Javascript must be enabled to continue!
KEDINAMISAN KELOMPOK TANI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
View through CrossRef
Program pengembangan sektor pertanian di Indonesia mengharuskan pembentukan kelompok tani. Peraturan MenteriPertanian Nomor 82 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani danPeraturan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani menjadi dasar pembentukankelompok tani. Demikian pula dengan Program pengembangan sektor pertanian di Papua Barat mengharuskanpembentukan kelompok tani. Pembentukan kelompok tani juga menjadi syarat dalam mengakses bantuan Sarana ProduksiPertanian (Saprotan). Tetapi apakah pembentukan kelompok tani tepat untuk pembangunan pertanian di Papua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kelompok tani pada kelompok tani Sayro di Kampung Sayro, DistrikManokwari Utara, Provinsi Papua Barat dan faktor-faktor yang berhubungan. Survei yang dilakukan terhadap semuaanggota kelompok tani Sayro dilakukan untuk menilai kedinamisa kelompok tani Sayro sebagai kasus. Metode analisisdeskriptif melalui tabulasi sederhana, yang dilanjutkan dengan analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok tani Sayro tergolong kurangdinamis. Hal ini disebabkan karena dari kesembilan faktor yang menjadi unsur dinamika kelompok, hanya satu unsur yangtergolong dinamis, yaitu maksud tersembunyi. Dimana kelompok tani Sayro tidak memiliki maksud dan tujuantersembunyi selain untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan produksi dan kesejahteraan anggota kelompok.
Universitas Papua
Title: KEDINAMISAN KELOMPOK TANI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA
Description:
Program pengembangan sektor pertanian di Indonesia mengharuskan pembentukan kelompok tani.
Peraturan MenteriPertanian Nomor 82 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani danPeraturan Menteri Pertanian Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani menjadi dasar pembentukankelompok tani.
Demikian pula dengan Program pengembangan sektor pertanian di Papua Barat mengharuskanpembentukan kelompok tani.
Pembentukan kelompok tani juga menjadi syarat dalam mengakses bantuan Sarana ProduksiPertanian (Saprotan).
Tetapi apakah pembentukan kelompok tani tepat untuk pembangunan pertanian di Papua.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kelompok tani pada kelompok tani Sayro di Kampung Sayro, DistrikManokwari Utara, Provinsi Papua Barat dan faktor-faktor yang berhubungan.
Survei yang dilakukan terhadap semuaanggota kelompok tani Sayro dilakukan untuk menilai kedinamisa kelompok tani Sayro sebagai kasus.
Metode analisisdeskriptif melalui tabulasi sederhana, yang dilanjutkan dengan analisis korelasi Spearman digunakan untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok tani Sayro tergolong kurangdinamis.
Hal ini disebabkan karena dari kesembilan faktor yang menjadi unsur dinamika kelompok, hanya satu unsur yangtergolong dinamis, yaitu maksud tersembunyi.
Dimana kelompok tani Sayro tidak memiliki maksud dan tujuantersembunyi selain untuk mencapai tujuan bersama yaitu meningkatkan produksi dan kesejahteraan anggota kelompok.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
<p>Kelompok tani adalah kelembagaan pertanian yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, sumberdaya, dan keakraban untuk meningkatkan dan men...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Abstract. Farmer groups are formed in order to facilitate the procurement of agricultural production facilities such as fertilizers, seeds and medicines. ideally, farmer groups are...
Pengaruh Motivasi Anggota Terhadap Kinerja Kelompok Wanita Tani Di Kabupaten Sukoharjo
Pengaruh Motivasi Anggota Terhadap Kinerja Kelompok Wanita Tani Di Kabupaten Sukoharjo
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh motivasi anggota kelompok wanita tani terhadap kinerja kelompok wanita tani di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar p...
Sosialisasi Program Kartu Tani Bagi Kios Tani Pengecer Pupuk Bersubsididan Kelompok Tani di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara
Sosialisasi Program Kartu Tani Bagi Kios Tani Pengecer Pupuk Bersubsididan Kelompok Tani di Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara
Kartu Tani adalah Kartu debit BNI co-branding yang di gunakan secara khusus untuk membaca alokasi Pupuk Bersubsidi dan transaksi Pembayaran pupuk Bersubsisid di Mesin Elektr...
Kapasitas Anggota Kelompok Tani dan Regenerasi Petani
Kapasitas Anggota Kelompok Tani dan Regenerasi Petani
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas anggota kelompok tani dan regenerasi petani di Desa Arusu Kecamatan Malangke Barat Kabupaten L...

