Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
View through CrossRef
Pembangunan bendungan Temef terdiri dari beberapa tahapan yaitu, persiapan pembangunan,
perencanaan pembangunan, pelaksanaan konstruksi, dan pengisian awal waduk. Bangunan
pengelak pada Bendungan Temef terdiri dari bendungan pengelak (cofferdam) hulu serta saluran
pengelak dengan tipe conduit. Aliran dialihkan menuju conduit, sehingga pekerjaan konstruksi
bendungan utama dan bangunan pelimpah dapat dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi bangunan pengelak apakah mampu mengalirkan aliran banjir dengan banjir
rancangan kala ulang 25 tahun. Penelitian memilik tujuan yaitu mengetahui berapa besarnya
dimensi bangunan pengelak dengan tipe conduit Tapal Kuda yang mampu mengalirkan debit
banjir rencana dengan kala ulang 25 tahun dengan menggunakan desain banjir kala ulang 25, 50,
dan 100 tahun. Tetapi dengan dimensi bangunan pengelak yang ada pada saat ini tidak berfungsi
dengan baik dikarenakan tidak mampunyai mengalirkan desain banjir yang telah direncanakan.
Data yang digunakan adalah data teknis conduit pengelak, data curah hujan tahun 2002-2021 dan
data topografi lokasi studi. Dalam menghitung debit banjir kala ulang 25 tahun menggunakan
metode HSS Nakayasu dan flood routing menggunakan metode Muskingum Cunge. Untuk
menghitung dimensi conduit menggunakan analisis hidrolika. Hasil yang didapat dari penelitian
ini adalah debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25) sebesar 511,23 m3 /dt; kala ulang 50 tahun (Q50)
sebesar 636, 07 m3 /dt; kala ulang 100 tahun (Q100) sebesar 777, 41 m3dt. Dimensi pada saluran
pengelak pada Bendungan Temef ini tidak mampu mengalirkan debit banjir kala ulang 25 tahun.
Kemampuan yang dihasilkan dari 2 buah saluran pengelak adalah 351,06 m3 /dt. Untuk itu
dilakukan eveluasi saluran pengelak yang ada pada saat ini 5,50 m x 5,50 m menjadi 5,50 m x 7,5
m berjumlah 2 buah saluran yang mampu mengalirkan 545,45 m3 /dt > Q25 tahun = 511,23 m3 /dt.
Title: EVALUASI KAPASITAS BANGUNAN PENGELAK TIPE CONDUIT PADA BENDUNGAN TEMEF DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Description:
Pembangunan bendungan Temef terdiri dari beberapa tahapan yaitu, persiapan pembangunan,
perencanaan pembangunan, pelaksanaan konstruksi, dan pengisian awal waduk.
Bangunan
pengelak pada Bendungan Temef terdiri dari bendungan pengelak (cofferdam) hulu serta saluran
pengelak dengan tipe conduit.
Aliran dialihkan menuju conduit, sehingga pekerjaan konstruksi
bendungan utama dan bangunan pelimpah dapat dilaksanakan.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi bangunan pengelak apakah mampu mengalirkan aliran banjir dengan banjir
rancangan kala ulang 25 tahun.
Penelitian memilik tujuan yaitu mengetahui berapa besarnya
dimensi bangunan pengelak dengan tipe conduit Tapal Kuda yang mampu mengalirkan debit
banjir rencana dengan kala ulang 25 tahun dengan menggunakan desain banjir kala ulang 25, 50,
dan 100 tahun.
Tetapi dengan dimensi bangunan pengelak yang ada pada saat ini tidak berfungsi
dengan baik dikarenakan tidak mampunyai mengalirkan desain banjir yang telah direncanakan.
Data yang digunakan adalah data teknis conduit pengelak, data curah hujan tahun 2002-2021 dan
data topografi lokasi studi.
Dalam menghitung debit banjir kala ulang 25 tahun menggunakan
metode HSS Nakayasu dan flood routing menggunakan metode Muskingum Cunge.
Untuk
menghitung dimensi conduit menggunakan analisis hidrolika.
Hasil yang didapat dari penelitian
ini adalah debit banjir kala ulang 25 tahun (Q25) sebesar 511,23 m3 /dt; kala ulang 50 tahun (Q50)
sebesar 636, 07 m3 /dt; kala ulang 100 tahun (Q100) sebesar 777, 41 m3dt.
Dimensi pada saluran
pengelak pada Bendungan Temef ini tidak mampu mengalirkan debit banjir kala ulang 25 tahun.
Kemampuan yang dihasilkan dari 2 buah saluran pengelak adalah 351,06 m3 /dt.
Untuk itu
dilakukan eveluasi saluran pengelak yang ada pada saat ini 5,50 m x 5,50 m menjadi 5,50 m x 7,5
m berjumlah 2 buah saluran yang mampu mengalirkan 545,45 m3 /dt > Q25 tahun = 511,23 m3 /dt.
Related Results
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Implementasi Early Warning System Bencana Banjir berdasarkan Ketinggian Air Bendungan
Bendungan Sampean Baru merupakan salah satu bendungan yang berada di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Bendungan ini memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai irigasi dan PLTM. Berdasa...
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA RANCANGAN BANGUNAN GALERI NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 2013, Galeri Nasional Indonesia bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta menggagas pengembangan bangunan Galeri Nasional Indonesia bersamaan dengan rencana utama ...
Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Revitalisasi Cerita Rakyat Masyarakat Timor Sebagai Penguatan Nilai Pendidikan Karakter Pada Era Tatanan Kehidupan Baru
Abstrak
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi berbagai bentuk cerita rakyat masyarakat Timor yang penuh dengan nilai kearifan lokal dan muatan p...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang
Potensi wilayah terdampak keruntuhan Bendungan Matenggeng di Sungai Cijolang
<p><strong><em>Abstrak</em></strong><strong><em>. </em></strong><em>Bendungan Matenggeng yang rencana akan dibangun di S...
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Analisis Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Manikin
Bendungan Manikin merupakan bendungan tipe urugan dengan inti tegak yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Struktur bendungan ini...
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Melalui evaluasi orang akan mengetahui sampai sejauh mana penyampaian pe...
KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
KAJIAN TERITORIALITAS KERATON KANOMAN
Abstrak - Keraton Kanoman merupakan salah satu bangunan yang penting dalam sejarah terbentuknya Kota Cirebon. Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1678, keraton berfungsi sebagai b...

