Javascript must be enabled to continue!
Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan di Kabupaten Pangkep Rattan Craft Business Development Strategy Pangkep Regency
View through CrossRef
Perkembangan UMKM di Indonesia sangat pesat. Dalam perekonomian Indonesia, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah yang paling besar. Salah satu produk UMKM khususnya di bidang pertanian adalah rotan. Salah satu wilayah penghasilrotan di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Selatan. Kerajinan rotan yang dihasilkan oleh masyarakat atau pengrajin di wilayah Kecamatan Ma’rang masih bersifat tradisional Hal ini akan berdampak kepada produktivitas kerajinan rotan yang dihasilkan dan tingkat penjualan juga terbatas,sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemasaran usaha kerajinan rotan di Kabupaten Pangkep, (2) strategi pengembangan usaha kerajinan rotan di Kabupaten Pangkep. Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling yaitu untuk lokasi dan usaha kerajinan rotan dilakukan melalui penunjukan langsung, dengan pertimbangan bahwa lokasi Kecamatan Ma’rang merupakan daerah penghasil kerajinan rotan dan sampel usaha merupakan sentra pengrajin dan penjual di Kabupaten Pangkep. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT melalui matriks faktor internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) yang nilai perolehannya melalui pembobotan dan ranking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal (IFAS) yang harus ditingkatkan antara lain: (1) meningkatkan kualitas dan kemasan produk; (2) meningkatkan kerja sama antara penyedia bahan baku, pengrajin dan pedagang kerajinan rotan (3) meningkatkan skill pengrajin rotan yang berkaitan dengan diversifikasi produk dan desain baru; (4) pelaku pemasaran senantiasa melakukan promosi baik media cetak maupun media sosial lainnya. Sedangkan untuk faktor ekaternal (EFAS) yang harus ditingkatkan adalah penggunaan fasilitas atau teknologi dan peralatan yang lebih modern untuk efesiensi produk dan waktu. Strategi yang digunakan sebaiknya adalah segmentasi pasar dan target pasar.
Title: Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan di Kabupaten Pangkep Rattan Craft Business Development Strategy Pangkep Regency
Description:
Perkembangan UMKM di Indonesia sangat pesat.
Dalam perekonomian Indonesia, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah yang paling besar.
Salah satu produk UMKM khususnya di bidang pertanian adalah rotan.
Salah satu wilayah penghasilrotan di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kerajinan rotan yang dihasilkan oleh masyarakat atau pengrajin di wilayah Kecamatan Ma’rang masih bersifat tradisional Hal ini akan berdampak kepada produktivitas kerajinan rotan yang dihasilkan dan tingkat penjualan juga terbatas,sehingga diperlukan strategi pemasaran yang tepat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemasaran usaha kerajinan rotan di Kabupaten Pangkep, (2) strategi pengembangan usaha kerajinan rotan di Kabupaten Pangkep.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling yaitu untuk lokasi dan usaha kerajinan rotan dilakukan melalui penunjukan langsung, dengan pertimbangan bahwa lokasi Kecamatan Ma’rang merupakan daerah penghasil kerajinan rotan dan sampel usaha merupakan sentra pengrajin dan penjual di Kabupaten Pangkep.
Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT melalui matriks faktor internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) yang nilai perolehannya melalui pembobotan dan ranking.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal (IFAS) yang harus ditingkatkan antara lain: (1) meningkatkan kualitas dan kemasan produk; (2) meningkatkan kerja sama antara penyedia bahan baku, pengrajin dan pedagang kerajinan rotan (3) meningkatkan skill pengrajin rotan yang berkaitan dengan diversifikasi produk dan desain baru; (4) pelaku pemasaran senantiasa melakukan promosi baik media cetak maupun media sosial lainnya.
Sedangkan untuk faktor ekaternal (EFAS) yang harus ditingkatkan adalah penggunaan fasilitas atau teknologi dan peralatan yang lebih modern untuk efesiensi produk dan waktu.
Strategi yang digunakan sebaiknya adalah segmentasi pasar dan target pasar.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Handling of the Preparation of Wicker Raw Materials with ABC Analysis Approach
Handling of the Preparation of Wicker Raw Materials with ABC Analysis Approach
In connection with the importance of ABC method analysis in company management, this can be applied to rattan companies that aim to classify or group raw material inventories and ...
ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN NENTU DI DESA WAARA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA
ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN NENTU DI DESA WAARA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA
Pengrajin Nentu adalah seseorang yang melakukan suatu kerajinan yang berbentuk anyaman dengan bahan dasar Nentu dan Rotan. Nentu dan Rotan merupakan salah satu sumber hayati Indone...
Mitologi Pantangan Dalam Religi Dan Budaya Masyarakat Desa Sungai Rotan Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim (Kajian Semiotika)
Mitologi Pantangan Dalam Religi Dan Budaya Masyarakat Desa Sungai Rotan Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim (Kajian Semiotika)
Mitos merupakan sebuah sastra lisan yang menceritakan sebuah kejadian masa lampau berisi kepercayaan-kepercayaan pada dewa maupun makhluk setengah dewa yang seringkali dikaitkan de...
Pembuatan Video Dokumenter Promosi dan Pameran Hasil Kerajinan Anyaman dari Bahan Rotan
Pembuatan Video Dokumenter Promosi dan Pameran Hasil Kerajinan Anyaman dari Bahan Rotan
Pembuatan video promosi kerajinan rotan di Desa Selebung Rembige, Kota Mataram, adalah sebuah proyek kolaboratif yang menggabungkan potensi kerajinan lokal dan partisipasi aktif wa...
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
KERAJINAN SERAT DAUN PANDAN DITINJAU DARI PRINSIP KERAJINAN DI CHANTIKA HANDICRAFT
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain dan mendeskripsikan prinsip-prinsip kerajinan yang terdapat pada karya kerajinan berbahan serat daun pandan di industri chan...
PEMBUATAN MIKROKRISTALIN SELULOSA ROTAN MANAU (Calamus manan sp.) SERTA KARAKTERISASINYA
PEMBUATAN MIKROKRISTALIN SELULOSA ROTAN MANAU (Calamus manan sp.) SERTA KARAKTERISASINYA
Rattan is one of natural resources of Indonesia which contains 30%-40% cellulose. Its high cellulose contents makes it very potential as a source of microcrystalline cellulose (MCC...
PENGEMBANGAN PERENCANAAN STRATEGI BISNIS PADA UKM DI KOTA TANGERANG
PENGEMBANGAN PERENCANAAN STRATEGI BISNIS PADA UKM DI KOTA TANGERANG
Development Business planning is very important for an entrepreneur to maintain the continuity of his business, through the development of a business strategy he can provide soluti...

