Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Prototipe Mesin Pengekstrak Pati Sagu Tipe Stirrer Rotary Blade Bertenaga Pedal

View through CrossRef
Ekstraksi pati sagu secara tradisional tidak efektif dan tidak efisien, dan sebagai konsekuensinya sebagian besar pohon sagu yang telah siap dipanen milik masyarakat terutama di Provinsi Papua dan Papua Barat dibiarkan terbuang begitu saja oleh pemiliknya. Masyarakat di daerah tersebut masih menggunakan pengolahan secara tradisional karena kekurangan peralatan mekanis. Jutaan ton pati yang terkandung pada batang sagu tidak dimanfaatkan dan terbuang sia-sia setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan menguji kinerja prototype mesin ekstraksi pati sagu tipe stirrer rotary blade bertenaga pedal. Mesin ini terdiri dari 5 komponen utama yaitu (a) Tabung ekstraksi yang dilengkapi dengan saringan, (b) Komponen transmisi daya, (c) Rangka utama,(d) Pipa penyalur suspensi pati dan (e) Pengaduk . Pada penelitian ini digunakan 3 taraf ratio driver pulley:driven pulley yaitu 6:1, 4:1 dan 3:1 yang diuji pada 3 level periode waktu ekstraksi yaitu 5, 10 dan 15 menit. Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur variabel (a) Kapasitas ekstraksi, (b) Rendemen pati, (c) Hasil pati dan (d) Persentase pati pada ampas. Hasil pengujian kinerja mesin menunjukkan bahwa semakin lama periode waktu ekstraksi, semakin rendah kinerjanya, sebaliknya semakin besar ratio driver pulley:driven pulley maka semakin tinggi kinerja mesin. Kinerja tertinggi diperoleh dengan menggunakan ratio 6:1 pada periode waktu ekstraksi 5 menit.   Kinerja mesin pada kondisi tersebut adalah (a) Kapasitas ekstraksi 120 kg ela/jam, (b) Rendemen pati   20,6 %, (c) Hasil pati 24.6 kg/jam dan (d) Persentase pati pada ampas 0.3 %.
Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua
Title: Prototipe Mesin Pengekstrak Pati Sagu Tipe Stirrer Rotary Blade Bertenaga Pedal
Description:
Ekstraksi pati sagu secara tradisional tidak efektif dan tidak efisien, dan sebagai konsekuensinya sebagian besar pohon sagu yang telah siap dipanen milik masyarakat terutama di Provinsi Papua dan Papua Barat dibiarkan terbuang begitu saja oleh pemiliknya.
Masyarakat di daerah tersebut masih menggunakan pengolahan secara tradisional karena kekurangan peralatan mekanis.
Jutaan ton pati yang terkandung pada batang sagu tidak dimanfaatkan dan terbuang sia-sia setiap tahunnya.
Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan menguji kinerja prototype mesin ekstraksi pati sagu tipe stirrer rotary blade bertenaga pedal.
Mesin ini terdiri dari 5 komponen utama yaitu (a) Tabung ekstraksi yang dilengkapi dengan saringan, (b) Komponen transmisi daya, (c) Rangka utama,(d) Pipa penyalur suspensi pati dan (e) Pengaduk .
Pada penelitian ini digunakan 3 taraf ratio driver pulley:driven pulley yaitu 6:1, 4:1 dan 3:1 yang diuji pada 3 level periode waktu ekstraksi yaitu 5, 10 dan 15 menit.
Evaluasi kinerja dilakukan dengan mengukur variabel (a) Kapasitas ekstraksi, (b) Rendemen pati, (c) Hasil pati dan (d) Persentase pati pada ampas.
Hasil pengujian kinerja mesin menunjukkan bahwa semakin lama periode waktu ekstraksi, semakin rendah kinerjanya, sebaliknya semakin besar ratio driver pulley:driven pulley maka semakin tinggi kinerja mesin.
Kinerja tertinggi diperoleh dengan menggunakan ratio 6:1 pada periode waktu ekstraksi 5 menit.
   Kinerja mesin pada kondisi tersebut adalah (a) Kapasitas ekstraksi 120 kg ela/jam, (b) Rendemen pati   20,6 %, (c) Hasil pati 24.
6 kg/jam dan (d) Persentase pati pada ampas 0.
3 %.

Related Results

Pengaruh Pengayakan Empulur Hasil Parutan (Ela) terhadap Kinerja Mesin Ekstraksi Pati Sagu Tipe Stirrer Rotary Blade
Pengaruh Pengayakan Empulur Hasil Parutan (Ela) terhadap Kinerja Mesin Ekstraksi Pati Sagu Tipe Stirrer Rotary Blade
Pada penelitian terdahulu telah dihasilkan mesin ekstraksi pati sagu tipe stirrer rotary blade yang berfungsi untuk mengekstraksi pati sagu.  Mesin ekstraksi tersebut diproduksi ol...
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Analisis Potensi Tanaman Sagu (Metroxylon sp) sebagai Bahan Pangan Lokal untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Papua Barat
Sagu merupakan salah satu komoditi sebagai bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan.  Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui potensi sagu sebagai bahan pangan lokal ...
Pemanfaatan Pati Sagu Menjadi Olahan Permen Sagu
Pemanfaatan Pati Sagu Menjadi Olahan Permen Sagu
Pemanfaatan pati sagu menjadi olahan permen Sagu. Tujuan program kreativitas mahasiswa – kewirausahaan (PKM-K) adalah membangkitkan motivasi mahasiswa untuk berwirausaha dalam meng...
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Sago SENTRA PENGOLAHAN PATI SAGU DI KAMPUNG TAMBAT KABUPATEN MERAUKE
Abstrak   Potensi sagu di Kabupaten Merauke sangat besar apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Papua. Sagu adalah tanaman dengan nilai sosial budaya dan eko...

Back to Top