Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tinjauan Historis Penggunaan Gotong Dan Bulang Pada Masyarakat Simalungun

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah penggunaan gootong dan bulang serta mengetahui apa makna dan fungsi penggunaannya pada masyarakat Simalungun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian sejarah serta pendekatan antropologi budaya. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan peneliti menggunnakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu awalnya gotong adalah penutup kepala laki-laki yang menggunakan hiou ragi panei, namun setelah raja Jawa memberikan hadiah kain batik sebagai simbol kerjasama dengan raja Simalungun sehingga kain batik digunakan  sebagai bahan dasar pembuatan gotong. Bulang dulunya digunakan kaum perempuan untuk seharihari. Pada masa kerajaan bulang terdiri dari bulang partongah (yang digunakan kaum bangsawan) dan bulang  paruma (yang digunakan masyarakat biasa) Gotong terdiri dari 4 jenis yaitu gotong horja, gotong pandihar, gotong tikkal/porsa dan gotong pottik sama dengan bulang yang terbagi menjadi bulang sulappei, bulang teget, bulang hurbu dan bulang gijang. Makna penggunaan gotong dan bulang yaitu sebagai identitas dan warisan budaya serta sebagai status sosial bagi masyarakat Simalungun. Fungsi penggunaan gotong dan bulang dapat dilihat berdasarkan waktu penggunaannya pada pernikahan gotong dan bulang berfungsi sebagai simbol kedewasaan, pada acara kematian berfungsi sebagai simbol ketulusan dan keikhlasan, pada acara patappei sihilap berfungsi untuk melambangkan bahwa seseorang itu akan menjadi seorang pemimpin dan pada saat siluah kehormatan gotong dan bulang berfungsi untuk melambangkan bahwa seseorang itu telah masuk ke wilayah Simalungun dan sebagai bentuk ucapan bahwa kita menerima mereka denngan hormat dan senang hati
Title: Tinjauan Historis Penggunaan Gotong Dan Bulang Pada Masyarakat Simalungun
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah penggunaan gootong dan bulang serta mengetahui apa makna dan fungsi penggunaannya pada masyarakat Simalungun.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian sejarah serta pendekatan antropologi budaya.
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan peneliti menggunnakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini yaitu awalnya gotong adalah penutup kepala laki-laki yang menggunakan hiou ragi panei, namun setelah raja Jawa memberikan hadiah kain batik sebagai simbol kerjasama dengan raja Simalungun sehingga kain batik digunakan  sebagai bahan dasar pembuatan gotong.
Bulang dulunya digunakan kaum perempuan untuk seharihari.
Pada masa kerajaan bulang terdiri dari bulang partongah (yang digunakan kaum bangsawan) dan bulang  paruma (yang digunakan masyarakat biasa) Gotong terdiri dari 4 jenis yaitu gotong horja, gotong pandihar, gotong tikkal/porsa dan gotong pottik sama dengan bulang yang terbagi menjadi bulang sulappei, bulang teget, bulang hurbu dan bulang gijang.
Makna penggunaan gotong dan bulang yaitu sebagai identitas dan warisan budaya serta sebagai status sosial bagi masyarakat Simalungun.
Fungsi penggunaan gotong dan bulang dapat dilihat berdasarkan waktu penggunaannya pada pernikahan gotong dan bulang berfungsi sebagai simbol kedewasaan, pada acara kematian berfungsi sebagai simbol ketulusan dan keikhlasan, pada acara patappei sihilap berfungsi untuk melambangkan bahwa seseorang itu akan menjadi seorang pemimpin dan pada saat siluah kehormatan gotong dan bulang berfungsi untuk melambangkan bahwa seseorang itu telah masuk ke wilayah Simalungun dan sebagai bentuk ucapan bahwa kita menerima mereka denngan hormat dan senang hati.

Related Results

BULANG (WOMEN’S HEAD COVERING) SIMALUNGUN BATAK ETHNIC
BULANG (WOMEN’S HEAD COVERING) SIMALUNGUN BATAK ETHNIC
This article was written to reveal the meaning of the head covering for women or bulang for the Simalungun Batak community. The use of bulang or head coverings for women and what t...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KAJIAN BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA RAGAM HIAS RUMAH BOLON SIMALUNGUN BERDASARKAN TATANAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SIMALUNGUN
KAJIAN BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA RAGAM HIAS RUMAH BOLON SIMALUNGUN BERDASARKAN TATANAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SIMALUNGUN
Rumah merupakan cerminan dari sosial kultur zamannya, oleh karena itu banyak hal yang melatar belakangi terjadinya bentuk bangunan rumah adat seperti keadaan alam lingkungan, kebud...
Makna Simbolik Bulang dan Gotong Pada Etnis Simalungun
Makna Simbolik Bulang dan Gotong Pada Etnis Simalungun
Indonesia is a developing country that has a myriad of different customs, social traditions and ancestors. North Sumatra is one area that should be used as a vacation spot, ranging...
KEARIFAN LOKAL TRADISI MARHAROAN BOLON MASYARAKAT SIMALUNGUN
KEARIFAN LOKAL TRADISI MARHAROAN BOLON MASYARAKAT SIMALUNGUN
Artikel ini membahas tentang tradisi gotong royong pada kegiatan marharoan bolon etnik Simalungun di kelurahan Sipolha, kecamatan Pamatang Sidamanik, kabupaten Simalungun. Marharoa...
“BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
“BERUBAHNYA SIKAP GOTONG ROYONG MENJADI SIKAP INDIVIDUALISME DALAM TEORI SOEKARNO, ARISTOTELES, DAN MUHAMMAD HATTA”
AbstrakGotong royong berasal dari kata gotong yang artinya “bekerja” dan royong yang artinya “bersama”, dan jika digabugkan gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai...

Back to Top