Javascript must be enabled to continue!
MALAM BAKOHAK : TRADISI LOKAL MALAM PELEPASAN MASA LAJANG DI DESA LOPAK AUR
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengetahui makna, tahapan dalam proses tradisi malam bakohak serta pandangan masyarakat Desa Lopak Aur mengenai tradisi malam bakohak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan tradisi perkawinan dilakukan dirumah mempelai laki-laki yang akan melangsungkan resepsi pernikahan. Tradisi malam bakohak ini bertujuan untuk memohon berkah dan kelancaran kelangsungan acara resepsi pernikahan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hasil Pelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi malam bakohak merupakan malam pengajian dirumah mempelai laki-laki yang akan melangsungkan resepsi pernikahan. Terdapat berbagai rangkaian acara tradisi malam bakohak, diantaranya penyampaian kata sambutan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, pembacaan Al-barzanji Nadzom dan di akhiri dengan serangkaian doa. Alasan masyarakat masih melestarikan tradisi malam bakohak, yaitu untuk menjaga tradisi dan kebudayaan lokal agar tetap hidup. Didalam pelaksanaan tradisi malam bakohak juga terkandung nilai-nilai religius serta nilai positif perilaku sosial yang terkait dalam tradisi malam bakohak seperti perilaku bersedekah, saling menghormati, menjaga kerukunan serta kesolidaritasan.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: MALAM BAKOHAK : TRADISI LOKAL MALAM PELEPASAN MASA LAJANG DI DESA LOPAK AUR
Description:
Penelitian ini bertujuan mengetahui makna, tahapan dalam proses tradisi malam bakohak serta pandangan masyarakat Desa Lopak Aur mengenai tradisi malam bakohak.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Validitas data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan tradisi perkawinan dilakukan dirumah mempelai laki-laki yang akan melangsungkan resepsi pernikahan.
Tradisi malam bakohak ini bertujuan untuk memohon berkah dan kelancaran kelangsungan acara resepsi pernikahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hasil Pelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi malam bakohak merupakan malam pengajian dirumah mempelai laki-laki yang akan melangsungkan resepsi pernikahan.
Terdapat berbagai rangkaian acara tradisi malam bakohak, diantaranya penyampaian kata sambutan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, pembacaan Al-barzanji Nadzom dan di akhiri dengan serangkaian doa.
Alasan masyarakat masih melestarikan tradisi malam bakohak, yaitu untuk menjaga tradisi dan kebudayaan lokal agar tetap hidup.
Didalam pelaksanaan tradisi malam bakohak juga terkandung nilai-nilai religius serta nilai positif perilaku sosial yang terkait dalam tradisi malam bakohak seperti perilaku bersedekah, saling menghormati, menjaga kerukunan serta kesolidaritasan.
.
Related Results
Kesejahteraan Psikologis Wanita Lajang di indonesia
Kesejahteraan Psikologis Wanita Lajang di indonesia
Abstract. The number of singlehood increases every year in Indonesia. Stigma is an inherent part of singlehood. People often label singlehood as spinsters or unmarketable. This can...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
K Kearifan Lokal Dalam Tradisi Nganggung di Desa Sekar Biru
Kearifan Lokal merupakan nilai luhur yang terkandung dalam kekayaan budaya tradisi pada kelompok masyarakat dari generasi ke generasi yang diwariskan secara turun temurun. Oleh kar...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...

