Javascript must be enabled to continue!
PEMBUATAN MIKROKRISTALIN SELULOSA ROTAN MANAU (Calamus manan sp.) SERTA KARAKTERISASINYA
View through CrossRef
Rattan is one of natural resources of Indonesia which contains 30%-40% cellulose. Its high cellulose contents makes it very potential as a source of microcrystalline cellulose (MCC). In this research, manau rattan was characterized by using the Chesson methods. Microcrystalline cellulose was prepared by using two methods, i.e. alkalization and acid hydrolysis. Alkalization was performed by soaking manau rattan powder into sodium hydroxide 17,5% for 8 hours. Acid hydrolysis was prepared by using sulfuric acid at a concentration of 0.1 M; 0.3 M; and 0.5 M for 4, 6, 8, and 10 hours. The crystallinity of MCC was quantitatively measured by XRD and qualitatively measured by using FTIR. In this research, we have successfully made microcrystalline cellulose from manau rattan. The highest crystallinity MCC of 72.42% was obtained from acid hydrolysis with 0.5 M for 10 hours. The crystallinity of the MCC product increases with concentration and hydrolysis time.Keywords: acid hydrolisis, alkalization, cellulose, manau rattan, MCCABSTRAKRotan merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia yang mengisi sepuluh persen hutan di Indonesia yang memiliki kadar selulosa mencapai 30-40%. Kadar selulosa yang cukup tinggi membuat rotan sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku mikrokristalin selulosa (MCC). Rotan manau dikarakterisasi menggunakan metode Chesson. Pembuatan mikrokristalin selulosa terdiri atas dua tahap, yaitu alkalisasi dan hidrolisi asam. Tahap alkalisasi dilakukan dengan merendam rotan di dalam larutan NaOH 17,5% selama 8 jam. Tahap hidrolisis asam dilakukan dengan menggunakan asam sulfat pada berbagai konsentrasi, yakni 0,1; 0,3 dan 0,5 M selama 4, 6, 8, dan 10 jam. Kristalinitas dari MCC yang dihasilkan diukur dengan menggunakan XRD. Untuk mengetahui komposisi kimia serta kristalinitas MCC secara kualitatif, telah dilakukan karakterisasi dengan menggunakan FTIR. Pada penelitian ini, telah berhasil dibuat MCC yang bersumber dari rotan manau. Kristalinitas MCC tertinggi dihasilkan dengan perlakuan hidrolisis asam dengan konsentrasi 0,5 M selama 10 jam, yaitu sebesar 72,42%. Seiring dengan peningkatan konsentrasi serta waktu hidrolisis, kristalinitas MCC yang dihasilkan semakin tinggi.Kata kunci: alkalisasi, hidrolisis asam, selulosa, MCC, rotan manau
Title: PEMBUATAN MIKROKRISTALIN SELULOSA ROTAN MANAU (Calamus manan sp.) SERTA KARAKTERISASINYA
Description:
Rattan is one of natural resources of Indonesia which contains 30%-40% cellulose.
Its high cellulose contents makes it very potential as a source of microcrystalline cellulose (MCC).
In this research, manau rattan was characterized by using the Chesson methods.
Microcrystalline cellulose was prepared by using two methods, i.
e.
alkalization and acid hydrolysis.
Alkalization was performed by soaking manau rattan powder into sodium hydroxide 17,5% for 8 hours.
Acid hydrolysis was prepared by using sulfuric acid at a concentration of 0.
1 M; 0.
3 M; and 0.
5 M for 4, 6, 8, and 10 hours.
The crystallinity of MCC was quantitatively measured by XRD and qualitatively measured by using FTIR.
In this research, we have successfully made microcrystalline cellulose from manau rattan.
The highest crystallinity MCC of 72.
42% was obtained from acid hydrolysis with 0.
5 M for 10 hours.
The crystallinity of the MCC product increases with concentration and hydrolysis time.
Keywords: acid hydrolisis, alkalization, cellulose, manau rattan, MCCABSTRAKRotan merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia yang mengisi sepuluh persen hutan di Indonesia yang memiliki kadar selulosa mencapai 30-40%.
Kadar selulosa yang cukup tinggi membuat rotan sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku mikrokristalin selulosa (MCC).
Rotan manau dikarakterisasi menggunakan metode Chesson.
Pembuatan mikrokristalin selulosa terdiri atas dua tahap, yaitu alkalisasi dan hidrolisi asam.
