Javascript must be enabled to continue!
Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek 128 Kartasura
View through CrossRef
Pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien (Pharmaceutical care) senantiasa memperhatikan dan berfokus pada kepuasan pasien. Pelayanan yang berfokus pada kepuasan pasien merupakan pelayanan yang memberikan kinerja yang mampu memberikan harapan dari pasien. Apotek 128 Kartasura menemukan beberapa komplain pelanggan yang tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan. Hal ini berdampak beralihnya konsumen ke apotek lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek 128 Kartasura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel 120 responden. Tingkat kepuasan konsumen diukur dengan menggunakan analisis GAP dengan metode Servqual dan IPA (Importance Performance Analysis) dengan analisis diagram kartesius. Hasil penelitian didapatkan tingkat kepuasan pada dimensi reliability (kehandalan) kategori (gap -0.32), dimensi responsiveness (ketanggapan) kategori (gap -0.16), dimensi assurance (jaminan) kategori (gap -0.14), dimensi empathy (kepedulian) kategori (gap -0.21), dimensi tangible (bukti fisik) kategori (gap -0.11). Kesimpulan penelitian ini tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek 128 Kartasura dalam kategori cukup puas dengan nilai GAP sebesar -0.21. Apotek 128 Kartasura perlu segera mengadakan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen terutama pada aspek kehandalan.
Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Title: Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek 128 Kartasura
Description:
Pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien (Pharmaceutical care) senantiasa memperhatikan dan berfokus pada kepuasan pasien.
Pelayanan yang berfokus pada kepuasan pasien merupakan pelayanan yang memberikan kinerja yang mampu memberikan harapan dari pasien.
Apotek 128 Kartasura menemukan beberapa komplain pelanggan yang tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Hal ini berdampak beralihnya konsumen ke apotek lain.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek 128 Kartasura.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel 120 responden.
Tingkat kepuasan konsumen diukur dengan menggunakan analisis GAP dengan metode Servqual dan IPA (Importance Performance Analysis) dengan analisis diagram kartesius.
Hasil penelitian didapatkan tingkat kepuasan pada dimensi reliability (kehandalan) kategori (gap -0.
32), dimensi responsiveness (ketanggapan) kategori (gap -0.
16), dimensi assurance (jaminan) kategori (gap -0.
14), dimensi empathy (kepedulian) kategori (gap -0.
21), dimensi tangible (bukti fisik) kategori (gap -0.
11).
Kesimpulan penelitian ini tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek 128 Kartasura dalam kategori cukup puas dengan nilai GAP sebesar -0.
21.
Apotek 128 Kartasura perlu segera mengadakan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen terutama pada aspek kehandalan.
Related Results
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
KEPASTIAN HUKUM APOTEK RAKYAT DAN PEKERJAAN KEFARMASIAN
Apotek merupakan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Pekerjaan kefarmasiaan meliputi pembuatan...
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI PUSKESMAS X TANGERANG SELATAN
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI PUSKESMAS X TANGERANG SELATAN
Pelayanan kefarmasian merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, serta mengatasi masalah terkait obat dan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan m...
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK CAHAYA FARMA
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK CAHAYA FARMA
Apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian dan penyaluran perbekalan obat kepada masyarakat. Kepuasan konsumen dapat mempengaruhi minat untu...
Implementasi Pelayanan Telefarmasi di Apotek Jejaring X di Bali Sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian
Implementasi Pelayanan Telefarmasi di Apotek Jejaring X di Bali Sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian
Telefarmasi didefinisikan sebagai bentuk pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada pasien melalui jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi dan kom...
PENGARUH KEPERCAYAAN, FASILITAS, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI MR. BOB KAMPUNG INGGRIS PARE
PENGARUH KEPERCAYAAN, FASILITAS, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI MR. BOB KAMPUNG INGGRIS PARE
Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Kepercayaan, Fasilitas, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen di Mr. Bob Kampung Inggris Pare. Penelitian ini bertujuan untuk m...
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA GROSIR SEMBAKO TOKO ADA HARAPAN
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA GROSIR SEMBAKO TOKO ADA HARAPAN
Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat kepuasan yang diterima konsumen dari harga dan kualitas pelayanan yang dilakukan toko Ada Harapan, (2) mengetahui variabel mana ya...
MOTIVASI DAN SIKAPAPOTEKER DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN FARMASI DI APOTEK KOTA PALU
MOTIVASI DAN SIKAPAPOTEKER DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN FARMASI DI APOTEK KOTA PALU
Persediaan farmasi merupakan komoditas utama dalam bidang kefarmasian di sarana pelayanan salah satunya adalah apotek. Pengendalian persediaan farmasi di apotek merupakan salah sat...
PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN HYPERMARKET
PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN HYPERMARKET
AbstrakKepuasan konsumen tercipta mulai dari hal-hal yang detail, hal-hal yang rutin dan dimulai jauh sebelum produk atau jasa diproduksi, karena kepuasan konsumen harus dimulai da...

