Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penalaran Ta’lili sebagai Metode Istinbat Hukum

View through CrossRef
Metode penalaran ta’lili merupakan bagian dalam penemuan hukum syar’i. Lebih jauh metode penalaran ini merupakan bagian dari upaya penentuan hukum untuk kasus yang tidak ada teks hukumnya. Dari sini teks hukum yang sudah ada kemudian diperluas cakupannya sehingga bisa mencangkup kasus-kasus yang tidak ditemukan teks hukumnya. Dalam upaya memahami dan menangkap makna teks dan mempertanyakan ruh dari sebuah aturan syariat maka harus memperhatikan illat hukumnya, pemahaman ini masuk pada penalaran ta’lili. Metode ini bertumpu pada penggunaan akal atau ra’yi. Dalam realisasinya yang masuk pada kategori penalaran ta’lili adalah qiyas dan istihsan. Dalam tataran penemuan dan pembaharuan Islam, pendekatan penalaran ta’lili ini tampak lebih solutif dan responsive dalam rangka menyelesaikan persoalan hukum. Oleh karenanya penting untuk dikaji dan terus dimaksimalkan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi penalaran ta’lili sebagai metode istinbat dan pembaharuan hukum Islam dalam menjawab permasalahan kontemporer. Untuk pengumpulan data, kajian ini menggunakan kajian kepustakaan (libary reseach). Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa dalam ranah istinbat hukum dan pembaharuan hukum Islam dibutuhkan sebuah metode yang diakui tentang kehujahannya, yakni melalui penalaran ta’lili.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pemalang
Title: Penalaran Ta’lili sebagai Metode Istinbat Hukum
Description:
Metode penalaran ta’lili merupakan bagian dalam penemuan hukum syar’i.
Lebih jauh metode penalaran ini merupakan bagian dari upaya penentuan hukum untuk kasus yang tidak ada teks hukumnya.
Dari sini teks hukum yang sudah ada kemudian diperluas cakupannya sehingga bisa mencangkup kasus-kasus yang tidak ditemukan teks hukumnya.
Dalam upaya memahami dan menangkap makna teks dan mempertanyakan ruh dari sebuah aturan syariat maka harus memperhatikan illat hukumnya, pemahaman ini masuk pada penalaran ta’lili.
Metode ini bertumpu pada penggunaan akal atau ra’yi.
Dalam realisasinya yang masuk pada kategori penalaran ta’lili adalah qiyas dan istihsan.
Dalam tataran penemuan dan pembaharuan Islam, pendekatan penalaran ta’lili ini tampak lebih solutif dan responsive dalam rangka menyelesaikan persoalan hukum.
Oleh karenanya penting untuk dikaji dan terus dimaksimalkan.
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi penalaran ta’lili sebagai metode istinbat dan pembaharuan hukum Islam dalam menjawab permasalahan kontemporer.
Untuk pengumpulan data, kajian ini menggunakan kajian kepustakaan (libary reseach).
Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa dalam ranah istinbat hukum dan pembaharuan hukum Islam dibutuhkan sebuah metode yang diakui tentang kehujahannya, yakni melalui penalaran ta’lili.

Related Results

Penalaran Hukum dan Penemuan Kebenaran
Penalaran Hukum dan Penemuan Kebenaran
Tulisan ini mengkaji korelasi antara penalaran hukum dengan penemuan kebenaran, masing-masing dipandang sebagai independent variable dan dependent variable. Dengan menggunakan pena...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
PENALARAN KREATIF MATEMATIS
PENALARAN KREATIF MATEMATIS
Matematika dapat dipandang sebagai cara bernalar, karena matematika memuat cara pembuktian yang sahih atau valid, serta sifat penalaran matematika yang sistematis. Kemampuan penala...
Hukum Walīmah Al- ‘Urs Menurut Perspektif Ibn Ḥazm Al-Andalusī
Hukum Walīmah Al- ‘Urs Menurut Perspektif Ibn Ḥazm Al-Andalusī
Jumhur ulama berpendapat bahwa walīmah al-‘urs hukumnya sunnah mu’akkad. Namun demikian, ada juga sebagian ulama memandang wajib, pendapat ini dipegang oleh Ibn Ḥazm al-Andalusī. P...
Grand Design Reformasi Penelitian Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia
Grand Design Reformasi Penelitian Hukum Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Negara Republik Indonesia
Dillihat dari sisi penelitian hukum, pembangunan hukum nasional merupakan wujud sistem hukum nasional, harus didukung oleh perencanaan pembentukan materi hukum, penelitian hukum, p...
Revitalisasi Konsep Hukum Pembangunan Mochtar Kusumaatmadja dalam Pembaruan Hukum Kontemporer
Revitalisasi Konsep Hukum Pembangunan Mochtar Kusumaatmadja dalam Pembaruan Hukum Kontemporer
Konsep Hukum Pembangunan yang digagas Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja merupakan teori hukum asli Indonesia yang menekankan hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat, di mana huku...
KARAKTERISTIK USUL FIKIH HANBALY (Antara Skriptualis dan Idealis)
KARAKTERISTIK USUL FIKIH HANBALY (Antara Skriptualis dan Idealis)
Dalam khazanah penggalian hukum (istinbatu al–Ahkam) para imam madzhab memiliki kekhasan atau karakteristik yang berbeda,walaupun secara global sumber-sumber otoritatif hukum yang ...

Back to Top