Tahap alkalisasi dilakukan dengan merendam rotan di dalam larutan NaOH 17,5% selama 8 jam.
Tahap hidrolisis asam dilakukan dengan menggunakan asam sulfat pada berbagai konsentrasi, yakni 0,1; 0,3 dan 0,5 M selama 4, 6, 8, dan 10 jam.
Kristalinitas dari MCC yang dihasilkan diukur dengan menggunakan XRD.
Untuk mengetahui komposisi kimia serta kristalinitas MCC secara kualitatif, telah dilakukan karakterisasi dengan menggunakan FTIR.
Pada penelitian ini, telah berhasil dibuat MCC yang bersumber dari rotan manau.
Kristalinitas MCC tertinggi dihasilkan dengan perlakuan hidrolisis asam dengan konsentrasi 0,5 M selama 10 jam, yaitu sebesar 72,42%.
Seiring dengan peningkatan konsentrasi serta waktu hidrolisis, kristalinitas MCC yang dihasilkan semakin tinggi.
Kata kunci: alkalisasi, hidrolisis asam, selulosa, MCC, rotan manau.
Related Results
Produksi dan karakterisasi selulosa mikrokristalin dari limbah batang kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) hasil replanting perkebunan
Produksi dan karakterisasi selulosa mikrokristalin dari limbah batang kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) hasil replanting perkebunan
Selulosa mikrokristalin merupakan turunan dari selulosa atau selulosa yang dimodifikasi dalam skala mikro dengan ukuran panjang sekitar 10-200 µm yang bersifat kristalin. Batang ke...
STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA KERJA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PEMASARAN PADA KERAJINAN ROTAN PUTRI YAKIN SILUNGKANG
STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA KERJA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PEMASARAN PADA KERAJINAN ROTAN PUTRI YAKIN SILUNGKANG
Industri kerajinan rotan di Silungkakng telah menghasilkan berbagai macam produk kerajinan rotan seperti kursi, pot bunga, tempat sampah, dan tudung saji sehingga dapat nyaman dan ...
DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN ROTAN MENGGUNAKAN ALAT PENEKUK PIPA BESI DI DESA PIANTUS
DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN ROTAN MENGGUNAKAN ALAT PENEKUK PIPA BESI DI DESA PIANTUS
Desa Piantus merupakan satu-satunya desa sebagai sentra kerajinan rotan yang terdapat diKabupaten Sambas. Jumlah pengrajin rotan yang terdapat di Desa Piantus sekitar 70% darijumla...
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK
Selulosa asetat dapat diaplikasikan pada berbagai jenis produk diantaranya sebagai film, serat, membran, pita perekam suara dan banyak aplikasi lainnya. Penelitian tentang aplikasi...
Mitologi Pantangan Dalam Religi Dan Budaya Masyarakat Desa Sungai Rotan Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim (Kajian Semiotika)
Mitologi Pantangan Dalam Religi Dan Budaya Masyarakat Desa Sungai Rotan Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim (Kajian Semiotika)
Mitos merupakan sebuah sastra lisan yang menceritakan sebuah kejadian masa lampau berisi kepercayaan-kepercayaan pada dewa maupun makhluk setengah dewa yang seringkali dikaitkan de...
PKM Pembuatan Pemegang dan Penjepit Rotan 3 Dimensi
PKM Pembuatan Pemegang dan Penjepit Rotan 3 Dimensi
Pelaksanaan IbM ini diawali dengan penyajian materi tentang cara membuat alat penepat dan pemegang atau penjepit rotan 3 dimensi, Kepada peserta juga diberikan pengetahuan tentang ...
Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan di Kabupaten Pangkep Rattan Craft Business Development Strategy Pangkep Regency
Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan di Kabupaten Pangkep Rattan Craft Business Development Strategy Pangkep Regency
Perkembangan UMKM di Indonesia sangat pesat. Dalam perekonomian Indonesia, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki jumlah yang paling besar. Sala...
Isolasi dan Karakterisasi Selulosa Mikrokristal dari Nata De Coco untuk Bahan Pembuatan Tablet
Isolasi dan Karakterisasi Selulosa Mikrokristal dari Nata De Coco untuk Bahan Pembuatan Tablet
Nata de coco merupakan salah satu produk makanan hasil fermentasi Acetobacter xylinumdalam substrat air kelapa yang mengandung gula yang merupakan selulosa bakteri, yangidentik den...

