by farmer groups in Pamekasan Regency? The study is a field study based on the type of qualitative research.
The data used are primary and secondary data.
The theoretical perspective used is educational theory.
In general, the findings of this study contain a descriptive explanation of the socio-religious and economic aspects of the activities of the midnight health prayer among Pamekasan Districts, as well as a theoretical analysis of entrepreneurship activities in farmer groups through the education of 'Kolaman Malam Seninan' in Pamekasan.
).
Related Results
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
<p>Kelompok tani adalah kelembagaan pertanian yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, sumberdaya, dan keakraban untuk meningkatkan dan men...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEDINAMISAN KELOMPOK TANI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
KEDINAMISAN KELOMPOK TANI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
Program pengembangan sektor pertanian di Indonesia mengharuskan pembentukan kelompok tani. Peraturan MenteriPertanian Nomor 82 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Tani ...
Tinjauan Sosiologi Terhadap Relasi Agama Dan Budaya Pada Tradisi Koloman Dalam Memperkuat Religiusitas Masyarakat Madura
Tinjauan Sosiologi Terhadap Relasi Agama Dan Budaya Pada Tradisi Koloman Dalam Memperkuat Religiusitas Masyarakat Madura
Studi ini fokus mengkaji relasi agama dan budaya pada tradisi Koloman, peran dan pengaruhnya dalam memperkuat religiusitas masyarakat Madura ditinjau dari perspektif sosiologi agam...
Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Abstract. Farmer groups are formed in order to facilitate the procurement of agricultural production facilities such as fertilizers, seeds and medicines. ideally, farmer groups are...
AKTIVITAS PARTISIPATIF PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA
AKTIVITAS PARTISIPATIF PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DESA
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai aktivitas partisipatif Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur dalam mendorong kemandirian masyarakat di Desa Beratwetan Ke...
Pengaruh Motivasi Anggota Terhadap Kinerja Kelompok Wanita Tani Di Kabupaten Sukoharjo
Pengaruh Motivasi Anggota Terhadap Kinerja Kelompok Wanita Tani Di Kabupaten Sukoharjo
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh motivasi anggota kelompok wanita tani terhadap kinerja kelompok wanita tani di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar p...

