Javascript must be enabled to continue!
SISTEM KONTROL PROPORSIONAL-INTEGRAL PADA PROSES PASTEURISASI SUSU
View through CrossRef
Pasteurisasi merupakan proses pemanas yang terjadi pada produk dibawah titik didih untuk membunuh bakteri agar tetap terjaga kualitas susu. Pada pasteurisasi ini kita bisa memakai LTLT (Low Temperature Long Time) dengan proses pemanas dilakukan selama 30 menit dan HTST (High Temperature Short Time) proses pemanasnya dilakukan selama 15-16 detik. Dengan pasteurisasi diharapkan bisa menghambat bakteri agar tidak masuk ke susu dan mengontrol perkembangan bakteri agar tidak merusak kualitas susu. Sehingga jika dikonsumsi tidak membahayakan kesehatan manusia dan dampaknya bisa menjadi banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Didalam susu ada berbagai macam nutrisi (seperti kalsium, protein vitamin, magnesium, fosfor dan masih banyak lagi) jika dikelola secara baik dan benar. Jadi didalam penelitian ini dikembangkan alat untuk menjaga susu agar tetap stabil dalam proses pasteurisasi susu. Pada penelitian ini akan membuat sistem kontroller yang tertanam di kontroller PI untuk mengontrol aktuator dalam bentuk pemanas listrik yang mendapatkan masukan dari sensor suhu MAX6675 K-Thermocouple. Dari hasil pengujian ini setpoint suhu maksimumnya 60°C diperoleh nilai P mencapai 63°C, nilai PI mencapai suhu 63°C, nilai PD mencapai suhu 69°C, nilai PID mencapai suhu 69°C. Hasil dari kontroler PI untuk menstabilkan suhu lebih cepat dan mampu mempertahankan suhu yang baik.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: SISTEM KONTROL PROPORSIONAL-INTEGRAL PADA PROSES PASTEURISASI SUSU
Description:
Pasteurisasi merupakan proses pemanas yang terjadi pada produk dibawah titik didih untuk membunuh bakteri agar tetap terjaga kualitas susu.
Pada pasteurisasi ini kita bisa memakai LTLT (Low Temperature Long Time) dengan proses pemanas dilakukan selama 30 menit dan HTST (High Temperature Short Time) proses pemanasnya dilakukan selama 15-16 detik.
Dengan pasteurisasi diharapkan bisa menghambat bakteri agar tidak masuk ke susu dan mengontrol perkembangan bakteri agar tidak merusak kualitas susu.
Sehingga jika dikonsumsi tidak membahayakan kesehatan manusia dan dampaknya bisa menjadi banyak manfaat bagi kesehatan manusia.
Didalam susu ada berbagai macam nutrisi (seperti kalsium, protein vitamin, magnesium, fosfor dan masih banyak lagi) jika dikelola secara baik dan benar.
Jadi didalam penelitian ini dikembangkan alat untuk menjaga susu agar tetap stabil dalam proses pasteurisasi susu.
Pada penelitian ini akan membuat sistem kontroller yang tertanam di kontroller PI untuk mengontrol aktuator dalam bentuk pemanas listrik yang mendapatkan masukan dari sensor suhu MAX6675 K-Thermocouple.
Dari hasil pengujian ini setpoint suhu maksimumnya 60°C diperoleh nilai P mencapai 63°C, nilai PI mencapai suhu 63°C, nilai PD mencapai suhu 69°C, nilai PID mencapai suhu 69°C.
Hasil dari kontroler PI untuk menstabilkan suhu lebih cepat dan mampu mempertahankan suhu yang baik.
Related Results
ALTERNATIF RANCANGAN MESIN PASTEURISASI SUSU SAPI MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
ALTERNATIF RANCANGAN MESIN PASTEURISASI SUSU SAPI MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
Pemerintah menganggap penting sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi perekonomian Indonesia. Dukungan besar pemerintah terhadap sektor UMKM karena besarnya potensi dan...
Pengendali Suhu pada Proses Pasteurisasi Susu dengan Menggunakan Metode PID dan Metode Fuzzy Sugeno
Pengendali Suhu pada Proses Pasteurisasi Susu dengan Menggunakan Metode PID dan Metode Fuzzy Sugeno
<p>Proses pasteurisasi berfungsi untuk membunuh bakteri patogen yang dapat mengganggu kesehatan. Selain itu proses pasteurisasi juga bermanfaat untuk memperpanjang masa susu ...
Pengolahan Susu Sapi menjadi Susu Pasteurisasi untuk Meningkatkan Nilai Susu dan Daya Jual
Pengolahan Susu Sapi menjadi Susu Pasteurisasi untuk Meningkatkan Nilai Susu dan Daya Jual
Susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi yang diperoleh dari hasil pemerahan hewan seperti sapi, Kerbau, Kuda, Kambing dan Unta.Susu sapi mudah rusak bila penanganann...
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Kualitas Kimia dan Organoleptik Yoghurt yang dibuat Menggunakan Kultur Yoghurt dan Jenis Susu yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan organoleptik yoghurt yang dibuat menggunakan kultur yoghurt dan jenis susu yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksana...
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Perbedaan pH Saliva Setelah Mengonsumsi Susu Sapi Murni dan Susu Sapi Bubuk
Abstract: Saliva is a complex oral fluid consisting of a mixture of secretion of the major and minor salivary glands in the oral mucosa with a normal pH of 5.6-7.0. There are sever...
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Perbedaan Daya Hambat Kefir Susu Kambing dengan Kefir Susu Sapi Terhadap Escherichia coli secara In Vitro
Latar Belakang. Kefir merupakan produk susu fermentasi dari Kaukasus. Komposisinya didominasi oleh bakteri asam laktat (BAL) dan zat metabolit sekunder yang dihasilkannya seperti b...
Analisis Pengendalian Mutu Bahan Baku Susu Segar pada Koperasi Peternakan Sapi Perah XYZ
Analisis Pengendalian Mutu Bahan Baku Susu Segar pada Koperasi Peternakan Sapi Perah XYZ
Pengendalian mutu susu merupakan faktor penting agar mutu susu yang dihasilkan dapat meningkatkan harga susu dan terhindar dari kerusakan dan penyimpangan dari standar yang ditentu...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...

