Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film Cinta Laki-Laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh penokohan, dan latar pada cerpen “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia  ke dalam bentuk film. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “ Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia yang diterbitkan di Depok oleh Asma Nadia Publishing House pada tahun 2016 dan memiliki ketebalan sebanyak 264 halaman dan film Cinta Laki-Laki Biasa karya sutradara Guntur Soeharjanto yang diproduksi oleh Starvision Plus pada tahun 2016 dengan durasi 102 menit 49 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film. Perubahan-perubahan yang terjadi pada proses ekranisasi dari cerpen ke film menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Proses ekranisasi alur, dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa.Dalam aspek penciutan alur terjadi sebanyak 7 alur, penambahan sebanyak 10 alur dan 5 perubahan bervariasi.Proses ekranisasi tokoh dan penokohan dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan tokoh terdapat sebanyak 5 penciutan, aspek penambahan sebanyak 9 penambahan, dan aspek perubahan bervariasi sebanyak 5 variasi. Sedangkan proses ekranisasi latar dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan sebanyak 5 latar, penambahan sebanyak 15 latar dan perubahan bervariasi sebanyak 2 latar.
Title: Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film Cinta Laki-Laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh penokohan, dan latar pada cerpen “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia  ke dalam bentuk film.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa.
Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “ Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia yang diterbitkan di Depok oleh Asma Nadia Publishing House pada tahun 2016 dan memiliki ketebalan sebanyak 264 halaman dan film Cinta Laki-Laki Biasa karya sutradara Guntur Soeharjanto yang diproduksi oleh Starvision Plus pada tahun 2016 dengan durasi 102 menit 49 detik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada proses ekranisasi dari cerpen ke film menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek penciutan, penambahan, dan perubahan variasi.
Proses ekranisasi alur, dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa.
Dalam aspek penciutan alur terjadi sebanyak 7 alur, penambahan sebanyak 10 alur dan 5 perubahan bervariasi.
Proses ekranisasi tokoh dan penokohan dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan tokoh terdapat sebanyak 5 penciutan, aspek penambahan sebanyak 9 penambahan, dan aspek perubahan bervariasi sebanyak 5 variasi.
Sedangkan proses ekranisasi latar dalam cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa untuk aspek penciutan sebanyak 5 latar, penambahan sebanyak 15 latar dan perubahan bervariasi sebanyak 2 latar.

Related Results

Ekranisasi Film dalam Maskulinitas Muslim studi kasus pada Film ‘Ayat-ayat Cinta’
Ekranisasi Film dalam Maskulinitas Muslim studi kasus pada Film ‘Ayat-ayat Cinta’
Maskulinitas pada film-film Islami, termasuk dalam film "Ayat-Ayat Cinta," besutan sutradara Hanung Bramantyo mengacu pada representasi karakter laki-laki yang mencerminkan atau me...
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada biologis. Seseorang bisa menjadi kurang atau lebih ‘feminim’ dan kurang atau lebih ‘maskulin’. Seorang la...
Analisis Ekranisasi dari Novel ke Film “Little Women”
Analisis Ekranisasi dari Novel ke Film “Little Women”
Abstract. Film stories based on novels are nothing new nowadays. This adaptation process is a transfer of media, or specifically ecranisation, which can become works that can capti...
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi metafora konseptual cinta dalam bahasa Batak Toba. Data yang digunakan adalah data tulis dan data lisan. Data tulis dipe...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Karya sastra menjadi bentuk karya yang di dalamnya memadukan unsur imajinasi dan kehidupan nyata baik sastra lisan maupun tulisan. Karya sastra mengandung babagi aspek salah satuny...

Back to Top