Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN NENTU DI DESA WAARA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA

View through CrossRef
Pengrajin Nentu adalah seseorang yang melakukan suatu kerajinan yang berbentuk anyaman dengan bahan dasar Nentu dan Rotan. Nentu dan Rotan merupakan salah satu sumber hayati Indonesia atau biasa disebut dengan jenis tanaman paku hata yang tumbuh liar dihutan. Kegiatan suatu usaha pengolahan nentu dalam menghasilkan produk olahan ditunjukkan untuk mencapai suatu keuntungan agar usaha dapat dilakukan secara kontinu. Pengolahan nentu sebagai hasil hutan non kayu menciptakan berbagai aktifitas produksi bagi berbagai industri nentu. Usaha kerajinan nentu juga banyak dilakukan oleh masyarakat desa waara kecamatan lohia Kabupaten Muna. Tujuan penelitian ini adalah Penelitian untuk menganalisis pendapatan usaha pengrajin nentu di Desa Waara Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara Observasi, Wawancara terstruktur, Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengrajin Nentu melalui beberapa proses dalam pembuatan kerajinan Nentu yang terdiri dari proses utama yaitu : (1) Penjemuran merupakan proses pengeringan bahan baku kerajinan nentu selama dua hari untuk mengurangi kadar air pada nentu dan rotan tersebut dan menjadikan kulit nentu dan rotan menjadi kuat. (2) Penghalusan Nentu merupakan proses menghaluskan permukaan kulit nentu dengan membuang bagian isi nentu agar mudah digunakan saat membuat kerjaninan nentu. (3) Pembentukan Kerajinan Nentu (4) Penganyaman merupakan dibentuk pola melingkar kemudian dimulai dengan dianyam satu persatu helaian nentu pada lingkaran rotan bagian bawah sampai bagian atas kerajinan nentu. Adapun strategi masyarakat dalam mempertahankan kerajinan ini dengan mengajarkan kerajinan ini kepada keluarganya.
Title: ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN NENTU DI DESA WAARA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA
Description:
Pengrajin Nentu adalah seseorang yang melakukan suatu kerajinan yang berbentuk anyaman dengan bahan dasar Nentu dan Rotan.
Nentu dan Rotan merupakan salah satu sumber hayati Indonesia atau biasa disebut dengan jenis tanaman paku hata yang tumbuh liar dihutan.
Kegiatan suatu usaha pengolahan nentu dalam menghasilkan produk olahan ditunjukkan untuk mencapai suatu keuntungan agar usaha dapat dilakukan secara kontinu.
Pengolahan nentu sebagai hasil hutan non kayu menciptakan berbagai aktifitas produksi bagi berbagai industri nentu.
Usaha kerajinan nentu juga banyak dilakukan oleh masyarakat desa waara kecamatan lohia Kabupaten Muna.
Tujuan penelitian ini adalah Penelitian untuk menganalisis pendapatan usaha pengrajin nentu di Desa Waara Kecamatan Lohia Kabupaten Muna.
Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kuantitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara Observasi, Wawancara terstruktur, Dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengrajin Nentu melalui beberapa proses dalam pembuatan kerajinan Nentu yang terdiri dari proses utama yaitu : (1) Penjemuran merupakan proses pengeringan bahan baku kerajinan nentu selama dua hari untuk mengurangi kadar air pada nentu dan rotan tersebut dan menjadikan kulit nentu dan rotan menjadi kuat.
(2) Penghalusan Nentu merupakan proses menghaluskan permukaan kulit nentu dengan membuang bagian isi nentu agar mudah digunakan saat membuat kerjaninan nentu.
(3) Pembentukan Kerajinan Nentu (4) Penganyaman merupakan dibentuk pola melingkar kemudian dimulai dengan dianyam satu persatu helaian nentu pada lingkaran rotan bagian bawah sampai bagian atas kerajinan nentu.
Adapun strategi masyarakat dalam mempertahankan kerajinan ini dengan mengajarkan kerajinan ini kepada keluarganya.

Related Results

Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
Etnomedisin Masyarakat Muna Di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang Etnomedisin masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. (2) Untuk mengidenti...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERUBAHAN BUDAYA PERKAWINAN PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LOHIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA: 1978-2018
PERUBAHAN BUDAYA PERKAWINAN PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LOHIA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA: 1978-2018
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan perubahan budaya perkawinan pada masyarakat Muna di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna pada tahun: 1978-2018. (2) menjelaskan ...
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Tingkat pendidikan, (2) Tingkat pendapatan, (3) Kondisi Kesehatan, dan (4) Kondisi Transportasi masyarakat pengrajin ...
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat Tahun 2023
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan realisasi program kinerja Badan Permusyawaratan Desa di Desa Katela Kecamatan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Barat, da...
PELATIHAN KERAJINAN NENTU: PEMBERDAYAAN MAHASISWA DALAM PEMBUATAN GANTUNGAN KUNCI RAMAH LINGKUNGAN DARI SERAT NENTU
PELATIHAN KERAJINAN NENTU: PEMBERDAYAAN MAHASISWA DALAM PEMBUATAN GANTUNGAN KUNCI RAMAH LINGKUNGAN DARI SERAT NENTU
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pelatihan pembuatan kerajinan gantungan kunci berbahan dasar serat nentu, yaitu serat alam...
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNGPUTRI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Dalam Undang-undang Desa Pasal 72 menyebutkan bahwa desa mempunyai 7 sumber pendapatan,yaitu: 1. Pendapatan asli desa, yang terdiri dari hasil usaha, hasil aset, swadaya, partisipa...
SEJARAH PEMERINTAHAN KABUPATEN MUNA TAHUN 1960-2015
SEJARAH PEMERINTAHAN KABUPATEN MUNA TAHUN 1960-2015
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang terbentuknya pemerintahan Kabupaten Muna dan mendeskripsikan pemerintahan Kabupaten Muna tahun 1960 sampai 20...

Back to Top