Javascript must be enabled to continue!
DESAIN INOVASI MEJA LIPAT BERBASIS PRINSIP ERGONOMI SEBAGAI SOLUSI RUANG KERJA FLEKSIBEL
View through CrossRef
Keterbatasan ruang pada hunian modern dan area kerja rumah tangga menuntut penggunaan furnitur yang fleksibel, efisien, dan ergonomis. Meja kerja konvensional yang tidak mempertimbangkan karakteristik fisik pengguna berpotensi menimbulkan postur kerja tidak alamiah dan meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi meja lipat berbasis prinsip ergonomi sebagai solusi ruang kerja fleksibel dengan pendekatan antropometri dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan ergonomi, meliputi identifikasi kebutuhan pengguna, pengumpulan data antropometri lima responden, penentuan Batas Kemampuan Bawah (BKB) dan Batas Kemampuan Atas (BKA), serta perancangan dimensi meja lipat sesuai zona kerja nyaman. Evaluasi ergonomi dilakukan melalui analisis postur kerja responden saat menggunakan meja lipat dengan metode REBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi utama meja lipat berada dalam rentang aman berdasarkan BKB–BKA, sehingga mampu mengakomodasi variasi tinggi badan pengguna. Nilai skor REBA yang diperoleh berada pada rentang 2–3 yang termasuk kategori risiko rendah, menandakan bahwa desain meja lipat tidak memerlukan tindakan perbaikan segera. Dengan demikian, meja lipat yang dirancang terbukti ergonomis, aman, dan layak digunakan sebagai solusi furnitur multifungsi pada ruang kerja atau dapur dengan keterbatasan ruang
Title: DESAIN INOVASI MEJA LIPAT BERBASIS PRINSIP ERGONOMI SEBAGAI SOLUSI RUANG KERJA FLEKSIBEL
Description:
Keterbatasan ruang pada hunian modern dan area kerja rumah tangga menuntut penggunaan furnitur yang fleksibel, efisien, dan ergonomis.
Meja kerja konvensional yang tidak mempertimbangkan karakteristik fisik pengguna berpotensi menimbulkan postur kerja tidak alamiah dan meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi meja lipat berbasis prinsip ergonomi sebagai solusi ruang kerja fleksibel dengan pendekatan antropometri dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA).
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan ergonomi, meliputi identifikasi kebutuhan pengguna, pengumpulan data antropometri lima responden, penentuan Batas Kemampuan Bawah (BKB) dan Batas Kemampuan Atas (BKA), serta perancangan dimensi meja lipat sesuai zona kerja nyaman.
Evaluasi ergonomi dilakukan melalui analisis postur kerja responden saat menggunakan meja lipat dengan metode REBA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi utama meja lipat berada dalam rentang aman berdasarkan BKB–BKA, sehingga mampu mengakomodasi variasi tinggi badan pengguna.
Nilai skor REBA yang diperoleh berada pada rentang 2–3 yang termasuk kategori risiko rendah, menandakan bahwa desain meja lipat tidak memerlukan tindakan perbaikan segera.
Dengan demikian, meja lipat yang dirancang terbukti ergonomis, aman, dan layak digunakan sebagai solusi furnitur multifungsi pada ruang kerja atau dapur dengan keterbatasan ruang.
Related Results
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Tindakan Perawatan Dalam Mempertahankan Ergonomik Dan Menegah Hazard Psikososial
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) yaitu segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pe...
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DI UD.MAWAR SARI
UD. Mawar Sari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tempe. Berdasarkan hasil pra-penelitian berupa wawancara kuesioner NBM terhadap 4 pekerja penggilingan dan 8 ...
DESAIN WORKSPACE MULTIFUNGSI SEBAGAI PENUNJANG KUALITAS KERJA
DESAIN WORKSPACE MULTIFUNGSI SEBAGAI PENUNJANG KUALITAS KERJA
Meja kerja yang banyak ditemui saat ini pada mulanya didesain dengan bertolak pada kebutuhan yang universal. Pada umumnya desain meja kerja yang sering ditemui di studio desain yan...
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Peran ergonomi partisipatif dalam mencegah keluhan muskuloskeletal
Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai pendekatan yang telah dilakukan pada penerapan ergonomi partisipatif di berbagai industri dan mengambil pembelajaran dari impleme...
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Prinsip-prinsip Penggembalaan Yesus dalam Injil Matius
Tujuan artikel ini adalah agar setiap gembala mengetahui tentang prinsip-prinsip penggembalaan Yesus dalam Injil Matius yang dapat diterapkan dalam pelayanan penggembalaan masa kin...
Inovasi Desain Meja Setrika Menggunakan Metode Model Kano dan Quality Function Deployment (QFD)
Inovasi Desain Meja Setrika Menggunakan Metode Model Kano dan Quality Function Deployment (QFD)
Menyetrika merupakan aktivitas yang paling melelahkan dan paling berisiko diantara proses kerja rumah tangga lainnya. Hal ini menyebabkan pekerja merasakan nyeri pada pinggang dan ...
Disain Meja Ergonomis Mesin Poles untuk Perajin Perak di Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah
Disain Meja Ergonomis Mesin Poles untuk Perajin Perak di Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah
Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, merupakan sentra kerajinan perak yang mulai terkenal apalagi dengan adanya jalur Bypass bandara internasional Lombok. Produk ...
Evaluasi Risiko Ergonomi dengan Quick Exposure Check (QEC) dalam Upaya Minimasi Human Error
Evaluasi Risiko Ergonomi dengan Quick Exposure Check (QEC) dalam Upaya Minimasi Human Error
Penelitian ini mengevaluasi risiko ergonomi pada lingkungan kerja di UMKM yang memproduksi makanan pempek menggunakan metode Quick Exposure Check (QEC). Permasalahan dalam peneliti...

