Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan blue economy melalui branding inovasi kuliner hasil laut di Pantai Konang Kabupaten Trenggalek
View through CrossRef
Developing the blue economy through seafood culinary innovation branding at Konang Beach, Trenggalek Regency
One of the beaches with significant potential in Trenggalek Regency is Konang Beach, particularly its marine resources in the form of fish. The local fishing community practices a form of indigenous knowledge known as jaring seret (beach-seine netting). However, Konang Beach’s processed fish products are not yet widely known as culinary specialties or souvenirs associated with coastal tourism in Trenggalek Regency. This community service program aims to develop the Blue Economy by branding innovations in seafood-based cuisine to promote Konang Beach in Nglebeng Village, Trenggalek Regency. The method used involves identifying Konang Beach’s marine resource potential, which is then developed into culinary and souvenir products marketed to visitors. Visual data; photos and videos of seafood culinary products; are showcased virtually through an interactive web platform on Marine-Based Culinary Innovation, facilitating broader promotion to the general public. The results indicate that Konang Beach tourism managers and the Nglebeng Village apparatus have improved their capacity in managing and promoting Blue Economy tourism through the branding of innovative seafood-based culinary products.
Salah satu pantai yang memiliki potensi besar di Kabupaten Trenggalek adalah Pantai Konang terutama potensi hasil laut berupa ikan. Masyarakat nelayan mempunyai kearifan lokal yaitu jaring seret. Hasil olahan ikan yang dimiliki Pantai Konang tersebut belum begitu popular atau terkenal sebagai kuliner dan oleh-oleh wisata pantai di Kabupaten Trenggalek. Tujuan dari pengabdian ini yaitu mengembangkan blue economy melalui branding inovasi kuliner hasil laut untuk mempromosikan Pantai Konang di Desa Nglebeng Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mengidentifikasi potensi hasil laut yang dimiliki Pantai Konang. Potensi-potensi tersebut diolah menjadi produk kuliner dan suvenir yang dipasarkan kepada wisatawan. Data visual berupa foto dan video produk kuliner hasil laut disajikan secara virtual melalui platform web interaktif Inovasi Kuliner Hasil Laut. Hal ini akan memudahkan promosi karena dapat menjangkau khalayak umum secara luas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengelola wisata Pantai Konang dan perangkat Desa Nglebeng memiliki kemampuan meningkat dalam manajemen pengelolaan dan promosi wisata blue economi melalui branding inovasi kuliner hasil laut.
State University of Malang (UM)
Title: Pengembangan blue economy melalui branding inovasi kuliner hasil laut di Pantai Konang Kabupaten Trenggalek
Description:
Developing the blue economy through seafood culinary innovation branding at Konang Beach, Trenggalek Regency
One of the beaches with significant potential in Trenggalek Regency is Konang Beach, particularly its marine resources in the form of fish.
The local fishing community practices a form of indigenous knowledge known as jaring seret (beach-seine netting).
However, Konang Beach’s processed fish products are not yet widely known as culinary specialties or souvenirs associated with coastal tourism in Trenggalek Regency.
This community service program aims to develop the Blue Economy by branding innovations in seafood-based cuisine to promote Konang Beach in Nglebeng Village, Trenggalek Regency.
The method used involves identifying Konang Beach’s marine resource potential, which is then developed into culinary and souvenir products marketed to visitors.
Visual data; photos and videos of seafood culinary products; are showcased virtually through an interactive web platform on Marine-Based Culinary Innovation, facilitating broader promotion to the general public.
The results indicate that Konang Beach tourism managers and the Nglebeng Village apparatus have improved their capacity in managing and promoting Blue Economy tourism through the branding of innovative seafood-based culinary products.
Salah satu pantai yang memiliki potensi besar di Kabupaten Trenggalek adalah Pantai Konang terutama potensi hasil laut berupa ikan.
Masyarakat nelayan mempunyai kearifan lokal yaitu jaring seret.
Hasil olahan ikan yang dimiliki Pantai Konang tersebut belum begitu popular atau terkenal sebagai kuliner dan oleh-oleh wisata pantai di Kabupaten Trenggalek.
Tujuan dari pengabdian ini yaitu mengembangkan blue economy melalui branding inovasi kuliner hasil laut untuk mempromosikan Pantai Konang di Desa Nglebeng Kabupaten Trenggalek.
Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu mengidentifikasi potensi hasil laut yang dimiliki Pantai Konang.
Potensi-potensi tersebut diolah menjadi produk kuliner dan suvenir yang dipasarkan kepada wisatawan.
Data visual berupa foto dan video produk kuliner hasil laut disajikan secara virtual melalui platform web interaktif Inovasi Kuliner Hasil Laut.
Hal ini akan memudahkan promosi karena dapat menjangkau khalayak umum secara luas.
Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengelola wisata Pantai Konang dan perangkat Desa Nglebeng memiliki kemampuan meningkat dalam manajemen pengelolaan dan promosi wisata blue economi melalui branding inovasi kuliner hasil laut.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
KARAKTERISTIK PANTAI PULAU LAUT-SEKATUNG (SALAH SATU PULAU TERLUAR NKRI)
Pulau Laut-Sekatung adalah salah satu pulau terluar Negara Republik Indonesia yang berbatasan dengan perairan Malaysia Timur. Pulau ini terletak di laut Cina Selatan sebagai bagian...
The Blue Beret
The Blue Beret
When we think of United Nations (UN) peacekeepers, the first image that is conjured in our mind is of an individual sporting a blue helmet or a blue beret (fig. 1). While simple an...
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Wilayah Maritim di Laut Tiongkok Selatan
Sengketa Laut Tiongkok Selatan merupakan sengketa terpanas di abad ke-21, dimana Tiongkok, Amerika Serikat dan sebagian besar anggota ASEAN terlibat secara tak langsung. Adapun 3 (...
DEFORMASI GELOMBANG PANTAI BAMBAHANO PASCA TSUNAMI PALU MENGGUNAKAN SOFTWARE SMS 11.2
DEFORMASI GELOMBANG PANTAI BAMBAHANO PASCA TSUNAMI PALU MENGGUNAKAN SOFTWARE SMS 11.2
Pantai Bambahano adalah salah satu pantai yang berada di Desa Sabang, Kecamatan Dampelas,
Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sekitar 150 kilometer dari Kota Palu. Daerah pe...
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Kajian Perubahan Garis Pantai Dengan Metode One-Line Model Pantai Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar
Perubahan garis pantai telah banyak terjadi, salah satunya adalah wilayah pesisir Kabupaten Takalar, Kecamatan Galesong Utara. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui per...
Personal Branding Model Indonesia Next Top Model (INTM) melalui Instagram
Personal Branding Model Indonesia Next Top Model (INTM) melalui Instagram
Abstract. Personal Branding of a Flores Cantika model who still adheres to Sundanese as a cultural identity and dares to give an appearance that is more than what it is. Flores is ...
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PANTAI KALUKU
POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PANTAI KALUKU
Strategi pengembangan objek wisata Pantai Kaluku sebagai bentuk dukungan dan upaya memajukan potensi wisata. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah potensi dan st...

