Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MULTIGRAIN RICE DARI PANGAN LOKAL

View through CrossRef
Beras merupakan sumber energi yang baik dan penting, namun diversifikasi dengan bahan pangan lain seperti multigrain dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih lengkap dan seimbang. Salah satu jenis produk multigrain adalah beras multigrain. Potensi beras multigrain dapat berasal dari pangan lokal yang melimpah di Indonesia. Beberapa pangan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai beras multigrain adalah jagung, kedelai, dan kacang hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi yang menghasilkan beras multigrain terbaik berdasarkan karakteristik kimia dan organoleptik. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu perbedaan formulasi beras multigrain yang terdiri dari 4 taraf perlakuan. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA). Data akan dianalisis lebih lanjut jika terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% (α= 0,05%). Analisis data untuk uji organoleptik dilakukan dengan Kruskal-Wallis (Analysis of variance on ranks). Perlakuan terbaik akan ditentukan dengan menggunakan metode indeks efektifitas De Garmo et al., (1984). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi beras multigrain yang memperoleh perlakuan terbaik adalah formulasi beras (40%) : jagung (30%) : kedelai (20%) : kacang hijau (10%) dengan kadar air sebesar 50,41%, kadar abu sebesar 2,48%, kadar lemak sebesar 9,48%, kadar protein sebesar 9,13%, kadar karbohidrat sebesar 16,29%, dan nilai organoleptik rasa sebesar 4,33, tekstur sebesar 4,23, aroma sebesar 3,80, dan kesukaan keseluruhan sebesar 4,30.
Title: KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MULTIGRAIN RICE DARI PANGAN LOKAL
Description:
Beras merupakan sumber energi yang baik dan penting, namun diversifikasi dengan bahan pangan lain seperti multigrain dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih lengkap dan seimbang.
Salah satu jenis produk multigrain adalah beras multigrain.
Potensi beras multigrain dapat berasal dari pangan lokal yang melimpah di Indonesia.
Beberapa pangan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai beras multigrain adalah jagung, kedelai, dan kacang hijau.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi yang menghasilkan beras multigrain terbaik berdasarkan karakteristik kimia dan organoleptik.
Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu perbedaan formulasi beras multigrain yang terdiri dari 4 taraf perlakuan.
Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA).
Data akan dianalisis lebih lanjut jika terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% (α= 0,05%).
Analisis data untuk uji organoleptik dilakukan dengan Kruskal-Wallis (Analysis of variance on ranks).
Perlakuan terbaik akan ditentukan dengan menggunakan metode indeks efektifitas De Garmo et al.
, (1984).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi beras multigrain yang memperoleh perlakuan terbaik adalah formulasi beras (40%) : jagung (30%) : kedelai (20%) : kacang hijau (10%) dengan kadar air sebesar 50,41%, kadar abu sebesar 2,48%, kadar lemak sebesar 9,48%, kadar protein sebesar 9,13%, kadar karbohidrat sebesar 16,29%, dan nilai organoleptik rasa sebesar 4,33, tekstur sebesar 4,23, aroma sebesar 3,80, dan kesukaan keseluruhan sebesar 4,30.

Related Results

Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Strategi Pengembangan Diversifikasi Pangan Lokal
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis capaian diversifikasi konsumsi pangan dan menyusun strategi pengembangan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Data yang digunakan ad...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy
Model Pemberdayaan Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Adat Baduy
Krisis pangan global, perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kerentanan sistem pangan modern mendorong pentingnya pengembangan model pangan berkelanjutan berbasis komunitas lok...
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
Kebijakan Strategis Pengelolaan Cadangan Pangan Beras Nasional
I. Pendahuluan 1. Stabilisasi pasokan dan harga pangan merupakan aspek penting untuk mencapai ketahanan pangan. Salah satu upaya untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan ...
Sosialisasi Ketahanan Pangan Lokal melalui Project Based Learning Berbasis Kimia Pangan pada Siswa SMA Al Falah Ketintang Surabaya
Sosialisasi Ketahanan Pangan Lokal melalui Project Based Learning Berbasis Kimia Pangan pada Siswa SMA Al Falah Ketintang Surabaya
Ketahanan pangan lokal merupakan isu strategis yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif yang kontekstual. Namun, pemahaman siswa sekolah menengah ter...
Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan: Perspektif Teknologi dan Peningkatan Nilai Tambah
Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan: Perspektif Teknologi dan Peningkatan Nilai Tambah
Disertifikasi pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Disertifikasi pangan lok...
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL KOTA TARAKAN
Diversifikasi konsumsi pangan akan memberikan manfaat yang besar, apabila mampu menggali dan mengembangkan potensi sumber-sumber pangan lokal. Namun diversifikasi pangan pokok atau...

Back to Top