Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kebutuhan Guru Dan Siswa terhadap Pengajaran Bahasa Rejang sebagai Muatan Lokal di Sekolah Dasar

View through CrossRef
Salah satu alasan bahasa Rejang menjadi bahasa daerah yang diajarkan di sekolah-sekolahProvinsi Bengkulu adalah bahasa ibu tersebut tidak lagi secara aktif menjadi bahasa komunikasidalam keluarga. Percampuran perkawinan dari suku yang berbeda menambah alasan orangtuatidak menggunakan bahasa Rejang di rumah. Padahal bahasa Rejang menjadi salah satu bahasakolokial di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu. Tentu saja hal ini berdampak padakeberlangsungan bahasa Rejang dalam masyarakat. Pentingya keberlangsungan bahasa Rejangini mengakibatkan lahirnya peraturan daerah tentang pembelajaran bahasa Rejang di sekolah.Namun dalam implementasinya terdapat banyak persoalan, salah satunya berkaitan dengankurikulum. Saat ini pengajaran bahasa Rejang sebagai muatan lokal di sekolah dasar tidakmempertimbangkan kebutuhan pengajar dan pembelajar. Pemelajar menerima kurikulum dansilabus hasil dari penyusunan dinas Pendidikan semata yang diimplementasikan dalampengajaran. Tentu saja, kondisi ini menciptakan berbagai persoalan dalam aplikasinya, baikproses maupun hasil..Salah satu fase yang paling penting dalam pengembangan pengajaranadalah mengetahui kebutuhan pemelajar dalam proses pendidikan. Hasil dari analisis kebutuhanini akan menentukan model pengembangan pengajaran yang tepat melalui pengembangankurikulum, silabus dan bahan ajar. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan analisis kebutuhanguru dan siswa terhadap pengajaran bahasa Rejang sebagai muatan lokal di sekolah dasar.Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) dengan teknik pengumpulan databerupa wawancara terbuka, observasi dan kuesioner. Subyek penelitian adalah guru di tigasekolah dan siswa kelas IV di empat sekolah di Kabupaten Rejang Lebong. Data dianalisismenggunakan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan sertaanalisis data kuantitatif berupa persentase. Temuan penelitian menghasilkan lima hal untukkebutuhan guru, yaitu masalah yang dihadapi guru, identifikasi prioritas, identifikasikemampuan, identifikasi sikap dan solusi. Sementara analisis kebutuhan siswa mencakup 5 hal,yaitu: siapa pembelajar bahasa Rejang, tingkat kemahiran, minat siswa, sikap siswa, dan tujuanserta harapan.
Title: Analisis Kebutuhan Guru Dan Siswa terhadap Pengajaran Bahasa Rejang sebagai Muatan Lokal di Sekolah Dasar
Description:
Salah satu alasan bahasa Rejang menjadi bahasa daerah yang diajarkan di sekolah-sekolahProvinsi Bengkulu adalah bahasa ibu tersebut tidak lagi secara aktif menjadi bahasa komunikasidalam keluarga.
Percampuran perkawinan dari suku yang berbeda menambah alasan orangtuatidak menggunakan bahasa Rejang di rumah.
Padahal bahasa Rejang menjadi salah satu bahasakolokial di empat kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Tentu saja hal ini berdampak padakeberlangsungan bahasa Rejang dalam masyarakat.
Pentingya keberlangsungan bahasa Rejangini mengakibatkan lahirnya peraturan daerah tentang pembelajaran bahasa Rejang di sekolah.
Namun dalam implementasinya terdapat banyak persoalan, salah satunya berkaitan dengankurikulum.
Saat ini pengajaran bahasa Rejang sebagai muatan lokal di sekolah dasar tidakmempertimbangkan kebutuhan pengajar dan pembelajar.
Pemelajar menerima kurikulum dansilabus hasil dari penyusunan dinas Pendidikan semata yang diimplementasikan dalampengajaran.
Tentu saja, kondisi ini menciptakan berbagai persoalan dalam aplikasinya, baikproses maupun hasil.
Salah satu fase yang paling penting dalam pengembangan pengajaranadalah mengetahui kebutuhan pemelajar dalam proses pendidikan.
Hasil dari analisis kebutuhanini akan menentukan model pengembangan pengajaran yang tepat melalui pengembangankurikulum, silabus dan bahan ajar.
Artikel ini bertujuan untuk memaparkan analisis kebutuhanguru dan siswa terhadap pengajaran bahasa Rejang sebagai muatan lokal di sekolah dasar.
Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) dengan teknik pengumpulan databerupa wawancara terbuka, observasi dan kuesioner.
Subyek penelitian adalah guru di tigasekolah dan siswa kelas IV di empat sekolah di Kabupaten Rejang Lebong.
Data dianalisismenggunakan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan sertaanalisis data kuantitatif berupa persentase.
Temuan penelitian menghasilkan lima hal untukkebutuhan guru, yaitu masalah yang dihadapi guru, identifikasi prioritas, identifikasikemampuan, identifikasi sikap dan solusi.
Sementara analisis kebutuhan siswa mencakup 5 hal,yaitu: siapa pembelajar bahasa Rejang, tingkat kemahiran, minat siswa, sikap siswa, dan tujuanserta harapan.

Related Results

MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Edu Sociata Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMPN 2 Wera
Edu Sociata Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMPN 2 Wera
Abstrak     Guru adalah pendidik yang mengajarkan pengetahuannya kepada peserta didik. Guru memiliki peran penting dalam membangun pendidikan kearah yang lebih ba...
Tari Rejang Pala Di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem: Kajian Bentuk Dan Fungsi
Tari Rejang Pala Di Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem: Kajian Bentuk Dan Fungsi
Sejak beberapa tahun terakhir, Rejang mengalami geliat pertumbuhan yang begitu populer. Di tengah suburnya berbagai bentuk tari kreasi rarejangan, di Desa Nongan terdapat tari Reja...
KECERMATAN PENULISAN KATA BAKU OLEH GURU-GURU SMA NEGERI 1 KUPANG TENGAH
KECERMATAN PENULISAN KATA BAKU OLEH GURU-GURU SMA NEGERI 1 KUPANG TENGAH
Untuk memperingati  Bulan Bahasa  dan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,  tim penyuluh berinisiatif untuk melakukan penyuluhan bahasa Indonesia bagi guru-guru SMA Negeri 1 Kupang Tenga...

Back to Top